Penyaluran Dana Zakat JNE Cabang Bogor Dorong Penguatan Ekonomi Mustahik melalui Program UMKM Naik Kelas

Reka Faturachman • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:11 WIB
Peresmian Program UMKM Naik Kelas di Bogor. Foto: Sentra UMKM Tegalwaru
Peresmian Program UMKM Naik Kelas di Bogor. Foto: Sentra UMKM Tegalwaru

RADAR BOGOR – Dana zakat perusahaan mulai diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. JNE Cabang Bogor bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) resmi meluncurkan Program UMKM Naik Kelas di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Program tersebut merupakan bagian dari penyaluran Dana Zakat JNE Cabang Bogor yang dikelola melalui aset wakaf produktif Sentra UMKM Tegalwaru. Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus memperluas peluang pasar.

Direktur Wakaf dan CSR BMM, Galeh Pujonegoro, mengatakan program UMKM Naik Kelas di Bogor tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara sektor usaha dan lembaga pengelola zakat dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Demi Gaet Vinicius Junior, Arsenal Siap Ubah Kebijakan Gaji Pemain

Menurutnya, pengelolaan dana zakat secara produktif memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat. Zakat tidak hanya diberikan sebagai bantuan sosial, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan program yang mendorong mustahik menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

Sementara itu, Branch Manager JNE Cabang Bogor Ade Kurniawan menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengoptimalkan penghimpunan sekaligus penyaluran dana zakat.

JNE berupaya meningkatkan penghimpunan dan penyaluran zakat dari tahun ke tahun sehingga manfaatnya dapat dirasakan semakin luas seiring dengan pertumbuhan perusahaan.

Baca Juga: SP2D Berstatus SI untuk Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Termin 1, Cek Saldo KKS Berkala

Dorong UMKM Ciampea Lebih Kompetitif

Program UMKM Naik Kelas mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Ciampea. Camat Ciampea Yudhi Utomo menilai program tersebut menjadi langkah konkret untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM, menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan sektor swasta dapat menjadi kekuatan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Program UMKM Naik Kelas akan memberikan pembinaan, pelatihan, serta pendampingan kepada para pelaku usaha. Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bisnis, membuka akses pasar yang lebih luas, dan memperkuat daya saing UMKM.

Baca Juga: Prediksi Skor RB Salzburg vs Pafos FC, Penentu Tiket Babak Playoff di UEFA Europa League

Pemanfaatan dana zakat secara produktif diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu melahirkan pelaku usaha yang lebih mandiri dan memiliki bisnis yang berkelanjutan.

Bagian dari Program Hadapi Dampak El Nino

Program tersebut juga menjadi bagian dari campaign El Nino Survival yang digagas BMM. Program ini ditujukan untuk membantu UMKM menghadapi tantangan yang muncul akibat perubahan iklim dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi.

Sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha antara lain kenaikan harga bahan baku, gangguan rantai pasok, penurunan produktivitas, hingga melemahnya daya beli masyarakat.

Baca Juga: Panduan Cek Saldo KKS yang Benar Saat Masa Transisi Pencairan Bansos Tahap Kedua ke Tahap Ketiga

Situasi tersebut membuat pelaku UMKM dituntut tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan dan melakukan transformasi agar bisnis tetap dapat berkembang.

Peluncuran UMKM Naik Kelas menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.

Program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang dengan melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang tumbuh, berkembang, mandiri, dan turut memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor umkm jne