BRI Salurkan KUR Rp103,81 Triliun hingga Juni 2026, Tembus 2 Juta Debitur UMKM

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:56 WIB
BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun hingga Juni 2026
BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun hingga Juni 2026

RADAR BOGOR – Dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM terus diperkuat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. 

Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta debitur di berbagai daerah di Indonesia.

Penyaluran tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif sekaligus mendorong UMKM agar semakin produktif dan mampu berkembang menjadi usaha dengan skala lebih besar.

KUR BRI hingga pertengahan 2026 mayoritas mengalir ke sektor-sektor produktif yang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional.

Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan porsi mencapai 42,68 persen dari total penyaluran. Berikutnya, sektor perdagangan menyerap sekitar 32,34 persen.

Besarnya penyaluran pada sektor produktif menunjukkan bahwa pembiayaan KUR diarahkan kepada usaha yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Diminta Kosongkan Lapak, Pedagang Tanaman Hias Jalan Semeru Mengadu ke DPRD Kota Bogor

Akses modal tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan bisnis, tetapi juga membantu pelaku UMKM memperbaiki kondisi finansial dan meningkatkan kapasitas usahanya.

KUR BRI Dorong UMKM Naik Kelas

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, KUR menjadi salah satu instrumen penting bagi perseroan dalam memperkuat daya saing UMKM.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, BRI terus mengarahkan pembiayaan KUR kepada sektor-sektor produktif yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian.

Menurut Akhmad, pembiayaan tersebut juga memiliki peran dalam memperkuat ketahanan pangan, menumbuhkan kewirausahaan, serta memperluas pemerataan ekonomi di berbagai wilayah melalui pemberdayaan pelaku usaha.

“KUR tidak hanya berfungsi sebagai sumber pembiayaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkokoh fondasi ekonomi nasional dari tingkat masyarakat," tutur Akhmad.

"Dengan akses modal yang semakin luas dan tepat sasaran, UMKM dapat berkembang, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan kontribusi ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Akhmad.

Penyaluran KUR yang banyak diarahkan ke sektor pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

487 Ribu Debitur KUR BRI Berhasil Naik Kelas

Dampak penyaluran KUR juga terlihat dari jumlah debitur yang berhasil mengalami graduasi.

Graduasi merupakan kondisi ketika pelaku usaha yang sebelumnya memperoleh pembiayaan melalui KUR telah berkembang sehingga mampu mengakses pembiayaan komersial.

Baca Juga: Jembatan Cibarengkok Klapanunggal Rampung, Polri Bangun 11 Jembatan di Kabupaten Bogor

Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 487 ribu debitur KUR BRI telah mengalami graduasi.

Jumlah tersebut setara dengan 50,71 persen dari target graduasi BRI sepanjang 2026 yang mencapai 962 ribu debitur.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyaluran KUR tidak berhenti pada perluasan akses permodalan.

Program tersebut juga diarahkan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan skala usaha penerima pembiayaan secara berkelanjutan.

BRI Salurkan KPP Rp10,7 Triliun

Selain memperkuat pembiayaan UMKM melalui KUR, BRI juga melanjutkan dukungan terhadap ekosistem sektor perumahan melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan.

Sampai Juni 2026, realisasi KPP BRI telah mencapai Rp10,7 triliun. Angka tersebut setara dengan sekitar 89 persen dari target penyaluran KPP BRI tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp12 triliun.

Pembiayaan tersebut mencakup dua sisi, yakni dukungan kepada pelaku usaha dalam penyediaan hunian serta pembiayaan bagi masyarakat dari sisi permintaan.

Penyaluran KPP diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri perumahan sekaligus menciptakan dampak berantai terhadap berbagai aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: Kasus Perundungan Pelajar di Kota Bogor Berakhir Damai, Keluarga Pelaku Jamin Biaya Pengobatan

Dalam menjalankan seluruh program pembiayaan tersebut, Akhmad menegaskan BRI tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian.

Transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam proses penyaluran kredit.

Hal tersebut diperlukan karena dana yang digunakan dalam penyaluran KUR berasal dari dana perbankan yang dihimpun dari masyarakat.

Karena itu, kualitas kredit tetap menjadi perhatian agar penyaluran pembiayaan dapat memberikan manfaat optimal sekaligus menjaga keberlanjutan program. (***)

Editor : Yosep Awaludin
umkm bri kredit usaha rakyat