Kisah Rosyidah, Purna Pekerja Migran Indonesia yang Mengembangkan Bisnis Olahan Hasil Laut di Indramayu Berkat Pelatihan BRI Peduli

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 17:59 WIB
Rosyidah mendirikan usaha pengolahan hasil laut dengan merek C
Rosyidah mendirikan usaha pengolahan hasil laut dengan merek C'milzea. (Dok. BRI)

RADAR BOGOR - Empat tahun merantau sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia menjadi pengalaman yang membentuk perjalanan hidup Rosyidah. Setelah menyelesaikan masa kerjanya di luar negeri, perempuan asal Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, itu memutuskan kembali ke kampung halaman dengan tekad membangun kehidupan baru melalui dunia usaha.

Setibanya di daerah asal, Rosyidah menaruh perhatian pada besarnya potensi hasil laut yang dimiliki kawasan pesisir. Melimpahnya hasil tangkapan nelayan dinilai belum memberikan nilai ekonomi yang maksimal karena sebagian besar masih dipasarkan tanpa proses pengolahan. Kondisi tersebut kemudian menginspirasinya untuk memanfaatkan komoditas lokal menjadi produk yang memiliki daya saing lebih tinggi.

Berangkat dari gagasan tersebut, Rosyidah mendirikan usaha pengolahan hasil laut dengan merek C'milzea. Kehadiran usaha itu tidak hanya ditujukan untuk mengembangkan potensi perikanan setempat, tetapi juga membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di lingkungannya agar dapat memperoleh tambahan penghasilan melalui kegiatan produktif.

Baca Juga: Berawal dari Dapur Rumahan, UMKM Cimahi Ini Naik Kelas Usai Ikut Program Sertifikasi Halal BRI Peduli

"Saya melihat sumber daya alam di sekitar sangat melimpah, tetapi belum memiliki nilai jual. Dari situ saya memberanikan diri mengolahnya menjadi produk sekaligus membuka peluang kerja untuk ibu-ibu nelayan di sekitar," ujarnya.

Dalam proses merintis usaha, Rosyidah menghadapi berbagai tantangan. Bukan hanya persoalan bisnis, ia juga harus membangun keyakinan diri untuk berani menjadi wirausaha. Perubahan pola pikir, mengatasi rasa ragu, hingga mempelajari strategi memperkenalkan produk kepada masyarakat menjadi bagian dari proses yang harus dilaluinya.

Komitmennya untuk terus belajar mendorong Rosyidah mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan BRI. Melalui program tersebut, ia memperoleh tambahan pengetahuan mengenai kewirausahaan sekaligus memahami berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usahanya secara lebih terarah.

Rosyidah menilai pelatihan yang diikutinya tidak hanya memperkaya pengetahuan mengenai dunia usaha, tetapi juga memperluas relasi dengan para pelaku UMKM dari berbagai latar belakang. Melalui interaksi tersebut, ia memperoleh banyak masukan dan pengalaman baru yang menjadi bekal untuk mengembangkan usahanya ke arah yang lebih baik.

"Pelatihan ini sangat membantu saya dalam memperbaiki mindset sebagai pelaku usaha. Selain itu, saya juga mendapatkan jejaring baru yang sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha," tuturnya.

Berbagai materi yang diperoleh selama mengikuti pelatihan kemudian mulai diterapkan dalam pengembangan C'milzea. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menghadirkan produk olahan berbahan dasar ikan dengan nilai tambah, sehingga pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen menjadi semakin beragam.

"Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan saya mendapatkan banyak ilmu, terutama dalam mengolah ikan, seperti membuat kerupuk ikan. Ilmu tersebut sangat membantu dalam mengembangkan usaha yang saya jalankan," kata Rosyidah.

Tidak hanya mendapatkan pembinaan, Rosyidah juga memperoleh dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Tambahan modal tersebut dimanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan produksi, mulai dari pengadaan bahan baku, penambahan persediaan barang, hingga mendukung operasional usaha agar mampu melayani permintaan pasar dengan lebih baik.

"Alhamdulillah, dana KUR yang saya terima benar-benar saya gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari membeli bahan baku hingga menambah stok produk. Dengan adanya KUR, saya tidak lagi kesulitan saat membutuhkan modal untuk memenuhi permintaan pelanggan. Saya sangat bersyukur karena usaha saya semakin berkembang dan penjualan pun meningkat," ungkapnya.

Pemanfaatan pelatihan dan akses permodalan tersebut membawa dampak positif terhadap perkembangan usaha yang dijalankannya. Jika sebelumnya penjualan produk C'milzea berkisar 50 kemasan, kini jumlahnya meningkat hingga sekitar 70 sampai 100 kemasan. Seiring pertumbuhan tersebut, pilihan produk yang dipasarkan juga bertambah menjadi tiga varian.

Bagi Rosyidah, pengalaman bekerja di luar negeri hingga akhirnya mampu membangun usaha sendiri di kampung halaman membuktikan bahwa kemauan untuk terus belajar dapat membuka berbagai peluang. Menurutnya, dukungan yang diberikan melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran serta akses pembiayaan KUR BRI menjadi bekal penting untuk memperkuat perkembangan usahanya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Di kesempatan berbeda, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan bahwa melalui BRI Peduli sebagai payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perseroan menghadirkan program pemberdayaan bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Inisiatif tersebut disusun untuk membantu para purna migran meningkatkan kapasitas diri melalui pembekalan keterampilan dan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan dalam memperkuat kemandirian ekonomi setelah kembali ke Tanah Air.

Menurutnya, program tersebut berfokus pada pengembangan kemampuan kewirausahaan, mulai dari memperkuat pemahaman peserta dalam membangun usaha hingga meningkatkan kompetensi dalam menyusun perencanaan serta mengelola bisnis secara berkelanjutan.

Selain memperoleh materi pelatihan, peserta juga didorong untuk mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi ekonomi di daerah masing-masing. Mereka turut mendapatkan pendampingan secara intensif dari para mentor agar usaha yang dirintis mampu tumbuh lebih optimal, memiliki daya saing, serta berkelanjutan.

"Kisah Rosyidah menjadi bukti bahwa pelatihan yang diberikan BRI Peduli memberikan manfaat nyata bagi purna pekerja membangun dan mengembangakan usaha. Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, pelatihan yang diberikan dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan purna pekerja migran, sekaligus berkontribusi secara aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat," jelas Dhanny.

Editor : Eka Rahmawati
indramayu rosyidah bri kisah