RADAR BOGOR – Merantau ke luar negeri belasan tahun lalu sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), Sri Purwanti yang juga nasabah BRI kini berhasil membangun bisnis kuliner halal di Taipei, Taiwan.
Perempuan asal Cilacap, Jawa Tengah, tersebut mampu mengubah hasil kerja kerasnya selama di perantauan menjadi modal untuk mengembangkan usaha. Sri merupakan nasabah BRI yang secara perlahan mengumpulkan modal dengan menyisihkan penghasilan dan mengelola keuangannya.
Dari kebiasaan tersebut, ia kemudian memberanikan diri membuka usaha kuliner yang menyajikan makanan khas Indonesia.
Baca Juga: BRI Raih Penghargaan ESG 2026, Social Bond Dorong Akses Pembiayaan Inklusif
Usahanya kini berkembang menjadi Kedai Sri Rahayu, restoran Indonesia yang berlokasi di No. 36, Aiguo E Rd, Zhongzheng District, Taipei, tidak jauh dari Taipei Grand Mosque.
Kedai tersebut menjadi salah satu tempat yang banyak dimanfaatkan diaspora Indonesia dan komunitas Muslim di Taipei untuk menikmati makanan dengan cita rasa Nusantara sekaligus memastikan pilihan makanan yang halal.
Ide membuka usaha muncul dari pengalaman Sri ketika pertama kali bekerja di Taiwan. Saat itu, ia mengaku kesulitan menemukan makanan halal yang sesuai dengan selera Indonesia.
“Waktu pertama kali jadi pekerja migran, mencari makanan halal itu luar biasa sulit. Dari situ saya berpikir, teman-teman pekerja lain pasti merasakan kesulitan yang sama,” ujar Sri.
Baca Juga: Bansos Beras 30 Kg Disalurkan Agustus 2026, Ini Mekanisme Salur dan Cara Ambil Bantuan
Melihat peluang tersebut, Sri mulai menyisihkan sebagian penghasilannya. Ia menabung sedikit demi sedikit sambil belajar mengelola keuangan hingga akhirnya memiliki modal untuk merintis usaha.
Dalam proses membangun bisnis, Sri juga memanfaatkan layanan perbankan BRI untuk menabung serta mendukung berbagai kebutuhan transaksi keuangannya antara Taiwan dan Indonesia.
Usaha yang awalnya dibangun dalam skala kecil perlahan berkembang. Sri mempertahankan cita rasa makanan khas Nusantara sekaligus memastikan produk yang dijual memenuhi kebutuhan konsumen Muslim.
Baca Juga: SKTP TPG Juli 2026 Tetap Terbit Meski JJM Baru Disinkron Agustus, Ini 3 Syaratnya
Kini, Kedai Sri Rahayu bukan hanya menyediakan makanan siap santap. Tempat tersebut juga berkembang menjadi toko yang menjual berbagai produk dan bahan pangan khas Indonesia, mulai dari makanan kemasan, bumbu, hingga rempah-rempah.
Beragam menu khas Indonesia tersedia di kedai tersebut, seperti sate bumbu kacang, ayam penyet sambal terasi, bakso urat, pempek Palembang, aneka gorengan, hingga minuman seperti es cendol, es jeruk, dan es teh manis.
Seiring berkembangnya bisnis, Sri juga mulai membuka peluang kerja bagi orang lain. Usahanya bahkan memberikan dampak lebih luas dengan membantu menciptakan lapangan pekerjaan, baik di Taiwan maupun Indonesia.
Baca Juga: Resep Rica-Rica Hati Ampela Pedas Gurih, Bumbunya Meresap, Cocok untuk Lauk Nasi
Aktivitas Sri sebagai pengusaha turut membuat kebutuhan layanan perbankannya semakin tinggi. Untuk mendukung transaksi selama berada di Taiwan, ia kini aktif menggunakan BRImo Taiwan.
Layanan tersebut memungkinkan Sri tetap terhubung dengan layanan perbankan BRI secara digital meski sedang berada di luar negeri. Berbagai transaksi dapat dilakukan melalui telepon genggam sehingga lebih praktis untuk menunjang aktivitas bisnis dan keuangan sehari-hari.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perjalanan Sri menjadi gambaran bahwa PMI memiliki peluang besar untuk berkembang apabila mampu mengelola penghasilan dan memanfaatkan peluang usaha.
Baca Juga: 3 Curug Cantik di Jawa Barat yang Cocok Jadi Destinasi Liburan Akhir Pekan
Menurutnya, keberhasilan Sri bukan hanya tentang membangun restoran Indonesia di Taiwan, tetapi juga bagaimana hasil kerja keras selama menjadi PMI dapat dikembangkan menjadi modal usaha.
“Kisah Ibu Sri menjadi contoh bahwa dengan kerja keras, pengelolaan keuangan yang baik, dan akses layanan keuangan yang semakin mudah, PMI memiliki peluang besar untuk maju,” ujar Dhanny.
BRI, lanjutnya, terus berupaya memperkuat layanan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, termasuk PMI dan diaspora yang memiliki aktivitas ekonomi di negara tempat mereka bekerja.
Baca Juga: Kabar Bansos Sore Ini: PKH Tahap 3 Cair, Buruan Cek Nama Penerima Bantuan
Melalui BRImo Taiwan, BRI berharap masyarakat Indonesia di Taiwan semakin mudah mengakses layanan perbankan, mulai dari kebutuhan transaksi, menabung, mengirimkan hasil kerja kepada keluarga di Indonesia, hingga mempersiapkan dan mengembangkan usaha.
Kisah Sri Purwanti pun menunjukkan bahwa perjalanan sebagai PMI tidak selalu berhenti pada bekerja di negeri orang. Dengan ketekunan mengelola penghasilan dan keberanian melihat peluang, pengalaman di perantauan juga dapat menjadi pijakan untuk membangun bisnis dan kehidupan yang lebih mandiri.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga