Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dari Warung Sederhana Jadi Andalan Warga, Pelaku UMKM di Semarang Ini Sukses Naik Kelas Berkat PNM Mekaar

Yosep Awaludin • Senin, 8 Juni 2026 | 11:46 WIB
Niken Tiwi Arni, pemilik warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang, yang berhasil mengembangkan usahanya berkat dukungan PNM Mekaar.
Niken Tiwi Arni, pemilik warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang, yang berhasil mengembangkan usahanya berkat dukungan PNM Mekaar.

RADAR BOGOR - Perjalanan usaha mikro yang dikelola dengan tekun dan didukung akses pembiayaan yang tepat mampu membawa perubahan besar bagi perekonomian keluarga.

Kisah tersebut dialami Niken Tiwi Arni, pemilik warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang, yang berhasil mengembangkan usahanya hingga menjadi salah satu pilihan utama warga berkat dukungan program PNM Mekaar dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group.

Ya, kesuksesan usaha tidak selalu dimulai dari modal besar. Bagi Niken Tiwi Arni, langkah awal membangun warung sembako dilakukan secara sederhana dengan stok barang yang terbatas.

Namun, tekad untuk memperbesar usaha demi meningkatkan kesejahteraan keluarga menjadi motivasi utamanya.

Menurut Niken, kelengkapan barang dagangan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Karena itu, ia terus berupaya menambah variasi produk agar kebutuhan warga sekitar dapat terpenuhi di satu tempat.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lembang, Ini 6 Destinasi Wisata Terbaru Paling Hits di Bandung, Ada yang Bertema Dinosaurus

“Awalnya warung saya masih sangat sederhana dengan pilihan barang yang terbatas. Saya ingin mengembangkannya menjadi lebih lengkap sehingga pelanggan bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari tanpa harus berbelanja ke tempat lain,” ungkap Niken.

Kesempatan untuk mengembangkan usaha datang ketika ia mengenal program PNM Mekaar melalui rekomendasi warga di lingkungan tempat tinggalnya.

Setelah bergabung, Niken mengikuti berbagai kegiatan pendampingan dan pertemuan kelompok yang menjadi bagian dari program pemberdayaan tersebut.

Melihat komitmennya dalam menjalankan usaha, pada 2019 PNM Mekaar memberikan dukungan pembiayaan yang kemudian dimanfaatkan Niken untuk memperkuat modal usaha dan meningkatkan ketersediaan stok barang secara bertahap.

Tak hanya memperoleh akses permodalan, Niken juga mendapatkan pendampingan usaha yang membantunya memahami berbagai aspek pengelolaan bisnis.

Mulai dari manajemen persediaan barang, pengaturan arus modal, hingga membaca kebutuhan dan pola belanja masyarakat sekitar.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan usahanya mulai terlihat. Jumlah pelanggan terus bertambah dan warung miliknya semakin dikenal sebagai tempat berbelanja kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Perjalanan membangun usaha ini tidak mudah dan membutuhkan proses yang panjang. Namun dukungan yang diberikan oleh tim pendamping dalam ekosistem BRI Group membuat saya semakin percaya diri untuk terus mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Niken.

Peningkatan pendapatan yang diperoleh dari usahanya juga memberikan dampak positif bagi kehidupan keluarga.

Ia mengaku kini lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat lebih fokus memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga: Warga Bantar Kemang Bogor Geger! Temukan Bayi Laki-Laki di Dalam Kardus Dekat Tempat Sampah, Ada Popok hingga Selimut

Warung yang dahulu hanya usaha kecil di depan rumah kini menjadi simbol perjuangan keluarga.

Dari usaha sederhana tersebut, Niken membuktikan bahwa konsistensi, kerja keras, dan dukungan yang tepat mampu menghadirkan perubahan nyata.

Ke depan, ia berharap usahanya terus berkembang sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar, baik untuk keluarga maupun lingkungan sekitar.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya sebatas memberikan akses pembiayaan.

Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, program PNM Mekaar menjadi salah satu sarana penting dalam membuka peluang bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kemampuan pengelolaan keuangan, serta memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Melalui sinergi Holding Ultra Mikro yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM, akses terhadap layanan keuangan yang inklusif semakin luas. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha mikro dapat tumbuh secara bertahap, berkembang lebih kuat, dan memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya,” jelas Dhanny.

Baca Juga: Cari Wisata Alam untuk Liburan? Ini 6 Rekomendasi Glamping di Bogor yang Punya Trekking Seru dan Curug Ramah Anak

Kinerja pemberdayaan yang dijalankan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro juga menunjukkan hasil positif.

Hingga Triwulan I 2026, tercatat sekitar 1,2 juta nasabah PNM berhasil meningkatkan kapasitas usahanya dan masuk ke kategori usaha yang lebih berkembang.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi pembiayaan, pendampingan, dan pemberdayaan dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan UMKM yang tangguh sekaligus memperkuat ekonomi keluarga di berbagai daerah Indonesia. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#PNM Mekaar #warung sembako #semarang #usaha mikro