Pelatihan Ekspor BRI Peduli Antarkan PT MJEthnic Craft Indonesia Tembus Pasar Internasional

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:17 WIB
PT MJEthnic Craft Indonesia dari Jayapura berhasil menembus pasar internasional setelah mengikuti pelatihan ekspor BRI Peduli. (Dok. BRI)
PT MJEthnic Craft Indonesia dari Jayapura berhasil menembus pasar internasional setelah mengikuti pelatihan ekspor BRI Peduli. (Dok. BRI)

RADAR BOGOR -  Papua memiliki kekayaan budaya yang tercermin melalui beragam kerajinan tangan yang dihasilkan para pengrajin lokal. Keahlian tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan menghasilkan karya dengan nilai budaya yang kuat. Namun, tidak seluruh produk kerajinan tersebut mampu memperoleh akses ke pasar yang lebih luas.

Kondisi itu mendorong Sukma Ayu Mayangsari untuk membangun usaha di Jayapura pada 2022. Berawal dari sebuah toko daring sederhana, ia mencoba memperkenalkan berbagai kerajinan khas Papua dengan memasarkan produk buatan pengrajin setempat kepada konsumen yang lebih luas.

Bisnis tersebut kemudian berkembang dan bertransformasi menjadi PT MJEthnic Craft Indonesia. Perusahaan kini tidak hanya memasarkan kerajinan Papua, tetapi juga menjadi distributor berbagai produk UMKM dari sejumlah daerah di Indonesia. Perkembangannya turut membuka kesempatan bagi produk lokal untuk menembus pasar luar negeri.

Baca Juga: 81 Tahun Indonesia Merdeka, Inilah 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Negeri

Pada tahap awal, PT MJEthnic Craft Indonesia memang lebih banyak berkonsentrasi pada produk kerajinan Papua. Seiring meningkatnya kepercayaan konsumen dan permintaan pasar, jenis produk yang ditawarkan semakin beragam. Kini, perusahaan turut memasarkan berbagai produk UMKM Nusantara, mulai dari kerajinan, fesyen, aksesori, hingga makanan khas daerah.

Bagi Sukma, setiap produk yang dipasarkan tidak sekadar memiliki nilai ekonomi. Di dalamnya terdapat cerita mengenai budaya, kehidupan, serta keterampilan para pengrajin yang menghasilkan karya tersebut. Karena itu, pengembangan bisnisnya juga diarahkan agar memberikan dampak positif kepada masyarakat yang selama ini bergantung pada hasil kerajinan mereka.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemberdayaan pengrajin lokal, terutama kaum perempuan. Sukma juga berkomitmen menyisihkan 2,5 persen dari setiap hasil penjualan untuk membantu masyarakat kurang mampu di Papua.

"Pelatihan Ekspor BRI Peduli menambah ilmu dan wawasan saya tentang dunia ekspor, selain itu, saya juga mendapat kesempatan menambah jejaring dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia," ungkap Sukma.

Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha akan memiliki nilai lebih apabila pertumbuhannya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Seiring bisnisnya berkembang, Sukma menyadari perlunya meningkatkan kemampuan agar dapat menghadapi persaingan di pasar global. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengikuti Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan melalui program Peduli BRI.

Program tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi Sukma mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan kegiatan ekspor. Selain memperoleh wawasan baru, ia juga mendapatkan kesempatan memperluas jaringan dengan sesama pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Sukma, pengalaman mengikuti pelatihan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas karena pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan bisnis sekaligus memperbesar peluang produk lokal memasuki pasar internasional.

Perjalanan bisnis yang bermula dari Jayapura kini telah berkembang hingga menjangkau konsumen di berbagai negara. Produk-produk yang dipasarkan PT MJEthnic Craft Indonesia telah berhasil menembus sejumlah pasar internasional, di antaranya Australia, Belanda, Uzbekistan, Italia, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Sukma menilai dukungan BRI menjadi salah satu faktor yang membantu pelaku UMKM seperti dirinya untuk terus berkembang. Ia mengapresiasi pendampingan yang diberikan BRI kepada pelaku usaha lokal, terutama dalam mendorong mereka meningkatkan kapasitas hingga mampu bersaing di pasar internasional.

Ia memandang BRI tidak hanya berperan sebagai institusi keuangan, tetapi juga sebagai mitra bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis sekaligus memberikan dampak sosial. Semangat tersebut sejalan dengan prinsip usaha yang dijalankannya, yakni membangun bisnis kecil dengan dampak yang besar bagi masyarakat.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, perseroan secara berkelanjutan menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha. Salah satu bentuknya adalah Program Pelatihan Ekspor yang dirancang agar pelaku UMKM lebih memahami tahapan memasuki pasar internasional.

Dalam program tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai berbagai aspek perdagangan lintas negara. Materinya meliputi strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, serta teknik pengemasan dan pembangunan merek yang disesuaikan dengan karakteristik konsumen internasional.

Dhanny menilai perjalanan Sukma bersama PT MJEthnic Craft Indonesia menunjukkan bahwa keberanian pelaku UMKM untuk berkembang akan semakin kuat ketika didukung akses terhadap pengetahuan dan pembelajaran yang sesuai.

Menurutnya, perpaduan antara semangat kewirausahaan dan kesempatan memperoleh peningkatan kapasitas dapat membuka peluang lebih besar bagi produk lokal untuk naik kelas dan menjangkau pasar global.

"Kisah Sukma Ayu Mayangsari dengan PT MJEthnic Craft Indonesia merupakan salah satu contoh bahwa saat semangat pelaku UMKM bertemu akses pembelajaran yang tepat, maka peluang tumbuh dan menjangkau pasar internasional semakin terbuka," ujar Dhanny.

Editor : Eka Rahmawati
PT MJEthnic Craft ekspor bri