Jelang Beroperasi, EIGER Nature di Bogor Bakal Serap 1.200 Lebih Tenaga Kerja

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:28 WIB
EIGER Nature di Desa Sukagalih, Megamendung, Kabupaten Bogor akan dibuka pada September 2026 mendatang serta bakal menyerap lebih dari 1.200 tenaga kerja. (Dok. EIGER)
EIGER Nature di Desa Sukagalih, Megamendung, Kabupaten Bogor akan dibuka pada September 2026 mendatang serta bakal menyerap lebih dari 1.200 tenaga kerja. (Dok. EIGER)

RADAR BOGOR - EIGER Nature menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ekowisata secara berkelanjutan di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Menjelang rencana pembukaan bagi masyarakat pada September 2026, perubahan identitas dari EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature tidak hanya berkaitan dengan pergantian nama. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk kembali mempertegas tujuan, konsep, serta arah pengembangan destinasi tersebut.

Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menjelaskan bahwa pihaknya berupaya menghadirkan konsep ekowisata yang tidak berhenti pada penyediaan aktivitas di alam.

Destinasi tersebut juga diarahkan agar mampu memberikan pengalaman yang bernilai, pengetahuan bagi pengunjung, sekaligus menghasilkan manfaat bagi lingkungan, budaya, dan masyarakat sekitar.

Menurut Imanuel, EIGER Nature merupakan bagian dari proses panjang EIGER dalam memahami dan belajar dari hubungan antara alam, budaya, serta manusia.

Karena itu, perubahan identitas tersebut mencerminkan tekad perusahaan untuk mengembangkan destinasi ekowisata yang memberikan manfaat bagi pengunjung sekaligus berkontribusi terhadap kelestarian alam, keberadaan budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan kondisi ekologis kawasan, sejumlah langkah telah dilakukan, salah satunya melalui program penghijauan. Hingga kini, EIGER Nature telah melakukan penanaman lebih dari 120.000 pohon dan sekitar 8 juta semak serta tanaman penutup tanah.

"EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan  panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia, perubahan ini bukan sekadar tentang  nama, tetapi tentang komitmen kami untuk  membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat," ujarnya.

Selain penghijauan, upaya keberlanjutan juga mencakup pemulihan lahan, inventarisasi keanekaragaman hayati, pengelolaan sumber daya air dan hidrologi, serta penerapan sistem pengelolaan sampah.

Pengembangan kawasan tersebut turut memberikan dampak pada aspek sosial dan ekonomi. Saat ini, lebih dari 500 tenaga kerja telah terlibat dalam berbagai kegiatan, dengan sekitar 300 di antaranya berasal dari masyarakat di sekitar kawasan.

Ketika beroperasi secara penuh, EIGER Nature diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 1.200 kesempatan kerja.

Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, EIGER Nature juga menetapkan alokasi sebesar 5 persen dari laba bersih untuk mendukung berbagai program yang berkaitan dengan konservasi lingkungan, pelestarian budaya, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dana tersebut akan diarahkan antara lain untuk kegiatan konservasi, pengelolaan limbah, serta program 1 Ticket 1 Tree.

Imanuel juga menjelaskan bahwa EIGER Nature dikembangkan dengan konsep yang memadukan unsur alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality. Pengunjung nantinya dapat menikmati beragam aktivitas yang berorientasi pada alam, seperti Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, dan Forest Adventure.

Selain berbagai aktivitas tersebut, destinasi ini juga menyediakan pengalaman bermalam melalui Forest Camp yang mencakup Camping Ground, Glamping, dan Cabin.

Dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung, EIGER Nature turut mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui konsep paperless dan integrated experience. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui keterhubungan aplikasi, wristband, sistem akses, penyediaan informasi, serta transaksi digital dengan menggunakan EIGER Coins.

Pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk mempermudah pengunjung selama berada di kawasan tanpa mengurangi pengalaman utama dalam berinteraksi secara langsung dengan alam.

Melalui keseluruhan konsep tersebut, EIGER Nature ingin menciptakan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada rekreasi. Pengunjung diharapkan dapat meninggalkan kawasan dengan membawa pengalaman baru, pemahaman yang lebih luas, serta makna yang diperoleh dari interaksi dengan alam, budaya, dan lingkungan sekitar.

"Kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru," tandas Imanuel.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
Eiger Nature bogor tenaga kerja