Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bikin Penasaran, IPOT Masuk Dunia Esports, Ternyata Ada Misi Besar di Balik Kapolda Jateng Cup 2026

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 17 Juni 2026 | 20:09 WIB
IPOT bergabung jadi mitra utama dalam ajang esports regional Kapolda Jateng Cup 2026.
IPOT bergabung jadi mitra utama dalam ajang esports regional Kapolda Jateng Cup 2026.

RADAR BOGOR - Dunia esports dan investasi kini semakin dekat. 

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) resmi bergabung sebagai mitra utama dalam ajang esports regional Kapolda Jateng Cup 2026 yang akan berlangsung secara offline di kawasan heritage De Tjolomadoe, Surakarta, pada 20 Juni 2026.

Keterlibatan IPOT bukan sekadar dukungan terhadap kompetisi Mobile Legends berskala besar tersebut. 

Baca Juga: Kabar Baik Pemilik KKS Baru 2026, Bansos BPNT Murni Tahap 2 Rp600.000 Mulai Disalurkan di Sejumlah Daerah

Perusahaan sekuritas terkemuka di Indonesia itu membawa misi yang lebih luas, yakni meningkatkan literasi keuangan generasi muda melalui program edukasi bertajuk “Cerdas Finansial Bersama IPOT” yang mengintegrasikan pemahaman finansial, investasi, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Fenomena FOMO Investor Muda Jadi Sorotan

Di tengah meningkatnya jumlah investor muda di Indonesia, IPOT melihat adanya tantangan serius yang perlu mendapat perhatian. 

Pertumbuhan inklusi keuangan yang sangat cepat ternyata belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman finansial yang memadai.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18-25 tahun telah mencapai 89,96 persen. 

Namun, tingkat literasi finansial mereka baru berada di angka 73,22 persen.

Kesenjangan sebesar 16,74 persen poin tersebut menunjukkan masih banyak anak muda yang telah menggunakan berbagai produk keuangan tanpa memahami risiko maupun mekanisme yang mendasarinya. 

Dampaknya, meskipun jumlah investor terus bertambah, tingkat aktivitas transaksi masih tergolong rendah.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menjelaskan bahwa kondisi tersebut melahirkan fenomena yang disebut sebagai Joining Without Understanding atau perilaku ikut berinvestasi tanpa pemahaman yang memadai.

Menurutnya, terdapat empat faktor utama yang mendorong fenomena tersebut. 

Baca Juga: Mahasiswa Tersambar Api saat Aksi Unjuk Rasa di Depan Istana Bogor, Begini Kondisinya

Pertama, kata dia, proses pembukaan akun investasi digital yang semakin mudah dan cepat sehingga menghilangkan kesempatan calon investor untuk memahami risiko produk yang akan digunakan.

Kedua, pengaruh rekomendasi sosial yang membuat banyak orang berinvestasi hanya karena mengikuti teman atau lingkungan sekitar tanpa memperoleh edukasi yang benar.

Ketiga, sambungnya, adanya kecenderungan industri yang lebih menitikberatkan pada jumlah pembukaan rekening baru dibandingkan peningkatan kualitas investor dan aktivitas investasi jangka panjang.

Sementara faktor keempat berasal dari maraknya konsumsi konten edukasi singkat di media sosial yang menciptakan ilusi pemahaman, padahal belum memberikan pengetahuan mendalam mengenai investasi dan pengelolaan keuangan.

Moleonoto The menilai banyak anak muda mulai berinvestasi karena mengikuti tren, rekomendasi teman, maupun informasi singkat yang beredar di media sosial. 

Akibatnya, tingkat partisipasi tumbuh lebih cepat dibandingkan peningkatan literasi finansial yang sesungguhnya.

Edukasi Finansial Hadir di Tengah Atmosfer Kompetisi Esports

Melalui Kapolda Jateng Cup 2026, IPOT ingin menjangkau kelompok generasi muda yang selama ini belum mendapatkan akses edukasi finansial secara optimal.

Selain memberikan pemahaman mengenai investasi yang sehat, program tersebut juga dirancang untuk meningkatkan kesadaran terhadap berbagai ancaman digital seperti investasi ilegal, phishing, hingga perjudian online yang semakin menyasar kalangan muda.

Moleonoto The menilai komunitas esports memiliki karakteristik yang relevan dengan dunia investasi, seperti kemampuan menyusun strategi, menjaga fokus, dan mengambil keputusan secara disiplin. 

Karena itu, momentum Kapolda Jateng Cup 2026 dinilai tepat untuk mengarahkan kemampuan tersebut menjadi kompetensi finansial yang bermanfaat bagi masa depan.

Booth Interaktif, AI Photobooth hingga Kelas Keuangan di De Tjolomadoe

Selama penyelenggaraan turnamen, IPOT menggandeng produsen teknologi global Infinix untuk menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang dirancang menarik bagi pengunjung.

Salah satu program utama adalah kehadiran booth kolaboratif berukuran 6 x 2 meter yang dilengkapi AI Photobooth, kegiatan cosplay, serta integrasi visual pada siaran langsung pertandingan. 

Baca Juga: Bak di Eropa, 5 Destinasi Honeymoon di Jawa Barat yang Wajib Masuk Wishlist Pasangan

Konsep tersebut dirancang untuk menghubungkan strategi dalam permainan dengan prinsip pengelolaan keuangan dan investasi.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti kelas edukasi keuangan berdurasi 30 menit yang diselenggarakan langsung dari panggung utama. 

Materi yang disampaikan, dikemas dengan pendekatan dunia game sehingga lebih mudah dipahami oleh kalangan muda.

Sebagai bentuk partisipasi, peserta juga berkesempatan mengikuti kuis interaktif dengan hadiah perangkat Internet of Things (IoT) dari Infinix dan saldo Rekening Dana Nasabah (RDN).

IPOT juga menyediakan sesi konsultasi langsung bersama penasihat keuangan berlisensi. Dalam sesi tersebut, pengunjung dapat memperoleh pendampingan terkait pembukaan akun investasi yang aman sekaligus memahami langkah awal membangun kebiasaan investasi yang sehat.

Strategi IPOT Cetak Investor Muda Berbasis AI

Sebagai perusahaan sekuritas dengan dana kelolaan sekitar Rp312 triliun dan lebih dari satu juta nasabah aktif, IPOT saat ini mengembangkan diri sebagai platform transformasi AI nasional yang membuka akses teknologi investasi institusional kepada investor ritel.

Perusahaan tersebut memperkenalkan tiga tahapan pengembangan kompetensi finansial yang dapat dimanfaatkan generasi muda.

Tahap pertama adalah Grow melalui layanan xRDN, yang memungkinkan dana menganggur atau dana darurat tetap berkembang dengan imbal hasil kompetitif namun tetap fleksibel digunakan kapan saja.

Tahap berikutnya adalah Invest & Develop, yaitu pengenalan investasi melalui reksa dana dan saham sebagai sarana belajar diversifikasi sekaligus membangun kepemilikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: BRI Jazz Gunung Series 2026 Sajikan Perayaan Harmoni Musik, Alam, dan Budaya dalam Satu Pertunjukan

Tahap ketiga adalah Optimize, yaitu memanfaatkan teknologi AI Real-Time yang mencakup fitur AI Live Trade, Live Orderbook, LADI (pelacakan aliran dana institusi), hingga AI Robo Trading yang mampu mengotomatisasi pengaturan take profit dan stop loss guna mengurangi pengaruh emosi saat bertransaksi.

Keamanan Siber Jadi Prioritas

Selain mengembangkan teknologi investasi berbasis AI, IPOT juga menempatkan keamanan digital sebagai prioritas utama.

Platform tersebut telah dilengkapi berbagai lapisan perlindungan, mulai dari SIM OTP, ASDI Device Lock, Add Device Authorization, hingga sistem AI Threat Detection yang bekerja secara real-time selama 24 jam penuh.

Melalui kombinasi edukasi finansial, teknologi AI, dan sistem keamanan digital berlapis, IPOT berharap dapat membantu menciptakan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara cerdas.

Partisipasi dalam Kapolda Jateng Cup 2026 menjadi langkah strategis perusahaan untuk mendorong transformasi generasi muda Jawa Tengah dari sekadar pengguna teknologi menjadi investor cerdas berbasis AI yang mandiri secara finansial dan mampu berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional di masa depan. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Kapolda Jateng Cup 2026 #IPOT #pt indo premier sekuritas