BRI Dampingi Quinn Kitchen dari Dapur Rumahan ke Pasar Global

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:07 WIB
Pikat pembeli dari Singapura hingga Belanda, produk UMKM Asal Sumut perluas dampak bersama pemberdayaan BRI.
Pikat pembeli dari Singapura hingga Belanda, produk UMKM Asal Sumut perluas dampak bersama pemberdayaan BRI.

RADAR BOGOR - Siapa sangka, racikan sambal yang awalnya hanya dibagikan kepada keluarga dan teman bisa membawa produk kuliner asal Sumatera Utara hingga ke panggung internasional?

Kisah itu datang dari Quinn Kitchen, UMKM kuliner yang dirintis Rudy Yanto di Kota Medan. 

Berawal dari dapur rumahan, usaha tersebut kini berkembang menjadi bisnis pangan kemasan yang mulai dilirik calon pembeli dari luar negeri.

Baca Juga: Update Pencairan PKH BPNT Tahap 3 2026, Cek Status Kartu KKS Anda Sekarang

Perjalanan Quinn Kitchen tidak berlangsung dalam semalam. 

Di balik produk sambal yang kini dibawa ke pasar global, ada proses panjang mulai dari menjaga cita rasa khas daerah, membangun merek, meningkatkan kapasitas produksi, hingga mendapatkan pendampingan untuk memperkuat fondasi bisnis.

Berawal dari Kegemaran Meracik Sambal

Quinn Kitchen lahir pada 2020, dari kegemaran Rudy Yanto mengolah sambal dengan memanfaatkan bahan-bahan khas Sumatera Utara.

Cabai gunung dari Berastagi, andaliman, kecombrang, hingga hasil laut lokal menjadi bagian dari racikan yang dikembangkan Rudy. 

Pada awalnya, sambal tersebut hanya dibuat untuk keluarga dan teman dekat.

Namun, respons yang diterima justru membuka peluang baru. 

Banyak yang menyukai rasa sambal buatannya sehingga Rudy mulai menjual produk tersebut dengan sistem pre-order.

Dari langkah sederhana itu, Rudy kemudian melihat peluang yang lebih besar. 

Ia ingin menjadikan cita rasa khas Sumatera Utara sebagai produk yang dapat dinikmati lebih luas, termasuk oleh konsumen di luar Indonesia.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan Quinn Kitchen melalui produk pangan kemasan yang praktis dan modern, tetapi tetap mempertahankan karakter rasa Nusantara.

Pendampingan BRI Bantu Quinn Kitchen Naik Kelas

Dalam perjalanan usahanya, Rudy sebenarnya telah menjadi nasabah simpanan BRI sejak 2014 melalui BRI Unit Berastagi. 

Seiring perkembangan bisnis, hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi kemitraan yang turut mendukung kebutuhan usaha Quinn Kitchen.

Baca Juga: Rincian Nominal dan Wilayah Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 3 Terbaru dari Bank BRI, BNI, dan BSI

Berbagai layanan BRI dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas bisnis, mulai dari transaksi digital menggunakan BRImo, pembayaran melalui QRIS, penggunaan mesin EDC, hingga fasilitas pembiayaan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional.

Namun, bagi Rudy, dukungan yang paling terasa bukan semata-mata berkaitan dengan layanan perbankan.

Ia menilai, pendampingan dan respons dari BRI menjadi bagian penting dalam perjalanan Quinn Kitchen membangun bisnis yang lebih profesional.

"Saya merasakan bagaimana petugas BRI selalu responsif ketika dibutuhkan, memberikan solusi terhadap kebutuhan usaha, serta aktif menawarkan berbagai program yang dapat membantu pelaku UMKM berkembang," kata Rudy Yanto.

Pendampingan tersebut semakin intensif ketika Quinn Kitchen bergabung dalam program Rumah BUMN BRI Medan.

Melalui program pembinaan tersebut, Rudy mendapatkan berbagai materi dan pendampingan yang berkaitan dengan pengembangan usaha.

Mulai dari penyempurnaan model bisnis, peningkatan mutu produk, pemasaran, penguatan identitas merek, hingga pengembangan kapasitas produksi.

Produksi Melonjak, Tenaga Kerja Bertambah

Pendampingan yang diterima perlahan mengubah cara Quinn Kitchen menjalankan bisnis.

Jika sebelumnya produksi masih berada pada skala puluhan botol, kini kapasitasnya telah berkembang hingga ribuan botol.

Pertumbuhan usaha juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang kini mencapai sekitar 20 orang.

Pada saat yang sama, Quinn Kitchen terus membenahi berbagai aspek bisnis.

Baca Juga: Update Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 3 dari Tiga Bank Penyalur, Jumat 21 Agustus 2026

Kualitas produk, desain kemasan, legalitas, hingga strategi pemasaran diperkuat agar produk tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga memiliki kesiapan memasuki pasar internasional.

Perubahan tersebut, menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Quinn Kitchen dari usaha rumahan menjadi UMKM dengan pengelolaan yang semakin profesional.

Berawal dari Program UMKM, Berujung ke Singapura

Peluang yang lebih besar datang ketika Quinn Kitchen mengikuti program inkubasi Pengusaha Muda Brilian (PMB) yang digelar BRI pada 2023.

Dalam program tersebut, Rudy mendapatkan kesempatan memperdalam berbagai aspek bisnis bersama mentor, termasuk Billy Boen dan Andy Zain.

Materi yang dipelajari mencakup pengembangan bisnis, kepemimpinan, branding, hingga inovasi.

Pengalaman tersebut ikut memperkuat kesiapan Quinn Kitchen dalam mengembangkan usahanya.

Hasilnya, Quinn Kitchen berhasil masuk dalam jajaran Top 4 UMKM terbaik Indonesia untuk kategori Food & Beverage.

Pencapaian itu, kemudian membuka kesempatan bagi Quinn Kitchen untuk membawa produknya ke ajang Food & Hotel Asia (FHA) Food & Beverage 2026 di Singapura.

Bagi UMKM asal Medan tersebut, kesempatan tampil di Singapura bukan sekadar mengikuti pameran.

Ajang itu menjadi pintu untuk memperkenalkan produk dengan cita rasa khas Sumatera Utara kepada calon mitra bisnis dari berbagai negara.

Buyer Singapura dan Belanda Mulai Melirik

Peluang ekspor pun mulai terbuka.

Dalam ajang tersebut, Quinn Kitchen berhasil mendapatkan ketertarikan dari sejumlah calon pembeli internasional.

Rudy menyebut terdapat dua perusahaan asal Singapura dan satu perusahaan dari Belanda yang menunjukkan minat terhadap produk Quinn Kitchen.

Saat ini, komunikasi dengan calon buyer tersebut masih berlangsung, termasuk proses pengiriman sampel dan uji coba produk.

"Kami mendapatkan buyer potensial dari Singapura dan Belanda. Saat ini kami masih dalam proses pengiriman sampel dan pembahasan lebih lanjut. Kesempatan ini menjadi langkah besar bagi Quinn Kitchen untuk membawa cita rasa khas Sumatera Utara ke pasar dunia," ujar Rudy.

Tahap tersebut menjadi bagian penting karena keberhasilan menembus pasar ekspor tidak berhenti pada pertemuan dengan calon pembeli.

Produk harus melewati proses komunikasi, pengujian, hingga pembahasan lebih lanjut sebelum peluang kerja sama dapat direalisasikan.

Bagi Quinn Kitchen, proses tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk menguji kesiapan produk lokal menghadapi kebutuhan pasar global.

BRI Dorong UMKM Indonesia Berani Masuk Pasar Global

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan perjalanan Quinn Kitchen menunjukkan pentingnya ekosistem pemberdayaan dalam membantu UMKM berkembang secara berkelanjutan.

Menurutnya, pelaku usaha tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan, peningkatan kapasitas, promosi, serta kesempatan bertemu calon mitra dan pembeli.

"BRI percaya bahwa UMKM Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, kami terus menghadirkan ekosistem pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga membuka akses promosi dan business matching di berbagai ajang internasional," ujar Dhanny.

Ia berharap, semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu berkembang dan membawa produk unggulan daerah ke pasar internasional.

Menurut Dhanny, pertumbuhan UMKM juga memiliki dampak yang lebih luas. Ketika usaha berkembang, peluang penciptaan lapangan kerja ikut terbuka.

Di sisi lain, produk yang dihasilkan juga dapat mengangkat potensi daerah dan memperkenalkan identitas Indonesia kepada masyarakat dunia.

Dari Medan untuk Pasar Dunia

Perjalanan Quinn Kitchen memperlihatkan, produk lokal tidak selalu harus lahir dari perusahaan besar untuk bisa dikenal di pasar internasional.

Dari dapur sederhana di Medan, Rudy Yanto membangun produk dengan mengandalkan kekayaan bahan dan cita rasa Sumatera Utara.

Proses pengembangan bisnis, peningkatan kapasitas, serta pendampingan kemudian membuat usaha tersebut semakin siap menghadapi pasar yang lebih luas.

Kini, langkah Quinn Kitchen memasuki pasar global masih terus berjalan. Ketertarikan dari calon buyer Singapura dan Belanda menjadi salah satu peluang yang sedang dikembangkan.

Baca Juga: CPNS 2027 Diprediksi Dibuka Awal Tahun, Siapkan 7 Dokumen Wajib Ini Sekarang

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI menyatakan akan terus memperkuat perannya dalam menciptakan nilai melalui pemberdayaan UMKM.

Bagi Quinn Kitchen, perjalanan ke pasar dunia mungkin baru memasuki babak berikutnya.

Namun, dari sambal yang dahulu hanya dibagikan kepada keluarga dan teman, kini cita rasa Sumatera Utara telah memiliki kesempatan untuk dikenal hingga mancanegara. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Quinn Kitchen sambal umkm bri