RADAR BOGOR - Kuliner khas Kota Bogor kembali diangkat dengan cara yang berbeda. Dev Bakery dan Pizza House sukses menggelar Lomba Kreasi Pesona Asinan Pizza Bogor sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Plaza Balai Kota Bogor itu menjadi ajang kreativitas bagi pelaku UMKM, khususnya di bidang bakery dan kuliner, dalam mengolah asinan Bogor menjadi topping pizza.
Owner Dev Bakery & Pizza House, Devia Sherly, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusinya sebagai pelaku usaha untuk ikut memeriahkan HJB sekaligus mendorong pelaku UMKM agar terus berinovasi.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan sukses. Ini menjadi sumbangsih kami untuk HJB ke-544 sekaligus mengajak para pelaku UMKM agar semakin semangat dan kreatif dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Tak Lagi Bisa Nerobos, Pelintasan Kereta MA Salmun Kota Bogor Kini Dipasangi Palang
Devia yang juga menjabat Ketua DPC Kota Bogor Perkumpulan Srikandi Kreatif Indonesia (PSKI) menjelaskan, lomba tersebut merupakan inisiatif Dev Bakery & Pizza House yang mendapat dukungan Pemerintah Kota Bogor dengan penyediaan lokasi di Plaza Balai Kota dan masuk dalam agenda resmi HJB tahun ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mendorong pelaku UMKM di bidang bakery untuk terus menghadirkan inovasi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para pelaku UMKM agar lebih kreatif dalam mempromosikan sekaligus mengembangkan produknya,” katanya.
Ia memilih asinan Bogor sebagai tema lomba karena kuliner tersebut sudah menjadi identitas Kota Hujan. Para peserta ditantang memadukan cita rasa asinan menjadi topping pizza tanpa menghilangkan karakter khasnya.
“Karena produk kami bergerak di bidang bakery dan pizza, kami mencoba mengangkat asinan Bogor sebagai topping. Ternyata hasil kreasi para peserta luar biasa hingga membuat dewan juri kesulitan menentukan pemenang,” ungkapnya.
Antusiasme peserta pun cukup tinggi. Devia menyebut pendaftar mencapai hampir 80 orang. Namun karena keterbatasan waktu dan tempat, panitia hanya menerima 30 peserta.
Penilaian lomba dilakukan oleh dua chef dari Indonesian Chef Association (ICA) Bogor Raya, yakni Chef Muhammad Affan dan Chef Iqbal.
Ke depan, Devia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai wadah pengembangan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai workshop maupun pelatihan.
“Kami ingin lebih dekat dengan para pelaku UMKM. Mudah-mudahan ke depan bisa terus berkolaborasi melalui workshop, pelatihan, maupun kegiatan kreatif lainnya,” pungkasnya.(ded)
Editor : Eka Rahmawati