RADAR BOGOR - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih tidak akan memberikan tekanan signifikan terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Purbaya menjelaskan bahwa desain kedua program tersebut bersifat adaptif sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan negara, termasuk saat pemerintah melakukan pengetatan anggaran.
“Program-program tersebut pada dasarnya fleksibel. Presiden juga sangat adaptif dalam mengelola anggaran, sehingga ketika diperlukan efisiensi, maka penyesuaian dapat dilakukan,” ujar Purbaya, Minggu 7 Juni 2026.
Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuannya dengan lembaga pemeringkat kredit S&P Global Ratings, tidak ada kekhawatiran utama terhadap program pemerintah tersebut.
Menurutnya, perhatian S&P lebih banyak tertuju pada sentimen negatif yang berkembang di pasar keuangan.
“Dalam diskusi terakhir dengan S&P, mereka tidak mempersoalkan program-program tersebut. Fokus mereka lebih pada sentimen pasar yang sedang berkembang,” jelasnya.
Defisit Masih Terkendali
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap mampu menjaga defisit anggaran di bawah batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), meskipun berbagai program prioritas tetap berjalan.
Ia juga menyebut bahwa kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi risiko global, termasuk kenaikan harga minyak dunia.
“Seluruh kebijakan fiskal masih bisa disesuaikan sesuai kebutuhan. Jika terjadi tekanan seperti kenaikan harga minyak, pemerintah tetap dapat melakukan penyesuaian agar kondisi tetap terkendali. Jadi tidak perlu khawatir terhadap fiskal kita,” ujarnya.
Program Bisa Disesuaikan
Lebih lanjut, Purbaya kembali menegaskan bahwa anggapan program MBG bersifat kaku tidak benar.
Menurutnya, seluruh instrumen kebijakan fiskal dapat diatur ulang sesuai dinamika ekonomi.
“Awalnya ada anggapan program seperti MBG tidak fleksibel, tetapi saya sudah jelaskan ke S&P bahwa semuanya bisa di-adjust sesuai kebutuhan. Karena itu, kondisi fiskal tetap dalam kendali dan bisa dikelola dengan baik,” pungkasnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin