Berawal dari Keresahan, Rabundo Sukses Bawa Bumbu Rendang Minang Tembus Pasar Nasional

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:23 WIB
Standi Bumbu Rendang Rabundo yang kini tembus pasar nasional. Foto: BRI
Standi Bumbu Rendang Rabundo yang kini tembus pasar nasional. Foto: BRI

RADAR BOGOR – Sebuah keresahan kecil mengantarkan Tika Hayana membangun usaha bumbu rendang instan khas Minang yang kini mulai dikenal hingga pasar nasional yaitu Rabundo.

Melalui brand Rabundo, ia membuktikan bahwa produk lokal dengan cita rasa autentik yaitu bumbu rendang Minang, mampu berkembang ketika didukung semangat usaha dan pendampingan yang tepat.

Rabundo berdiri pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Ide bisnis tersebut muncul saat Tika menemukan bumbu rendang di rak swalayan yang justru berasal dari luar negeri.

Baca Juga: Villa Nyaman di Puncak Bogor, Hidden Gem View Gunung Harga Bersahabat

Sebagai keturunan Minangkabau, hal itu membuatnya bertanya-tanya mengapa kuliner khas Indonesia tersebut belum banyak dihadirkan oleh pelaku usaha dalam negeri.

"Rabundo berawal dari keresahan melihat bumbu rendang yang dijual di swalayan ternyata berasal dari negara tetangga. Dari situ muncul keinginan menghadirkan bumbu rendang asli Minang yang bisa bersaing," ujar Tika.

Namun, membangun usaha dari awal bukan perkara mudah. Selain menjaga keaslian rasa rendang, Tika juga harus memikirkan strategi pemasaran, membangun identitas produk, hingga memenuhi berbagai persyaratan legalitas agar produknya mampu masuk ke pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Tiang Lawang Salapan Bogor Masih Diperbaiki, Dedie Rachim Pastikan Bendera Merah Putih Berkibar Sebelum HUT RI

Perjalanan Rabundo semakin berkembang setelah Tika mendapatkan dukungan dari BRI. Hubungan tersebut telah terjalin sejak 2023 saat dirinya menjadi nasabah BRI. Ketika usaha Rabundo mulai berjalan, ia memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi dengan pelanggan.

Kemudahan pembayaran digital tersebut membantu operasional usaha menjadi lebih praktis, cepat, dan aman, terutama ketika Rabundo mulai mengalami peningkatan permintaan.

Tak berhenti di sana, Tika kemudian bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni atas rekomendasi sesama pelaku UMKM.

Melalui program pendampingan tersebut, ia memperoleh berbagai dukungan mulai dari pelatihan bisnis, fasilitasi legalitas, hingga kesempatan memperluas jaringan pemasaran.

Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia vs Vietnam, 800 ASN Turun Tangan Percantik Stadion Pakansari Bogor

"Awalnya saya mendapat informasi dari teman yang lebih dulu bergabung di Rumah BUMN BRI Bakauheni. Banyak manfaat yang bisa didapat, mulai dari fasilitas legalitas, pelatihan, hingga kesempatan mengikuti bazar," ungkapnya.

Berkat pendampingan dan kerja keras yang konsisten, Rabundo kini berkembang dengan mempekerjakan tiga orang karyawan.

Produk unggulannya berupa bumbu rendang telah dipasarkan melalui sejumlah ritel modern di Bandar Lampung hingga marketplace yang menjangkau konsumen di berbagai daerah Indonesia.

Menurut Tika, dukungan Rumah BUMN BRI memberikan dampak besar terhadap perkembangan bisnisnya. Tidak hanya membantu dari sisi pemasaran, tetapi juga memperkuat kesiapan produk agar mampu memenuhi standar pasar modern.

Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Makin Meluas, BPNT Sudah SI, Bank Ini Paling Banyak Cair

"Peran Rumah BUMN BRI Bakauheni sangat terasa. Rabundo mendapat fasilitas perhitungan nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, sementara beberapa pelaku UMKM lain juga difasilitasi mendapatkan sertifikat merek dagang secara gratis," katanya.

Bagi Tika, legalitas, sertifikasi merek, hingga informasi nilai gizi menjadi bagian penting dalam perjalanan Rabundo untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Ia optimistis produk bumbu rendangnya dapat terus berkembang dengan tetap mempertahankan ciri khas utama, yakni rasa autentik khas Minangkabau.

"Keunggulan Rabundo adalah premium taste, authentic taste, dan praktis karena tidak perlu menambahkan bumbu lain," tegasnya.

Baca Juga: KPM Bansos PKH dan BPNT Catat, 3 Rekomendasi Usaha Rumahan Ini Wajib Dicoba

Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, melalui Rumah BUMN, BRI berkomitmen memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui pembelajaran, pendampingan, perluasan jaringan, serta akses berbagai peluang bisnis.

Menurutnya, ketika UMKM mampu berkembang dan naik kelas, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

"Pertumbuhan UMKM akan mendorong peningkatan produksi, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan perekonomian masyarakat," ujar Akhmad.

Baca Juga: Pekan Menyusui Dunia 2026, AIMI Bogor Ajak Orang Tua Cegah Stunting Lewat ASI Eksklusif

Melalui dukungan berkelanjutan tersebut, Rabundo menjadi contoh bagaimana produk lokal berbasis budaya dapat bertransformasi menjadi usaha modern yang mampu bersaing di pasar nasional tanpa kehilangan identitas cita rasa aslinya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Rabundo bumbu rendang minang pasar nasional