Dari Dapur Rumah hingga Pasar Internasional, Kisah UMKM Keripik Pisang Binaan BRI Naik Kelas

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:50 WIB
Keripik pisang dengan merek Keripik Pisang Visang
Keripik pisang dengan merek Keripik Pisang Visang

RADAR BOGOR – Berawal dari keinginan meningkatkan nilai jual pisang yang melimpah di sekitar tempat tinggal, Wiliyah Wiji Astutik berhasil mengembangkan usaha rumahan menjadi UMKM yang mampu menjangkau pasar internasional.

Melalui PT WWA Andik Sukses, Wiliyah memproduksi keripik pisang dengan merek Keripik Pisang Visang.

Usaha yang dirintis sejak 2019 di Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi telah menjangkau konsumen di Malaysia dan Hong Kong.

Perkembangan bisnis tersebut tidak lepas dari pendampingan berkelanjutan yang diberikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program Rumah BUMN BRI.

Berawal dari Pisang dengan Nilai Jual Rendah

Sebelum diolah menjadi produk makanan ringan, pisang yang melimpah di lingkungan Wiliyah umumnya hanya dijual dalam kondisi mentah.

Harga jualnya pun relatif rendah sehingga belum memberikan nilai ekonomi maksimal bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Hilal Pencairan Susulan Bansos PKH BPNT Tahap 3 Mulai Tampak di SIKS-NG, Cek Status Anda

Melihat kondisi tersebut, Wiliyah mencoba mengolah pisang menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Dengan modal semangat berwirausaha dan keinginan membantu perekonomian keluarga, ia memulai bisnis keripik pisang dari dapur rumah menggunakan peralatan sederhana.

Tahap awal pengembangan produk dilalui dengan berbagai percobaan. Wiliyah harus mencari komposisi yang tepat untuk menghasilkan keripik dengan tekstur renyah, cita rasa sesuai selera konsumen, sekaligus memiliki karakter berbeda dari produk sejenis.

“Pada awal merintis, saya melakukan banyak percobaan untuk menemukan rasa dan tekstur yang paling pas. Target saya adalah menghasilkan camilan yang lezat, berkualitas, dan bisa diterima oleh berbagai kalangan,” kata Wiliyah.

Upaya tersebut kemudian membuahkan hasil. Keripik pisang buatannya memiliki karakter tersendiri yang menjadi daya tarik bagi konsumen.

Salah satu keunikan produk tersebut adalah penggunaan cita rasa alami pisang tanpa tambahan gula. Dengan demikian, rasa manis yang dihasilkan berasal dari buah pisang itu sendiri.

Selain rasa, bentuk keripik juga menjadi pembeda. Produk dibuat tipis dan berbentuk bulat menyerupai keripik kentang, tetapi tetap mempertahankan karakter khas pisang.

Dari berbagai pilihan yang tersedia, varian pisang manis menjadi produk yang paling banyak diminati dan menjadi salah satu produk terlaris Keripik Pisang Visang.

Bergabung dengan Rumah BUMN BRI

Perjalanan bisnis Wiliyah memasuki tahap baru ketika dirinya bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2021.

Informasi mengenai program tersebut diperoleh dari sesama pelaku UMKM binaan di desanya.

Baca Juga: Cara Perpanjang SIM Online 2026, Lengkap dengan Syarat, Tahapan, dan Biayanya

Ia kemudian tertarik mengikuti program tersebut karena melihat berbagai fasilitas pengembangan usaha yang ditawarkan BRI bagi pelaku UMKM.

Menurut Wiliyah, keberadaan Rumah BUMN BRI memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan bisnisnya.

Dukungan yang diterima tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga pendampingan yang membantu usahanya menjadi lebih siap menghadapi persaingan.

“Pendampingan dari Rumah BUMN memberikan pengaruh besar bagi perkembangan bisnis saya. Banyak hal yang terbantu, terutama dalam pembenahan kemasan dan memperluas jaringan bisnis,” tuturnya.

Melalui Rumah BUMN BRI, Wiliyah mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kapasitas usaha.

Di antaranya kurasi BRIncubator, BRILiaNpreneur, bazar klaster di Regional Office Surabaya, pelatihan desain kemasan, fotografi produk, digital marketing, serta penguatan kemampuan bisnis melalui ekosistem e-commerce.

Berbagai program tersebut mendorong transformasi PT WWA Andik Sukses dari usaha UMKM konvensional menjadi bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen dan perkembangan pasar digital.

Pendampingan tersebut juga memberikan dampak terhadap kualitas produk sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Keripik Pisang Visang Tembus Pasar Malaysia dan Hong Kong

Saat ini, produk PT WWA Andik Sukses dipasarkan melalui saluran penjualan offline maupun digital.

Perluasan pemasaran membuat produk keripik pisang tersebut tidak lagi hanya menjangkau konsumen lokal. Keripik Pisang Visang telah berhasil masuk ke pasar internasional, termasuk Malaysia dan Hong Kong.

Baca Juga: Resep Tahu Goreng Bawang dengan Sambal Kecap, Renyah dan Wangi Bawang Putih

Dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari, Wiliyah juga memanfaatkan sejumlah layanan perbankan BRI, seperti Tabungan Simpedes dan QRIS BRI.

Ia turut menggunakan BRImo untuk mendukung transaksi bisnis. Menurutnya, layanan digital tersebut membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis dan membantu efisiensi operasional usaha.

“Pengelolaan transaksi sekarang terasa lebih mudah. BRImo dan QRIS BRI membuat pembayaran dari pelanggan menjadi lebih praktis sehingga aktivitas usaha bisa berjalan lebih efisien,” jelas Wiliyah.

Pertumbuhan bisnis tersebut juga berdampak terhadap masyarakat di sekitar. Kini PT WWA Andik Sukses telah memiliki delapan pekerja.

Dengan demikian, perkembangan usaha tidak hanya meningkatkan skala bisnis Wiliyah, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Target Perluas Pasar Global

Ke depan, Wiliyah masih memiliki ambisi untuk membawa produk Keripik Pisang Visang menjangkau pasar global yang lebih luas.

Sejumlah rencana telah disiapkan, termasuk menciptakan varian rasa baru dan menyediakan pilihan kemasan dengan harga yang lebih ekonomis.

Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas segmen konsumen yang dapat dijangkau.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan perjalanan PT WWA Andik Sukses menunjukkan pentingnya pemberdayaan UMKM dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, UMKM memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Karena itu, BRI melalui Rumah BUMN berupaya menyediakan ekosistem pendampingan yang mencakup peningkatan kemampuan usaha, perbaikan kualitas produk, perluasan pasar, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Baca Juga: Hungaria Dilanda Kekeringan Parah, Danau dan Sungai Mulai Mengering

“UMKM merupakan salah satu fondasi penting perekonomian nasional. Karena itu, BRI berkomitmen membangun ekosistem pemberdayaan melalui Rumah BUMN agar pelaku usaha mendapatkan dukungan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas hingga digitalisasi dan akses pasar,” ujar Dhanny.

Ia menilai keberhasilan UMKM tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan omzet atau skala bisnis, tetapi juga dari kemampuan usaha tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.

Kisah Wiliyah, lanjutnya, menjadi gambaran bahwa usaha yang dimulai dari skala rumah tangga tetap memiliki peluang berkembang hingga pasar internasional apabila mendapatkan pendampingan dan mampu beradaptasi.

Perjalanan dari usaha rumahan hingga mampu menjangkau konsumen luar negeri memperlihatkan besarnya potensi UMKM Indonesia.

"BRI akan terus berperan sebagai mitra bagi pelaku UMKM agar semakin banyak usaha yang berkembang, memiliki daya saing global, dan ikut menggerakkan perekonomian nasional,” pungkas Dhanny. (***)

Editor : Yosep Awaludin
umkm pisang bri keripik pisang