BRI Dukung PMI Tumbuh, Perkuat Pemberadayaan Ekosistem Diaspora di Taiwan

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:27 WIB
BRI mendorong diaspora khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) memperkuat pemberdayaan. (Dok. BRI)
BRI mendorong diaspora khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) memperkuat pemberdayaan. (Dok. BRI)

RADAR BOGOR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas dukungannya bagi diaspora Indonesia yang tinggal dan bekerja di luar negeri.

Pendampingan tersebut tidak hanya dilakukan melalui penyediaan layanan keuangan, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan, literasi finansial, serta pengembangan keterampilan kewirausahaan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI mendorong diaspora, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI), agar mampu mengelola penghasilan dan remitansi secara lebih produktif.

Dana yang diperoleh selama bekerja di luar negeri diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat dialokasikan untuk tabungan, investasi, kepemilikan aset, hingga modal usaha di Indonesia.

Salah satu bentuk penguatan layanan tersebut diwujudkan melalui peluncuran BRImo Taiwan di New Taipei City Hall, Minggu, 23 Agustus 2026. Kehadiran layanan ini memungkinkan masyarakat Indonesia di Taiwan memenuhi berbagai kebutuhan finansial melalui satu aplikasi, mulai dari transaksi harian hingga pengiriman dana ke Tanah Air.

Baca Juga: BRI Raih 8 Penghargaan PRIMA Awards 2026, Unggul pada Layanan Pembayaran Digital

Peluncuran BRImo Taiwan sekaligus memperkuat ekosistem layanan BRI di Taiwan setelah sebelumnya perseroan menghadirkan BRI Taipei Branch. Setahun setelah penguatan operasional cabang tersebut, total aset BRI Taipei tercatat telah melampaui US$408 juta.

Sementara hingga akhir Juli 2026, transaksi remitansi Taiwan-Indonesia melalui BRI mencapai sekitar US$490 juta dengan lebih dari 3.400 rekening yang telah dilayani.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa keberadaan BRI di Taiwan diarahkan untuk memperkuat hubungan finansial antara diaspora Indonesia dengan Tanah Air.

Menurutnya, kehadiran BRI tidak sekadar diwujudkan melalui kantor cabang dan layanan digital, tetapi juga dengan mendekatkan kebutuhan finansial masyarakat Indonesia di Taiwan dengan keluarga serta berbagai kebutuhan ekonomi mereka di Indonesia.

“Kami ingin BRI menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan finansial diaspora di Taiwan dengan keluarga dan berbagai kebutuhan finansial di Indonesia,” ujar Dhanny.

Taiwan menjadi salah satu kawasan penting dalam ekosistem diaspora Indonesia. Berdasarkan data KDEI yang digunakan BRI, terdapat sekitar 360 ribu PMI di Taiwan.

Sementara itu, data Bank Indonesia menunjukkan remitansi PMI dari Taiwan mencapai sekitar US$2,97 miliar sepanjang 2025. Nilai tersebut setara dengan kisaran Rp47-48 triliun menggunakan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS dan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2021 yang berada di angka US$1,37 miliar.

Besarnya arus remitansi tersebut menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi PMI sekaligus besarnya kontribusi penghasilan mereka bagi keluarga di Indonesia. Karena itu, BRI mendorong agar pendapatan selama bekerja di luar negeri dikelola secara terencana sehingga dapat menjadi modal untuk membangun kondisi finansial yang lebih kuat pada masa mendatang.

Dukungan tersebut diberikan sejak tahap persiapan keberangkatan, selama PMI berada di negara penempatan, hingga ketika mereka tetap terhubung dengan keluarga di Indonesia. Ekosistem layanan BRI mencakup BRImo, BritAma, Simpedes, serta jaringan BRILink Agen yang membantu keluarga di Tanah Air menerima dan mengelola dana kiriman dari luar negeri.

Dari Penghasilan PMI Menjadi Modal Usaha

BRI juga mendorong agar pengalaman bekerja di luar negeri dapat menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke Indonesia. Salah satu contohnya terlihat dari perjalanan Sri Purwanti, nasabah BRI asal Cilacap, Jawa Tengah, yang telah bekerja sebagai PMI di Taiwan selama belasan tahun.

Selama bekerja, Sri secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya dan mempelajari cara mengelola keuangan. Pengalaman menghadapi kesulitan memperoleh makanan halal di Taiwan kemudian menginspirasinya untuk melihat peluang usaha kuliner.

Dari proses tersebut, Sri akhirnya merintis Kedai Sri Rahayu di kawasan Zhongzheng District, Taipei. Kisah tersebut menunjukkan bahwa pengalaman bekerja di luar negeri dapat menjadi pintu menuju peluang ekonomi baru apabila penghasilan dikelola secara produktif dan diikuti dengan pengembangan keterampilan.

Semangat pemberdayaan tersebut juga diperkuat melalui BRI Peduli sebagai payung kegiatan TJSL BRI. Melalui program BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities, sebanyak 120 PMI di Taiwan memperoleh kesempatan mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kapasitas.

Dalam kegiatan PMI Entrepreneur Connect pada Sabtu, 22 Agustus 2026 para peserta mengikuti pelatihan dan praktik memasak makanan khas Taiwan bersama instruktur. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan kuliner yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha, baik selama berada di Taiwan maupun setelah kembali ke Indonesia.

Sehari berikutnya, Minggu, 23 Agustus 2026 BRI menyelenggarakan Beautypreneur Empowerment Workshop dengan konsep Beauty & Inclusivity.

Para peserta memperoleh demonstrasi sekaligus praktik tata rias bersama beauty trainer profesional sebagai bekal untuk mengembangkan peluang usaha di sektor kecantikan.

Rangkaian program tersebut diarahkan untuk membangun pola pikir kewirausahaan di kalangan PMI. Selain memperoleh penghasilan, mereka diharapkan mampu mengenali peluang usaha, mengembangkan keterampilan, serta mempersiapkan sumber penghasilan baru yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke Tanah Air.

Sifa, PMI asal Surabaya yang mengikuti program tersebut, menilai kegiatan pemberdayaan itu memberikan pandangan baru mengenai peluang ekonomi yang dapat dikembangkan setelah kembali ke Indonesia. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk membangun usaha secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.

BRI menargetkan pendampingan tersebut dapat membantu PMI kembali ke Indonesia dengan kondisi yang lebih siap secara ekonomi. Selain membawa hasil kerja selama di luar negeri, PMI diharapkan memiliki keterampilan, aset, serta kemampuan kewirausahaan yang lebih kuat sehingga mampu menciptakan peluang usaha dan turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“PMI diharapkan kembali dengan keterampilan, aset, dan kemampuan berwirausaha yang lebih kuat sehingga dapat memperkuat perekonomian dan menciptakan lapangan kerja,” pungkas Dhanny.

Editor : Eka Rahmawati
diaspora pmi bri taiwan