RADAR BOGOR – Batam semakin diperhitungkan sebagai salah satu kawasan strategis bagi pengembangan industri dan investasi di Indonesia.
Melihat potensi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat dukungan terhadap investor melalui layanan perbankan yang terintegrasi dengan kebutuhan bisnis.
Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Batam Investment Forum 2026 yang berlangsung di Batam, Kepulauan Riau, Kamis 13 Agustus 2026.
Forum tersebut menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peluang investasi, penguatan iklim usaha, serta pengembangan ekosistem bisnis di Batam yang memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri dan pintu masuk investasi asing ke Indonesia.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Group Head Corporate Banking 4 BRI Adhi Pratama, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis.
Kemudian Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar, Kepala OJK Kepulauan Riau Sinar Danandjaya, serta Wakil Ketua Umum HKI Wilayah Kepulauan Riau Peter Vincent.
Baca Juga: Kabar Gaji ASN 2027 Terbaru, Segini Gaji PNS dan PPPK 2026
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menjelaskan, kebutuhan perusahaan dan investor dapat berubah mengikuti perkembangan bisnis.
Karena itu, dukungan perbankan tidak cukup hanya berorientasi pada pembiayaan, tetapi juga perlu mencakup berbagai kebutuhan perusahaan sejak tahap awal investasi hingga kegiatan usaha berjalan.
Menurut Riko, setiap investor memiliki kebutuhan berbeda berdasarkan tahapan bisnis yang sedang dijalankan.
BRI berupaya menyediakan layanan yang dapat menyesuaikan kebutuhan tersebut sehingga perusahaan memperoleh dukungan finansial sekaligus akses terhadap ekosistem bisnis yang menunjang pertumbuhan usaha.
Investor memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, mulai dari ketika menyiapkan investasi, membangun fasilitas usaha, hingga memasuki tahap operasional.
"Karena itu, BRI berusaha memberikan solusi yang dapat mengikuti setiap tahapan tersebut, sehingga investor dapat menjalankan bisnis dengan lebih optimal,” kata Riko.
Dukungan BRI terhadap investor asing juga diperkuat melalui tim Foreign Direct Investment (FDI).
Tim ini secara khusus membantu BRI memahami kebutuhan investor yang hendak menanamkan modal dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan investor dapat dihubungkan dengan berbagai kemampuan dan layanan yang dimiliki BRI Group.
Dukungan yang diberikan pun tidak hanya berupa fasilitas pembiayaan, tetapi meliputi kebutuhan transaksi dan operasional perusahaan.
Baca Juga: Rumah di Empang Kota Bogor Terbakar, Diduga Imbas Bocah Main Api
Riko menuturkan, BRI berupaya menjadi mitra bagi investor sejak awal mereka memulai kegiatan usaha di Indonesia.
Untuk itu, layanan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan seperti transaksi perbankan, trade and forex, pengelolaan arus kas, hingga solusi yang mendukung aktivitas operasional perusahaan.
“Peran BRI ingin dimulai sejak investor merencanakan dan membangun bisnis di Indonesia. Jadi, layanan yang kami berikan tidak sebatas pembiayaan. Investor juga dapat memperoleh dukungan untuk transaksi, trade and forex, cash flow management, hingga kebutuhan operasional perusahaan,” ujarnya.
Ekosistem tersebut semakin diperkuat melalui sinergi berbagai anak perusahaan BRI Group.
Salah satunya BRI Insurance (BRINS) yang menyediakan perlindungan terhadap aset yang berkaitan dengan kegiatan investasi.
Perlindungan tersebut dapat mencakup berbagai aset perusahaan, seperti bangunan pabrik, mesin dan peralatan, kendaraan, hingga kebutuhan asuransi mikro.
Di sisi lain, BRI Finance turut memberikan dukungan melalui solusi pembiayaan kendaraan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas maupun operasional perusahaan.
Kolaborasi antar-entitas dalam BRI Group tersebut membuat dukungan kepada investor menjadi lebih luas.
Perusahaan tidak hanya mendapatkan solusi pembiayaan, tetapi juga perlindungan terhadap aset serta layanan yang dapat menunjang aktivitas bisnis secara berkelanjutan.
Seluruh kemampuan tersebut kemudian dihadirkan melalui konsep One BRI Solution.
Baca Juga: Liburan ke China, Dhea Ananda Pilih Naik Eskalator Gunung hingga Uji Nyali di Glass Bridge Zhangjiaj
Melalui konsep ini, kebutuhan finansial perusahaan dapat dilayani dalam satu ekosistem dengan solusi yang disesuaikan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan bisnis masing-masing.
Adapun layanan yang tersedia meliputi rekening perusahaan, corporate card, transaksi valuta asing, trade finance, bank garansi, cash management, payroll.
Hingga fasilitas yang dapat dimanfaatkan karyawan perusahaan, termasuk pembiayaan kepemilikan rumah dan kendaraan.
Penguatan layanan tersebut dinilai relevan dengan perkembangan Batam sebagai salah satu kawasan tujuan investasi.
Masuknya perusahaan baru ke kawasan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga memberikan dampak lanjutan terhadap perekonomian daerah.
Investasi yang tumbuh dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal, pemasok, serta tenaga kerja untuk terlibat dalam rantai pasok industri.
Dengan demikian, manfaat investasi diharapkan dapat menyebar ke berbagai sektor dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian.
Baca Juga: HUT ke-81 RI, Forkopimda Kabupaten Bogor Gelar Renungan Suci di TMP Pondok Rajeg
Riko menegaskan, BRI optimistis dapat mengambil peran sebagai mitra strategis bagi investor melalui kemampuan layanan yang terintegrasi, jaringan yang luas, serta ekosistem nasabah dari berbagai segmen.
Dengan layanan yang saling terhubung, jaringan yang luas, dan dukungan ekosistem nasabah dari berbagai sektor, BRI yakin dapat menjadi partner bagi investor dengan solusi yang komprehensif.
"Kami juga ingin terus mendorong hadirnya investasi berkualitas yang memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi Batam dan Indonesia,” pungkas Riko. (***)
Editor : Yosep Awaludin