RADAR BOGOR – Pasar mobil listrik dunia kembali memperlihatkan pertumbuhan pada Juli 2026.
Sekitar 1,85 juta mobil listrik terjual dalam satu bulan, atau meningkat sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan mobil listrik tersebut terutama didorong oleh pasar Eropa yang kini semakin kuat menjadi salah satu penggerak utama penjualan kendaraan listrik global.
Di sisi lain, perkembangan pasar di China dan Amerika Utara justru cenderung melambat, dengan penjualan di Amerika Utara sempat berada di bawah capaian tahun sebelumnya.
Eropa Jadi Motor Pertumbuhan Mobil Listrik
Perubahan peta pasar kendaraan listrik global menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.
Kebijakan pemerintah juga memainkan peranan penting. Di kawasan Eropa, pengetatan aturan terkait emisi karbon mendorong produsen otomotif mempercepat pengembangan sekaligus memperbanyak pilihan kendaraan listrik.
Baca Juga: Pendaftaran Bansos Makin Mudah, Digitalisasi PKH Pangkas Proses hingga Ratusan Hari
Selain regulasi, semakin beragamnya model yang tersedia serta harga kendaraan listrik yang mulai lebih kompetitif turut mendorong minat konsumen.
Kondisi tersebut membuat Eropa menjadi kawasan dengan pertumbuhan permintaan mobil listrik yang cukup kuat dibandingkan sejumlah pasar utama lainnya.
Penjualan Mobil Listrik Sempat Melambat di Awal 2026
Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), pasar mobil listrik dunia sebenarnya sempat menghadapi perlambatan pada paruh pertama 2026.
Pelemahan permintaan terutama terjadi di dua pasar besar, yakni China dan Amerika Serikat. Namun, situasi tersebut kemudian berubah pada kuartal kedua.
Penjualan mobil listrik global melonjak sekitar 35 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Bahkan, rekor penjualan bulanan berhasil dicapai di sekitar 50 negara.
Perkembangan positif tersebut kemudian membuat IEA menaikkan perkiraan pangsa mobil listrik terhadap total penjualan mobil dunia sepanjang 2026.
Pangsa Pasar Mobil Listrik Diproyeksi Capai 29 Persen
IEA sebelumnya memperkirakan kendaraan listrik akan menguasai sekitar 28 persen dari penjualan mobil global pada 2026.
Seiring membaiknya penjualan, proyeksi tersebut kemudian dinaikkan menjadi sekitar 29 persen.
Angka tersebut setara dengan kurang lebih 23 juta unit kendaraan listrik yang diperkirakan terjual sepanjang tahun ini.
Kenaikan proyeksi tersebut memperlihatkan bahwa perlambatan yang terjadi di beberapa negara belum cukup untuk menghentikan pertumbuhan pasar kendaraan listrik secara global.
Baca Juga: Digitalisasi Pendaftaran Bansos PKH Diperluas, Presiden Prabowo: Warga Tak Mampu Tak Boleh Bayar
Krisis Energi Ikut Mendorong Minat Kendaraan Listrik
Faktor energi juga turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan kendaraan listrik.
Konflik di kawasan Timur Tengah membuat kondisi harga dan pasokan bahan bakar minyak global semakin tidak menentu.
Situasi tersebut mendorong konsumen maupun pemerintah di sejumlah negara untuk kembali mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap minyak impor.
Sektor transportasi jalan raya sendiri memiliki peran besar dalam konsumsi energi global karena menyumbang hampir separuh dari keseluruhan konsumsi minyak dunia.
Karena itu, peningkatan penggunaan kendaraan listrik dinilai tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga ketahanan energi dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Industri Otomotif Berlomba Perkuat Ekosistem EV
Lonjakan pasar kendaraan listrik juga membawa dampak terhadap industri otomotif secara lebih luas.
Produsen mobil terus meningkatkan portofolio kendaraan listrik, sementara perusahaan baterai berlomba mengembangkan teknologi dan kapasitas produksi.
Di saat yang sama, penyedia infrastruktur pengisian daya juga memperluas jaringan untuk mengikuti pertumbuhan jumlah kendaraan listrik.
Persaingan tersebut membuat ekosistem kendaraan listrik berkembang secara bersamaan, mulai dari manufaktur kendaraan hingga infrastruktur pendukung.
Harga dan Infrastruktur Masih Jadi Tantangan
Meski prospek pasar kendaraan listrik global semakin positif, pertumbuhannya belum berlangsung secara merata di seluruh negara.
Baca Juga: Cara Sanggah Penangguhan Bansos PKH BPNT Tahap 3 karena Terindikasi Game Online Terlarang
Harga mobil listrik yang masih relatif tinggi di sejumlah pasar menjadi salah satu hambatan. Selain itu, ketersediaan stasiun pengisian daya yang belum merata juga menjadi persoalan yang perlu diselesaikan.
Perbedaan kebijakan insentif pemerintah serta kemampuan daya beli masyarakat turut memengaruhi kecepatan adopsi kendaraan listrik di masing-masing negara.
Dengan demikian, meskipun penjualan mobil listrik global menunjukkan tren positif, masih membutuhkan dukungan kebijakan, infrastruktur, harga yang lebih terjangkau, serta peningkatan daya beli agar dapat berlangsung lebih merata di berbagai kawasan dunia. (Ara/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin