RADAR BOGOR - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungannya terhadap pelaksanaan Roadshow Literasi Keuangan Syariah yang digagas Dompet Dhuafa USA bersama Sakinah Finance dan Comfasion.
Program tersebut bertujuan memperluas pemahaman masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri mengenai pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip-prinsip syariah.
Dukungan tersebut disampaikan saat Muhsin Syihab menerima kunjungan Pendiri Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin, yang didampingi Nina Marliani, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa USA Sitti Sahro Locke, serta Pendiri Comfasion Thomas Locke di kediaman resmi Duta Besar RI di Ottawa.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bersih-bersih, Bogorku Bersih Dorong Warga Kelola Sampah dari Hulu
Dalam pertemuan tersebut, Sitti Sahro Locke menjelaskan bahwa Ottawa menjadi kota pertama dalam rangkaian halaqah literasi keuangan syariah yang ditujukan bagi diaspora Indonesia.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang selaras dengan ajaran Islam, termasuk pemahaman tentang zakat, wasiat, dan waris sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga yang berkelanjutan.
Selain memaparkan program literasi keuangan, Sahro juga menjelaskan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang selama ini dijalankan Dompet Dhuafa USA. Tidak hanya menyalurkan zakat, infak, dan kurban ke Indonesia, lembaga tersebut juga terlibat dalam pengiriman bantuan berupa truk makanan (food drive) bagi masyarakat yang terdampak konflik di Gaza.
Ia menambahkan bahwa Dompet Dhuafa USA juga aktif menyelenggarakan buka puasa bersama para mualaf, mendistribusikan Al-Qur'an, serta menghadirkan pendamping keagamaan (chaplain) untuk memberikan pembinaan kepada narapidana Muslim di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Amerika Serikat.
"Kami baru-baru ini juga menyelenggarakan buka puasa bersama para mualaf (new converts), membagikan Al-Qur'an, serta menugaskan pemuka agama (chaplain) untuk memberikan pembinaan kepada narapidana Muslim di penjara-penjara di Amerika Serikat," ujar Sahro.
Pada kesempatan yang sama, Murniati Mukhlisin mengungkapkan bahwa persoalan sengketa harta keluarga menjadi salah satu topik yang paling sering dibahas oleh diaspora Indonesia di berbagai negara.
Menurutnya, meningkatnya kasus tersebut mendorong perlunya edukasi mengenai perencanaan keuangan keluarga berbasis syariah sejak dini.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Murniati menjelaskan bahwa dirinya bersama Luqyan Tamanni dan Farisah Amanda telah menulis buku Islamic Personal Finance. Buku tersebut disusun dengan harapan materi mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi.
"Saya menulis buku Islamic Personal Finance bersama Luqyan Tamanni dan Farisah Amanda sebagai upaya memasukkan materi pengelolaan keuangan personal dan keluarga ke dalam kurikulum sekolah maupun perguruan tinggi," jelas Murniati sambil memperlihatkan bukunya kepada Dubes Muhsin.
Menanggapi berbagai pemaparan tersebut, Dubes Muhsin Syihab menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Roadshow Literasi Keuangan Syariah dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menilai kebutuhan akan edukasi keuangan syariah akan semakin besar seiring bertambahnya jumlah diaspora Indonesia di Kanada, baik yang bekerja, menjalankan usaha, maupun menempuh pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut, Mariam Rahmania, istri Duta Besar RI untuk Kanada, turut berbagi pengalaman mengenai berbagai program pembinaan yang selama ini rutin diberikan kepada keluarga diaspora Indonesia. Kegiatan tersebut menyasar perempuan Indonesia, termasuk keluarga dengan pasangan beda kewarganegaraan, melalui pembinaan bacaan Al-Qur'an serta penguatan hubungan sosial dan keagamaan di lingkungan keluarga.
Melalui sinergi antara KBRI Ottawa, Sakinah Finance, dan Dompet Dhuafa USA, diharapkan pemahaman mengenai literasi keuangan syariah di kalangan diaspora Indonesia semakin meningkat. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya keluarga yang lebih harmonis, memiliki ketahanan ekonomi yang baik, serta menerapkan perencanaan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.(Pia)
Editor : Eka Rahmawati