Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRI Peduli Latih 60 Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon, Perkuat Kewirausahaan

Yosep Awaludin • Selasa, 30 Juni 2026 | 10:38 WIB
Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) bagi puluhan warga Kabupaten Cirebon yang digelar BRI.
Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) bagi puluhan warga Kabupaten Cirebon yang digelar BRI.

RADAR BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan BRI Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kali ini, BRI menggelar Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) bagi puluhan warga Kabupaten Cirebon, sebagai upaya memperkuat kemampuan berwirausaha dan membangun ketahanan ekonomi setelah kembali bekerja dari luar negeri.

Sebanyak 60 purna PMI mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan BRI di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon. 

Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan praktis agar mampu membangun maupun mengembangkan usaha secara mandiri di daerah asalnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi mulai dari dasar-dasar kewirausahaan, pemetaan potensi usaha dan peluang pasar lokal, penyusunan rencana bisnis (business plan), manajemen produksi, pemasaran dan keuangan, hingga penguatan mental sebagai pelaku usaha.

Selain itu, BRI juga menyediakan pendampingan bisnis setelah pelatihan agar usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga: Bansos Tahap 3 Segera Disalurkan, KPM Desil 1-4 Jangan Rubah NIK dan KK

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa Program Pemberdayaan Purna PMI merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan untuk membantu para mantan pekerja migran membangun kehidupan ekonomi yang lebih mandiri setelah kembali ke Indonesia.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kewirausahaan, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan menyusun perencanaan bisnis yang matang sehingga usaha yang dijalankan memiliki prospek jangka panjang.

"Melalui pendampingan dari para mentor yang berpengalaman, kami berharap para purna PMI mampu meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di lingkungan sekitarnya," ujar Dhanny.

Program ini juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan potensi daerah masing-masing dengan mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pendampingan intensif yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Berdasarkan data penempatan Pekerja Migran Indonesia per Desember 2025 yang dirilis Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah PMI terbesar di Indonesia.

Kontribusinya mencapai sekitar 21,93 persen dari total penempatan nasional dan menunjukkan tren yang terus meningkat.

Di tingkat kabupaten, Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah penyumbang PMI terbesar dengan kontribusi sekitar 4,02 persen.

Pada 2025, jumlah PMI asal Cirebon meningkat dari 767 orang menjadi 886 orang, atau tumbuh sekitar 15,51 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Melihat tingginya jumlah pekerja migran asal Cirebon, Dhanny menilai wilayah tersebut menjadi salah satu daerah prioritas dalam pelaksanaan program pemberdayaan.

"Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar untuk pengembangan program ini. Harapannya, para purna PMI dapat meningkatkan kapasitas diri, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, mengembangkan usaha produktif, sekaligus membuka peluang mata pencaharian yang berkelanjutan di dalam negeri," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan yang diselenggarakan BRI Peduli.

Perempuan yang sebelumnya pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura tersebut mengatakan materi yang diberikan tidak hanya membahas validasi model bisnis, tetapi juga memperluas pemahamannya mengenai literasi keuangan dan strategi pengelolaan usaha.

Pelatihan ini sangat sesuai dengan kebutuhan para purna pekerja migran yang ingin memulai atau mengembangkan usaha.

"Saya berharap program seperti ini terus dilaksanakan sehingga semakin banyak purna PMI yang bisa mendapatkan manfaat dan memiliki bekal untuk membangun usaha yang lebih baik," ungkap Tanipa. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#pekerja migran indonesia #bri #pemberdayaan