Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cetak Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah, Ini 8 Strategi BRI di Bawah Danantara

Yosep Awaludin • Senin, 6 Juli 2026 | 09:07 WIB
BRI cetak dividen terbesar sepanjang sejarah. (Dok. BRI)
BRI cetak dividen terbesar sepanjang sejarah. (Dok. BRI)

RADAR BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan kinerja yang solid dengan mencatatkan pembagian dividen terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Di bawah supervisi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, BRI membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun sekaligus mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, mendukung UMKM, dan menciptakan nilai tambah bagi negara.

Keputusan pembagian dividen tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang berlangsung pada Jumat, 10 Mei 2026.

Para pemegang saham menyetujui dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per saham.

Nilai dividen tersebut berasal dari kinerja keuangan Perseroan sepanjang 2025 yang membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp57,132 triliun.

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun.

Baca Juga: Pendakian Puncak Kayangan dan Curug Sejoli, Rekomendasi Wisata Alam Akhir Pekan

Pencapaian tersebut kembali menempatkan BRI sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar bagi negara, sekaligus mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga profitabilitas dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Kinerja BRI Terus Menguat pada Awal 2026

Momentum positif itu berlanjut pada Triwulan I 2026. BRI mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Dari sisi penyaluran kredit, BRI berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp1.562 triliun atau meningkat 13,7 persen secara tahunan.

Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun atau naik 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan kehadiran Danantara menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi BRI terhadap pembangunan nasional.

BRI akan terus memperkuat transformasi dengan berlandaskan fundamental yang kokoh, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber-sumber pertumbuhan baru.

"Sinergi bersama Danantara menjadi peluang strategis untuk memperbesar kontribusi BRI terhadap program prioritas pemerintah, khususnya dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Hery.

Delapan Langkah Strategis BRI di Bawah Supervisi Danantara

Dalam fase baru pengelolaan di bawah Danantara, BRI mempercepat transformasi bisnis melalui berbagai strategi untuk menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

1. Dividen Rp52,1 Triliun Jadi Rekor Terbesar

BRI membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun dari laba Tahun Buku 2025. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Perseroan dan menegaskan konsistensi BRI dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham serta memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara.

2. BRIVolution Reignite Percepat Transformasi

Di bawah kepemimpinan Hery Gunardi, BRI menjalankan transformasi melalui program BRIVolution Reignite yang difokuskan pada penguatan fondasi bisnis, peningkatan efisiensi operasional, akselerasi digitalisasi, serta pengembangan bisnis baru yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.

Baca Juga: Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026, Neymar : Inilah Akhir Perjalanan Saya 

Program tersebut juga memperkuat posisi BRI sebagai bank yang melayani seluruh lapisan masyarakat dengan pendekatan yang semakin modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

3. Rebranding Perkuat Identitas BRI

Sebagai bagian dari transformasi, BRI meluncurkan Corporate Rebranding pada 16 Desember 2025 bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-130 perusahaan.

"Melalui rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa meninggalkan karakter utama sebagai bank yang berpihak kepada rakyat, UMKM, dan pembangunan nasional," kata Hery.

4. Struktur Pendanaan Semakin Efisien

Pada Triwulan I 2026, dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) tumbuh 13,2 persen menjadi Rp1.058,6 triliun.

Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA menjadi 68,07 persen sekaligus menurunkan cost of fund (CoF) dari 3 persen menjadi 2,3 persen.

Efisiensi pendanaan didukung meningkatnya transaksi melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.

5. Penyaluran KUR Capai Rp84,36 Triliun

Hingga Mei 2026, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI telah mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi Rp180 triliun.

Sebagian besar pembiayaan disalurkan ke sektor produktif dengan porsi 67,18 persen. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp35,91 triliun.

6. Penyaluran Kredit Perumahan Terus Meningkat

Komitmen BRI dalam mendukung kepemilikan rumah masyarakat terlihat melalui penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) yang hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur.

Melihat tingginya permintaan masyarakat, BRI juga meningkatkan target penyaluran KPP tahun 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.

Baca Juga: Brace Haaland Pulangkan Brasil, Norwegia Catat Sejarah Lolos ke Perempat Final

7. Konsisten Dorong UMKM dan Pengembangan Desa

Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan terus diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan.

Hingga saat ini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu naik kelas.

8. Kontribusi Anak Usaha Semakin Besar

Kinerja perusahaan anak BRI Group juga menunjukkan tren positif. Hingga Triwulan I 2026, entitas anak membukukan laba sebesar Rp3,89 triliun atau menyumbang sekitar 25,1 persen terhadap laba bersih konsolidasian BRI.

Kontribusi tersebut memperkuat struktur bisnis Perseroan sehingga semakin tangguh dan terdiversifikasi.

Danantara: Kinerja Himbara Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menilai transformasi yang dijalankan bank-bank Himbara terus menghasilkan kinerja positif.

Performa bank-bank Himbara yang terus membaik menjadi fondasi penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

"Melalui pembiayaan yang semakin besar kepada sektor produktif, mulai dari UMKM, manufaktur, hilirisasi sumber daya alam hingga infrastruktur, perbankan BUMN diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia," ujar Dony. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bri #Danantara #dividen