RADAR BOGOR – Masa libur sekolah 2026 membawa angin segar bagi industri perhotelan di Kota Bogor. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor mencatat tingkat keterisian kamar hotel meningkat hingga 25-27 persen dibandingkan hari normal.
Meski mengalami kenaikan dari data PHRI Kota Bogor, capaian tersebut masih belum mampu menyamai tingkat hunian hotel pada musim libur sekolah beberapa tahun sebelumnya.
Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, menilai melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi masih rendahnya okupansi libur sekolah ini tersebut.
Baca Juga: Tingkat Hunian Hotel di Kabupaten Bogor Turun, Wisatawan Justru Melonjak
“Peningkatan okupansi memang ada, sekitar 25 sampai 27 persen. Namun jika dibandingkan dua hingga tiga tahun lalu, angkanya masih lebih rendah. Salah satu penyebabnya karena daya beli masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih,” ujar Yuno, Sabtu, 11 Juli 2026.
Berdasarkan data PHRI, rata-rata okupansi hotel di Kota Bogor selama periode libur sekolah berada di angka 57 persen. Artinya, dari setiap 100 kamar yang tersedia, sekitar 57 kamar terisi oleh tamu.
Yuno menjelaskan, tingkat hunian tersebut merupakan rata-rata karena performa masing-masing hotel berbeda, tergantung klasifikasi bintang, segmen pasar, serta strategi pemasaran yang diterapkan.
Selain itu, hotel kini juga menghadapi persaingan dari berbagai jenis penginapan nonhotel yang semakin mudah ditemukan melalui platform pemesanan daring.
Baca Juga: Argentina Difavoritkan ke Semifinal Piala Dunia, Tapi Swiss Berpotensi Bikin Albiceleste Kebobolan
Untuk menjaga tingkat hunian tetap stabil, pelaku usaha perhotelan terus menggencarkan promosi. Salah satunya dengan menggandeng restoran dan pengelola destinasi wisata untuk menghadirkan paket wisata terpadu yang menarik bagi wisatawan.
Menurut Yuno, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman lebih lengkap sekaligus mendorong wisatawan menghabiskan waktu lebih lama di Kota Bogor.
Selain promosi, faktor harga juga menjadi perhatian utama. PHRI mendorong seluruh anggotanya menawarkan tarif yang kompetitif agar tetap terjangkau bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Rata-rata Lama Nginap Tamu Hotel di Kabupaten Bogor 1,19 Malam
Saat ini, PHRI Kota Bogor menaungi sekitar 68 hotel. Organisasi tersebut juga berharap dukungan pemerintah terus ditingkatkan, terutama dalam menjaga kelancaran lalu lintas, keamanan, dan kenyamanan wisatawan selama berada di Kota Bogor.
Di sisi lain, Kebun Raya Bogor masih menjadi destinasi favorit wisatawan selama musim libur sekolah. Namun, banyak tamu hotel yang memilih menginap di Kota Bogor dan melanjutkan perjalanan wisata ke kawasan Kabupaten Bogor yang dikenal memiliki beragam destinasi alam.
PHRI Kota Bogor memperkirakan puncak kunjungan wisatawan terjadi pada akhir pekan ini, seiring berakhirnya masa libur sekolah sebelum para pelajar kembali masuk kelas pada pekan mendatang.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga