Prabowo Ungkap Potensi Bank Emas, BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton lewat Ultra Mikro

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:32 WIB
Melalui PT Pegadaian yang menjadi bagian Holding UMi, BRI Group memperkuat ekosistem emas nasional. (Dok. BRI)
Melalui PT Pegadaian yang menjadi bagian Holding UMi, BRI Group memperkuat ekosistem emas nasional. (Dok. BRI)

RADAR BOGOR - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menilai keberadaan Bank Emas Indonesia memiliki prospek besar sebagai salah satu instrumen strategis dalam mengoptimalkan potensi kekayaan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada Jumat, 14 Agustus 2026 lalu.

Menurut Presiden, pengembangan Bank Emas merupakan bagian dari strategi pemerintah agar komoditas emas yang berasal dari Indonesia tidak berhenti pada aktivitas pertambangan.

Emas juga diharapkan dapat dikelola, disimpan, diperjualbelikan, dan dikembangkan sehingga mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Baca Juga: BRI Kenalkan Tampilan Baru Qlola by BRI, Perkuat Solusi Digital Terintegrasi

Arah kebijakan tersebut sejalan dengan pengembangan ekosistem keuangan yang dilakukan Danantara melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama Holding Ultra Mikro (UMi). Melalui PT Pegadaian sebagai bagian dari Holding UMi, BRI Group terus memperluas dan memperkuat ekosistem emas nasional dari sisi hulu hingga hilir.

Hingga saat ini, total kelolaan ekosistem emas dalam Holding Ultra Mikro telah mencapai 153 ton. Ekosistem tersebut mencakup berbagai produk dan layanan, mulai dari deposito emas, gadai emas, tabungan emas, cicilan emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, bullion trading, hingga layanan penitipan emas korporasi.

Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan emas sebagai instrumen investasi sekaligus sarana penyimpan nilai. Di sisi lain, emas juga mulai memiliki peran dalam mendukung akses pembiayaan serta memperkuat ekosistem keuangan masyarakat.

Group CEO BRI Hery Gunardi menilai pengembangan ekosistem emas melalui Pegadaian merupakan salah satu bentuk nyata sinergi dalam Holding Ultra Mikro. Menurutnya, langkah tersebut turut mendukung agenda pemerintah dalam mengoptimalkan potensi kekayaan Indonesia sekaligus membuka akses masyarakat yang lebih luas terhadap berbagai layanan keuangan.

Hery menyebut arahan Presiden semakin mempertegas posisi emas sebagai komoditas yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian Indonesia.

Karena itu, BRI bersama Pegadaian melalui Holding Ultra Mikro akan terus mengembangkan ekosistem emas agar semakin terintegrasi dan inklusif. Dengan jumlah kelolaan yang telah mencapai 153 ton, ia melihat peluang pengembangan ekosistem tersebut masih sangat terbuka.

“Melalui Holding Ultra Mikro, BRI bersama Pegadaian terus memperkuat ekosistem emas agar semakin terintegrasi, inklusif, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat maupun perekonomian nasional,” ujar Hery.

Holding UMi Dorong Masyarakat Bangun Aset

Penguatan ekosistem emas juga menjadi bagian dari perkembangan Holding Ultra Mikro setelah hampir lima tahun mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM dalam melayani masyarakat di segmen mikro serta ultra mikro.

Pada periode awal pembentukannya, Holding UMi lebih banyak diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan inklusi keuangan. Kini, perannya berkembang dengan mendorong masyarakat tidak hanya memperoleh akses finansial, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membangun aset dan memperkuat kondisi keuangan secara berkelanjutan.

Hery menjelaskan bahwa perjalanan tersebut menggambarkan proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara bertahap. Akses terhadap layanan keuangan diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, kemudian mengakumulasi aset hingga akhirnya meningkatkan kesejahteraan.

Ke depan, BRI bersama Pegadaian dan PNM dalam Ekosistem Ultra Mikro berencana melanjutkan penguatan integrasi layanan, memperluas jangkauan masyarakat, serta menghadirkan berbagai inovasi. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran emas sebagai instrumen yang mendukung inklusi sekaligus memperdalam sektor keuangan nasional.

Hery menilai Indonesia memiliki potensi sumber daya emas yang besar. Tantangan selanjutnya adalah membangun sistem yang mampu mengelola potensi tersebut secara terintegrasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

BRI Group melalui Holding Ultra Mikro menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam penguatan ekosistem tersebut agar kekayaan nasional dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap ketahanan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“BRI Group melalui Holding Ultra Mikro siap mengambil peran memperkuat ekosistem tersebut dan memastikan kekayaan Indonesia dapat menjadi sumber kekuatan bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.

Editor : Eka Rahmawati
bri emas ultra mikro