RADAR BOGOR – Nilai tukar rupiah kembali berada di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS (Amerika Serikat) pada perdagangan Rabu, 8 Juli 2026.
Hingga pukul 14.00 WIB, mata uang rupiah tercatat melemah 31 poin atau sekitar 0,17 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya, sehingga diperdagangkan di kisaran Rp18.001 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS terjadi seiring tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Baca Juga: Pemprov Jabar Raih Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026, Gencar Kembangkan Ekonomi Syariah
Peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar setelah turun sekitar 0,20 persen, disusul yen Jepang yang terkoreksi 0,18 persen.
Sementara itu, dolar Singapura dan yuan China juga mengalami pelemahan tipis masing-masing sebesar 0,02 persen.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang regional masih berlangsung di tengah dinamika pasar keuangan global.
Sebelumnya, rupiah sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026.
Namun, sehari berselang atau pada Selasa, 7 Juli 2026, mata uang Indonesia sempat menunjukkan penguatan tipis sebesar 15 poin atau 0,08 persen dan ditutup di level Rp17.980 per dolar AS.
Kembalinya rupiah ke level Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian pelaku pasar karena angka tersebut kerap dianggap sebagai batas psikologis yang mencerminkan sentimen terhadap kondisi ekonomi dan pergerakan pasar global.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga