Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Inflasi Kota Bogor Naik Jadi 3,04 Persen, Pemkot Perkuat Pengendalian Harga

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 3 Juli 2026 | 20:47 WIB
Aktivitas jual beli di Pasar Jambu Dua di Kota Bogor. (Dzikri/Radar Bogor)
Aktivitas jual beli di Pasar Jambu Dua di Kota Bogor. (Dzikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Laju inflasi Kota Bogor pada Juni 2026 secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 3,04 persen. Angka tersebut naik 0,41 persen dibandingkan Juni 2025. Meski demikian, inflasi bulanan Kota Bogor masih lebih rendah dibandingkan Jawa Barat dan nasional.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi, mengatakan inflasi bulanan (month to month/mtm) pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,27 persen.

"Inflasi month to month Kota Bogor sebesar 0,27 persen, masih di bawah inflasi Jawa Barat dan nasional," ujar Dewi, Jumat, 3 Juli 2026.

Dewi menjelaskan, komoditas yang paling besar menyumbang inflasi tahunan yakni emas, bensin, beras, cabai merah, dan minyak goreng. Sementara penyumbang inflasi bulanan berasal dari bawang putih, tomat, daging sapi, kentang, dan buah alpukat.

Baca Juga: Harga Telur di Bogor Anjlok, Pedagang Sebut Peternak Pilih Berhenti Produksi

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami deflasi atau penurunan harga. Komoditas dengan penurunan harga tertinggi yakni telur ayam ras, tomat, sabun mandi cair, ikan asin, dan petai.

Penurunan harga telur ayam ras tersebut sejalan dengan kondisi di Pasar Jambu Dua. Sejumlah pedagang mengaku harga telur telah turun dari kisaran Rp26 ribu hingga Rp28 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram dalam sepekan terakhir. 

"Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Bogor terus memperkuat upaya pengendalian inflasi," ungkapnya.

Salah satunya melalui penyaluran bantuan pangan kepada 1.756 keluarga rawan pangan di 10 kelurahan. Bantuan yang disalurkan berupa beras 10 kilogram, minyak goreng dua liter, telur ayam dua kilogram, dan gula dua kilogram melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor.

"Selain itu, Gerakan Pangan Murah juga telah digelar sebanyak empat kali di sejumlah wilayah Kota Bogor," katanya.

Pemkot Bogor juga berencana membangun Kios Inflasi di Pasar Kebon Kembang Blok C-D sebagai salah satu upaya intervensi harga bahan pokok di pasar.

Pengawasan metrologi legal turut dilakukan di sejumlah titik, meliputi Superindo Sindang Barang, SPBU, agen LPG, Pasar Tanah Baru, dan Pasar Sukasari.

Dewi menambahkan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bogor juga telah menggelar High Level Meeting pada 29 Juni 2026 yang dirangkaikan dengan survei harga kebutuhan pokok di Pasar Jambu Dua sebagai langkah evaluasi kondisi harga di lapangan. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #harga #inflasi