RADAR BOGOR – Tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat kerap menarik perhatian masyarakat.
Namun, di balik potensi keuntungan tersebut, masyarakat perlu memastikan legalitas, mekanisme investasi, hingga pihak yang menawarkan sebelum memutuskan menempatkan dana.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dan tidak wajar.
Di tengah semakin banyaknya pilihan produk investasi, masyarakat dinilai perlu memiliki pemahaman yang cukup mengenai karakteristik produk, tingkat risiko, serta kredibilitas pihak yang menawarkan.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyebut meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi merupakan hal yang positif.
Meski demikian, keputusan investasi sebaiknya dilakukan berdasarkan informasi yang lengkap agar sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Baca Juga: Jangan Sepelekan 5 Kebiasaan Ini, Bisa Bikin Transmisi Mobil Matic Rusak
Besarnya potensi keuntungan memang menjadi salah satu faktor yang diperhatikan ketika memilih investasi.
Akan tetapi, masyarakat juga perlu mengetahui cara kerja produk, risiko yang mungkin muncul, serta memastikan identitas dan kredibilitas pihak yang menawarkannya.
"Kelengkapan informasi akan membantu masyarakat mengambil keputusan secara lebih hati-hati,” kata Dhanny.
BRI juga mengingatkan masyarakat untuk memberikan perhatian khusus terhadap penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Terlebih jika pihak yang menawarkan tidak memberikan penjelasan yang transparan mengenai produk maupun identitas perusahaan.
Selain itu, pengecekan legalitas pihak yang menawarkan investasi serta otoritas yang memiliki kewenangan untuk mengawasi produk tersebut menjadi langkah penting sebelum dana disetorkan.
Masyarakat juga tidak boleh langsung menganggap sebuah penawaran sebagai produk resmi hanya karena menggunakan nama, logo, atau identitas perusahaan dan institusi tertentu.
Penggunaan identitas tersebut belum tentu menunjukkan adanya hubungan atau kerja sama resmi dengan perusahaan yang namanya dicatut.
Karena itu, BRI mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penawaran investasi, terutama yang menawarkan imbal hasil atau bunga tinggi secara tidak masuk akal.
“BRI mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru mempercayai penawaran investasi yang menawarkan keuntungan tinggi. Pastikan informasi produk, legalitas pihak yang menawarkan, dan pengawasnya telah diverifikasi terlebih dahulu sehingga keputusan investasi dapat dibuat dengan pertimbangan yang matang,” ujar Dhanny.
Baca Juga: Kisah Dasuki Tinggalkan Bisnis Properti Demi Benahi Cilebut Barat Bogor
Jika mendapatkan penawaran investasi dari oknum yang menjanjikan imbal hasil atau bunga tinggi dan dinilai tidak wajar, masyarakat disarankan tidak langsung melakukan transfer dana.
Masyarakat juga diminta tidak memberikan data pribadi maupun informasi perbankan sebelum memastikan kebenaran penawaran tersebut.
Langkah berikutnya adalah melakukan verifikasi terhadap legalitas pihak yang menawarkan dan mencari informasi mengenai produk melalui kanal resmi perusahaan atau lembaga terkait.
Masyarakat juga perlu memastikan produk tersebut berada di bawah pengawasan otoritas yang memang memiliki kewenangan.
Apabila terdapat dugaan penipuan atau penyalahgunaan nama dan identitas BRI, masyarakat dapat mengamankan bukti berupa percakapan, dokumen penawaran, serta bukti transaksi.
Laporan kemudian dapat disampaikan melalui kanal resmi BRI dan kepada pihak yang berwenang.
Untuk mendapatkan informasi resmi mengenai produk dan layanan BRI, masyarakat dapat mengakses situs resmi BRI.
Informasi juga tersedia melalui Instagram @bankbri_id, X @BANKBRI_ID, @kontakBRI dan @promo_BRI, TikTok @bankbri_id, Facebook dan YouTube BANK BRI, serta Contact BRI 1500017.
Baca Juga: Bantu Warga Kurang Mampu, Korem 061 Gelar Pasar Murah hingga Cek Kesehatan Gratis
Masyarakat juga dapat menghubungi Asisten Virtual BRI Sabrina melalui WhatsApp di 0812-1214-017.
Dengan melakukan verifikasi dan memahami risiko sejak awal, masyarakat diharapkan dapat menghindari penawaran investasi ilegal maupun modus penipuan yang memanfaatkan iming-iming keuntungan tinggi. (***)
Editor : Yosep Awaludin