Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

LinkUMKM BRI Digunakan 16,46 Juta Pelaku Usaha hingga April 2026, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Yosep Awaludin • Minggu, 7 Juni 2026 | 14:00 WIB
Pelaku UMKM saat menggunakan platform digital LinkUMKM.
Pelaku UMKM saat menggunakan platform digital LinkUMKM.

RADAR BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam memberdayakan pelaku UMKM di Indonesia melalui platform digital LinkUMKM.

Hingga April 2026, jumlah pengguna platform ini tercatat telah mencapai 16,46 juta pengusaha UMKM di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya adopsi layanan digital BRI dalam mendukung pengembangan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, hingga percepatan transformasi UMKM agar mampu naik kelas.

Seiring perkembangannya, LinkUMKM kini tidak hanya berfungsi sebagai platform informasi, tetapi juga menjadi pusat pelatihan digital bagi pelaku usaha.

Di dalamnya tersedia enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta layanan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB).

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa LinkUMKM dirancang untuk membantu pelaku usaha mendapatkan akses pengetahuan bisnis sekaligus meningkatkan kemampuan manajerial dan administrasi usaha.

Baca Juga: Usai Dilaporkan Tenggelam, Wisatawan Asal Jakarta Timur Ditemukan Meninggal di Curug Ciparay Bogor

Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

“Platform LinkUMKM kami hadirkan untuk memberikan kesempatan bagi pelaku usaha agar bisa mengikuti pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Tantangan utama UMKM selama ini adalah keterbatasan akses terhadap informasi, pendampingan, dan pelatihan yang tepat sasaran,” ujar Akhmad.

Ia menambahkan, ekosistem digital LinkUMKM telah dilengkapi berbagai fitur terintegrasi yang membantu pelaku usaha memahami kondisi bisnisnya secara lebih objektif.

Melalui sistem ini, UMKM dapat mengikuti pelatihan daring yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan sehingga lebih aplikatif.

Salah satu fitur unggulan, UMKM Smart, memberikan rekomendasi pengembangan usaha berdasarkan hasil evaluasi mandiri pengguna.

Selain itu, fitur Self-Assessment Naik Kelas memungkinkan pelaku usaha mengukur kapasitas bisnis mereka melalui sistem penilaian digital yang kemudian mengelompokkan usaha ke dalam kategori tradisional, berkembang, hingga modern.

Baca Juga: Perjuangan Iqbal di Sekolah Rakyat Bogor, dari Pengobatan Hingga Mengejar Cita-cita Menjadi Dokter

Untuk memperkuat proses pembelajaran, LinkUMKM juga menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan yang mencakup aspek teknis maupun nonteknis.

Seluruh materi dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan bisnis.

“Kami tidak hanya ingin memberikan pelatihan, tetapi juga membantu pelaku UMKM memahami posisi usaha mereka serta potensi pengembangannya. Dengan pendekatan digital ini, proses pemberdayaan menjadi lebih terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas ekosistem pemberdayaan UMKM melalui integrasi akses pelatihan, pendampingan, hingga perluasan pasar dalam satu platform digital.

Upaya ini diharapkan dapat membuat UMKM semakin adaptif, kompetitif, dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satu manfaat program ini juga dirasakan pelaku usaha asal Jakarta Timur, Shinta Paramarti, pemilik KainIndonesia.co, yang bergerak di bidang produk berbasis kain tradisional. Ia mengaku terbantu dengan berbagai fitur yang tersedia di LinkUMKM.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Program MBG dan Koperasi Desa Tak Tekan Fiskal, Defisit Tetap Terkendali

Menurutnya, usaha yang dijalankan kini berkembang melalui berbagai kanal pemasaran, baik offline maupun digital, termasuk marketplace dan social commerce, dengan jangkauan hingga pasar ekspor.

“Melalui LinkUMKM, kami mendapatkan akses pembelajaran, konsultasi, hingga berbagai kegiatan pengembangan usaha yang sangat membantu dalam pengelolaan bisnis dan perluasan jaringan,” ungkapnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#umkm #bri #LinkUMKM