Kredit BRI Tumbuh 16,2 Persen, NPL Turun Jadi 2,9 Persen hingga Triwulan II 2026

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 10:52 WIB
Ilustrasi BRI
Ilustrasi BRI

RADAR BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat pertumbuhan penyaluran kredit yang tetap kuat hingga akhir Triwulan II 2026.

Di tengah ekspansi bisnis yang terus berjalan, BRI juga berhasil menjaga kualitas aset melalui penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian.

Kinerja tersebut menunjukkan upaya BRI menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kesehatan portofolio kredit.

Hingga Juni 2026, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI tumbuh lebih tinggi dibandingkan industri perbankan, sekaligus diikuti perbaikan sejumlah indikator kualitas aset.

Dalam Press Conference Kinerja Keuangan Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8), Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti mengatakan strategi pertumbuhan perseroan diarahkan pada ekspansi yang sehat dan berkualitas.

Menurut Ety, BRI tidak hanya mengejar peningkatan volume kredit. Setiap ekspansi tetap dilakukan berdasarkan risk appetite perseroan dan prinsip kehati-hatian agar pertumbuhan bisnis dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Baca Juga: KRL Bogor-Jakarta Kota Anjlok di Stasiun Jakarta Kota, Sejumlah Kereta Terancam Terlambat

Ia menilai pertumbuhan kredit yang berada di atas industri, bersamaan dengan perbaikan kualitas aset, menunjukkan bahwa ekspansi BRI masih berada dalam kondisi sehat.

Keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas kredit pun terus dijaga sebagai bagian dari strategi jangka panjang perseroan.

NPL BRI Turun Jadi 2,9 Persen

Salah satu indikator yang menunjukkan perbaikan kualitas aset BRI adalah rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).

Pada akhir Triwulan II 2026, NPL BRI tercatat sebesar 2,9 persen, membaik dibandingkan posisi 3,0 persen pada Triwulan II 2025.

Penurunan tersebut menjadi salah satu gambaran efektivitas strategi pengelolaan risiko yang diterapkan BRI di tengah pertumbuhan penyaluran kredit yang semakin cepat.

Ety menjelaskan, BRI menjalankan pendekatan selective growth atau pertumbuhan selektif dalam menyalurkan kredit.

Ekspansi diarahkan kepada segmen, sektor, serta debitur dengan profil risiko yang telah diperhitungkan.

Strategi tersebut diperkuat dengan sistem peringatan dini atau early warning system.

Selain itu, BRI mengoptimalkan fungsi collection dan recovery untuk menjaga kualitas portofolio kredit secara menyeluruh.

Pengelolaan Risiko Dilakukan dari Awal hingga Recovery

BRI memastikan kualitas kredit tidak hanya dijaga setelah pembiayaan disalurkan. Pengelolaan risiko dilakukan secara menyeluruh sejak proses akuisisi calon debitur.

Baca Juga: Mengapa Nominal TPG Guru Sertifikasi Berbeda? Ini Perbandingan ASN vs Non ASN 2026

Ety menjelaskan bahwa setiap pertumbuhan kredit harus memiliki kualitas yang baik sejak awal.

Karena itu, pengelolaan risiko dilakukan secara end-to-end, mulai dari penyusunan pipeline akuisisi, proses seleksi debitur, pemantauan kualitas kredit, hingga tahapan collection dan recovery.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga portofolio kredit tetap sehat seiring dengan ekspansi bisnis BRI.

Loan at Risk BRI Ikut Membaik

Selain NPL, perkembangan kualitas kredit BRI juga terlihat dari indikator yang bersifat lebih forward-looking, yakni Loan at Risk (LaR).

Hingga akhir Triwulan II 2026, rasio LaR BRI turun menjadi 9,1 persen. Angka tersebut membaik dibandingkan posisi 9,6 persen pada akhir 2025.

Penurunan LaR menunjukkan adanya perbaikan profil risiko dalam portofolio kredit BRI.

Kondisi tersebut juga menjadi gambaran bahwa kualitas kredit baru yang disalurkan perseroan mengalami perkembangan positif.

Perbaikan kualitas aset turut tercermin dari Cost of Credit (CoC). Rasio biaya risiko tersebut turun dari 3,4 persen pada Q2 2025 menjadi 3,1 persen pada akhir Triwulan II 2026.

Penurunan CoC menunjukkan bahwa membaiknya kualitas aset memberikan dampak positif terhadap pengelolaan biaya risiko BRI.

Jaringan Luas BRI Perkuat Diversifikasi Kredit

BRI juga memiliki keunggulan dari sisi jaringan layanan yang tersebar luas serta basis nasabah yang beragam.

Baca Juga: Cara Kuras Air Radiator Honda Vario 125 di Rumah, Ikuti Langkah Ini agar Mesin Tak Overheat

Kondisi tersebut memungkinkan perseroan membangun portofolio kredit yang terdiversifikasi, baik berdasarkan wilayah geografis maupun sektor usaha.

Diversifikasi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat daya tahan BRI ketika menghadapi berbagai perubahan dan dinamika perekonomian.

UMKM Tetap Jadi Core Business BRI

Pengelolaan kualitas kredit menjadi semakin penting karena Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan core business BRI.

Besarnya porsi UMKM dalam bisnis BRI tidak hanya menjadi sarana untuk memperluas inklusi keuangan dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Segmen tersebut juga menjadi portofolio bisnis yang harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian serta pemantauan risiko secara disiplin.

Ety menilai model bisnis berbasis UMKM memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar karena bersentuhan langsung dengan kegiatan produktif masyarakat.

Di sisi lain, BRI terus menunjukkan bahwa portofolio UMKM tetap dapat dikelola dengan tingkat risiko yang terukur.

Dengan manajemen risiko yang disiplin, UMKM diharapkan tetap menjadi salah satu fondasi pertumbuhan BRI sekaligus memperkuat kontribusi perseroan terhadap perekonomian kerakyatan.

Aset BRI Capai Rp2.352 Triliun

Perbaikan kualitas aset tersebut turut menopang kinerja keuangan BRI yang solid hingga Triwulan II 2026.

Total aset BRI Group tercatat mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7 persen secara tahunan (YoY).

Baca Juga: Resident Evil Terbaru Tayang September 2026, Kisah Wabah di Raccoon City Bikin Penasaran

Sementara itu, penyaluran kredit BRI meningkat 16,2 persen YoY menjadi Rp1.646 triliun.

Kinerja positif juga tercermin dari laba bersih konsolidasian perseroan. Hingga Triwulan II 2026, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun, atau tumbuh 17,5 persen YoY.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi bisnis BRI berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas kredit dan memperkuat fundamental perseroan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
bri kredit triwulan II