Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Berawal dari Dapur Sederhana, UMKM Gula Merah Rosidah Melaju Berkat Dukungan KUR BRI

Rani Puspitasari Sinaga • Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:50 WIB
UMKM gula merah di Sumenep. Foto: BRI
UMKM gula merah di Sumenep. Foto: BRI

RADAR BOGOR – Ketekunan dan akses permodalan yang tepat menjadi kunci keberhasilan Rosidah (50), pelaku UMKM gula merah asal Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, dalam mengembangkan usahanya.

Berawal dari dapur sederhana, kini produksinya meningkat pesat setelah mendapat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Sejak 2006, Rosidah mengolah gula merah khas Madura berbahan baku air nira pohon siwalan atau lontar yang banyak tumbuh di wilayah Sumenep. Di awal merintis usaha, ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga peralatan produksi yang masih sederhana.

Baca Juga: Meski Dicoret dari Bansos PKH-BPNT Tahap 3, KPM Dialihkan ke Bantuan Ini

Meski demikian, semangatnya untuk mempertahankan usaha tak pernah surut. Seiring waktu, kualitas gula merah yang diproduksinya mulai mendapat kepercayaan konsumen sehingga permintaan pasar terus meningkat.

“Alhamdulillah, kualitas produk kami mulai dikenal dan pesanan terus bertambah,” ujar Rosidah.

Titik balik perkembangan usahanya terjadi pada 2016 saat ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan. Kala itu, Rosidah memperoleh pinjaman sebesar Rp25 juta yang dimanfaatkan untuk memperkuat modal kerja, terutama penyediaan bahan baku.

Baca Juga: Peringati Hari Narkotika Internasional, JRKN Dorong DPR Segera Tuntaskan Revisi UU Narkotika

“Saya memilih KUR karena bunganya ringan, prosesnya cepat, dan tidak membutuhkan agunan. Sangat membantu usaha kecil seperti saya,” katanya.

Setelah pinjaman pertama lunas, Rosidah kembali memperoleh pembiayaan KUR sebesar Rp50 juta.

Perkembangan usahanya yang terus menunjukkan hasil positif membuat BRI kembali memberikan dukungan pada 2024 melalui pinjaman KUR senilai Rp100 juta.

Tambahan modal tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta melengkapi peralatan usaha agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.

“KUR dari BRI sangat membantu, terutama untuk penyediaan bahan baku dan peningkatan fasilitas produksi,” ungkapnya.

Baca Juga: Rezeki KPM Juni-Juli 2026, Bansos Tambahan Cair Berjamaah hingga Rp1,8 Juta

Hasilnya, kapasitas produksi gula merah meningkat signifikan. Jika sebelumnya hanya mampu menghasilkan sekitar 200 kilogram per hari, kini produksinya mencapai sekitar 500 kilogram setiap hari.

Pertumbuhan usaha tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Rosidah yang dahulu menjalankan usahanya seorang diri kini mempekerjakan enam warga sekitar, sekaligus membeli bahan baku dari masyarakat setempat.

“Selain usaha berkembang, kami juga bisa membuka lapangan pekerjaan dan membantu perekonomian warga,” katanya.

Baca Juga: Status SIKS-NG Berubah SI, KPM di 10 Wilayah Ini Diminta Cek KKS

Produk gula merah buatan Rosidah kini dipasarkan ke berbagai daerah di Madura, seperti Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan. Pemesanan dilakukan secara rutin oleh para pemilik toko yang telah menjadi pelanggan tetap.

Seiring meningkatnya volume penjualan, omzet usaha pun terus bertambah. Keberhasilan tersebut bahkan mampu membantu kedua anak Rosidah merintis usaha sendiri di Surabaya.

Sementara itu, Branch Manager BRI BO Sumenep, Ali Topan, mengatakan BRI terus berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM melalui penyaluran KUR. Hingga Mei 2026, BRI BO Sumenep telah menyalurkan KUR sebesar Rp691 miliar kepada sekitar 22 ribu debitur.

Baca Juga: Tak Perlu Jauh-Jauh, Warga Bogor Bisa Susuri Sungai Jernih Ini Hanya dengan Rp150 Ribu

Sebanyak 85 persen atau sekitar Rp587 miliar disalurkan ke sektor produksi, terutama perdagangan dan pertanian yang menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat Sumenep.

Menurut Ali, dukungan BRI tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha dan edukasi keuangan agar para pelaku UMKM mampu mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

“Kami ingin menjadi mitra yang mampu memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui akses pembiayaan yang mudah, pendampingan usaha, serta edukasi finansial bagi para pelaku UMKM,” ujarnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#umkm #bri #gula merah