Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fokus Optimalkan Pembiayaan Produktif, BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah

Eka Rahmawati • Senin, 29 Juni 2026 | 23:56 WIB

BRI mengapresiasi kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang kembali mengalokasikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). (Dok. BRI)

BRI mengapresiasi kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang kembali mengalokasikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). (Dok. BRI)

RADAR BOGOR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat likuiditas industri perbankan sekaligus menjaga fungsi intermediasi agar tetap berjalan efektif dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada perseroan melalui penempatan dana SAL.

Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara Kementerian Keuangan dan sektor perbankan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: BRI Branch Office Wonosobo Salurkan KUR Rp351 Miliar sampai Mei 2026, Dorong Ekonomi Daerah dan Perluas Akses Pembiayaan UMKM

Hery menilai kebijakan tersebut akan memberikan ruang yang lebih besar bagi perbankan untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan kepada berbagai sektor produktif yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL, kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujar Hery dalam keterangannya, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, apabila penempatan dana tersebut direalisasikan, tambahan likuiditas akan dikelola secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) serta penerapan manajemen risiko yang baik.

Penyaluran kredit akan difokuskan secara selektif kepada sektor-sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang selama ini menjadi fokus utama bisnis BRI. Proses penyaluran pembiayaan juga akan mempertimbangkan kualitas kredit, kebutuhan riil pelaku usaha, serta prospek usaha di berbagai sektor ekonomi.

Menurut Hery, penambahan likuiditas tersebut berpotensi memperkuat fungsi intermediasi perbankan sehingga mampu mendukung peningkatan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Hingga Maret 2026, total penyaluran kredit BRI secara bank only telah mencapai Rp1.358 triliun. Sebagian besar pembiayaan tersebut disalurkan kepada segmen UMKM dan sektor riil yang memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian.

Langkah tersebut sejalan dengan peran BRI sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hery menambahkan bahwa setiap penyaluran pembiayaan akan dilakukan secara terukur agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, prioritas BRI tetap diarahkan pada sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Di sisi lain, untuk menjaga keseimbangan pendanaan, BRI juga akan terus meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya dana murah atau Current Account Saving Account (CASA).

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekosistem digital yang dimiliki perseroan guna memperluas basis nasabah sekaligus meningkatkan efisiensi penghimpunan dana.

Sebagai informasi, pada Juni 2026 pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himbara sebagai bagian dari strategi menjaga likuiditas sistem perbankan di tengah dinamika ekonomi.

Total dana yang akan dialokasikan mencapai Rp400 triliun dan akan didistribusikan kepada lima bank BUMN, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Menutup keterangannya, Hery Gunardi menyatakan optimistis bahwa dengan fundamental perusahaan yang kuat serta fokus yang konsisten pada pemberdayaan UMKM, BRI akan terus berkontribusi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia secara berkelanjutan.

“Fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM, kami optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Eka Rahmawati
#SAL #pembiayaan #bri