RADAR BOGOR -- SLB C Sukapura bersama Sakinah Finance menyelenggarakan seminar bertajuk "Financial Planning untuk Anak Disabilitas: Mandiri dan Aman untuk Masa Depan" di Aula Hj. Enung Hasanah, SLB C Sukapura, Bandung.
Kegiatan Sakinah Finance ini didukung Dompet Dhuafa juga Sahabat Sukapura. Peserta kegiatan terdiri dari guru, orang tua, siswa, alumni, dan masyarakat umum dengan total jumlah 43 orang.
Seminar ini menghadirkan Murniati Mukhlisin selaku Founder Sakinah Finance sebagai narasumber utama, yang membahas pentingnya perencanaan keuangan bagi keluarga yang memiliki anak disabilitas.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pengelolaan aset keluarga, penyusunan sumber penghasilan yang berkelanjutan, perlindungan finansial, hingga pentingnya menyiapkan masa depan anak agar dapat hidup mandiri dan bermartabat ketika orang tua sudah tidak lagi mendampingi.
Ketua Yayasan Sukapura, Dani Ramdan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak cukup hanya memberikan pembelajaran akademik maupun keterampilan.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membangun ekosistem yang mampu menjadi sistem pendukung bagi anak-anak disabilitas agar memiliki masa depan yang lebih terjamin.
Baca Juga: Jadi Ajang Silaturahmi, Yayasan Bumi Hijau Mandiri Ajak Ratusan Anak Yatim Liburan Ceria
"Sekolah tidak hanya memberikan pembelajaran, pengetahuan, dan pelatihan keterampilan, tetapi juga ingin membangun ekosistem anak difabel sebagai support sistem sehingga setelah lulus mereka memiliki jaminan kemandirian," ujar Dani.
Ia juga menjelaskan bahwa Yayasan Sukapura terus mengembangkan layanan pendukung, termasuk menghadirkan Center for Special Education (CSE), yang menyediakan layanan asesmen dan terapi bagi anak berkebutuhan khusus bekerja sama dengan para psikolog yang kompeten di bidangnya.
SLB C Sukapura merupakan salah satu unit pendidikan di bawah Yayasan Sukapura yang secara khusus membina 75 siswa dengan kebutuhan khusus, seperti tunagrahita dan autisme.
Yayasan tersebut digagas sejak 1990 oleh Zaenal dan mendiang istrinya, Enung Hasanah.
Dengan rasio pembimbing yang intensif, sekolah terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik meski masih menghadapi tantangan pendanaan operasional yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Sementara itu, Kepala SLB C Sukapura, Sri Kusbina Jum'atin, yang juga merupakan orang tua dari anak berkebutuhan khusus, mengungkapkan bahwa seminar ini lahir dari kegelisahan banyak orang tua mengenai masa depan anak-anak mereka.
"Bagaimana kehidupan anak saya ketika saya sudah tidak mampu lagi mendampinginya?," ujar dia, menjadi pertanyaan yang melatarbelakangi terselenggaranya seminar ini.
“Kemandirian anak berkebutuhan khusus tidak hanya diukur dari kemampuan bekerja, tetapi juga dari kesiapan memiliki perencanaan hidup, pengelolaan keuangan yang baik, dan perlindungan finansial yang mampu menjamin keberlangsungan hidup mereka di masa depan, ” jelas Founder Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin.
Dalam sesi diskusi, para peserta menyampaikan berbagai persoalan nyata yang mereka hadapi.
Salah satunya datang dari Sri Kusbina yang telah menginvestasikan sebidang tanah untuk diwujudkan menjadi pusat vokasi sekaligus sekolah tahfiz bagi anak berkebutuhan khusus.
Baca Juga: Afrika Selatan Kebobolan di Menit Akhir, Kanada Melaju ke Babak 16 Besar
Ia berkonsultasi mengenai bentuk pengelolaan yang tepat agar usaha tersebut dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan putranya, seorang penyandang disabilitas.
Pertama-tama diperlukan perencanaan secara bertahap, menentukan skema kelembagaan yang jelas, serta memastikan usaha yang dibangun mampu menopang kebutuhan hidup para penerima manfaat secara berkesinambungan.
"Namun perlu juga investasi di sektor keuangan yang hasilnya dapat membantu biaya hidup di jangka pendek sebelum investasi usaha di lapak tanah dapat dipetik” jawab Murniati.
Pertanyaan lainnya disampaikan oleh Herlina, orang tua dari anak dengan skizofrenia dan bipolar.
Ia meminta masukan mengenai cara membangun kepercayaan diri anaknya yang sebenarnya memiliki kemampuan tinggi namun merasa tidak diterima oleh lingkungan.
Murniati mendorong orang tua untuk terus memberikan dukungan, memperkuat doa, serta melakukan konsultasi pendidikan dan observasi lanjutan agar potensi anak dapat berkembang secara optimal.
Selain membahas aspek finansial, seminar juga menyoroti pentingnya membangun kemandirian sejak dini melalui aktivitas sederhana.
Baca Juga: Pantas Antreannya Mengular, Kuliner Mie Ayam di Bogor Ini Kasih Harga Mulai Rp1000 an
Seperti membiasakan anak memakai pakaian sendiri, mencatat keuangan, hingga memanfaatkan teknologi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Narasumber juga mengenalkan konsep wakaf ahli sebagai salah satu alternatif dalam menjaga keberlanjutan manfaat aset keluarga bagi anak disabilitas.
Melalui kegiatan ini, Sakinah Finance berharap semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa perencanaan keuangan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan anak berkebutuhan khusus.
Dengan perencanaan yang matang, dukungan keluarga, serta kolaborasi berbagai pihak, anak-anak disabilitas diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan memiliki kehidupan yang aman serta bermartabat di masa depan. (pia)
Editor : Yosep Awaludin