RADAR BOGOR - Bank bjb terus memperluas jangkauan pelayanan perbankannya melalui kehadiran Kantor Cabang Pangandaran, Jawa Barat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mendekatkan akses layanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan peran bank dalam mendorong perkembangan ekonomi di daerah.
Peresmian Kantor Cabang Pangandaran juga mencerminkan upaya strategis bank bjb dalam merespons berbagai potensi dan peluang bisnis yang terus tumbuh di wilayah tersebut.
Kehadiran kantor cabang ini diharapkan dapat memperkuat hubungan perseroan dengan masyarakat maupun kalangan pelaku usaha di Pangandaran.
Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional 2026, bank bjb Hadir Beri Layanan Setara dan Berkelanjutan
Sebelumnya, Kantor Cabang Pangandaran beroperasi di Jalan Merdeka Barat Nomor 396, Kelurahan Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kini, layanan tersebut menempati gedung baru yang berlokasi di Grand Pangandaran, Jalan Merdeka, Kavling C-3A, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Operasional Kantor Cabang Pangandaran di lokasi baru telah dimulai pada 13 Juli 2026. Kehadiran kantor tersebut menjadi bagian dari komitmen bank bjb untuk menyediakan layanan perbankan yang lebih mudah dijangkau serta selaras dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika kegiatan ekonomi di Pangandaran.
Prosesi peresmian turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melakukan penandatanganan prasasti sebagai simbol resmi beroperasinya Kantor Cabang Pangandaran di lokasi baru. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.
Sejumlah jajaran manajemen bank bjb juga hadir dalam acara tersebut, di antaranya Komisaris Rudie Kusmayadi, Komisaris Novian Herodwijanto, Direktur Utama Ayi Subarna, Direktur Operasional Herfinia, serta Direktur Konsumer & Ritel Nunung Suhartini beserta jajaran.
Dalam arahannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan bahwa penguatan kegiatan ekonomi di berbagai daerah merupakan salah satu unsur penting dalam pembangunan Jawa Barat.
Ia memandang keberadaan jaringan perbankan di daerah memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan serta menopang pertumbuhan kegiatan usaha yang produktif.
"Kehadiran jaringan perbankan di daerah memiliki arti strategis karena dapat memperkuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus mendukung berkembangnya aktivitas usaha produktif," ungkap Dedi Mulyadi dalam siaran pers bank bjb.
Pangandaran memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama melalui sektor pesisir, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Tingginya mobilitas wisatawan beserta berbagai aktivitas ekonomi yang muncul di sekitarnya membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan beragam jenis usaha.
Peluang tersebut mencakup sektor perdagangan, kuliner, akomodasi, jasa, transportasi, hingga industri kreatif. Kondisi ini menjadikan Pangandaran sebagai salah satu wilayah yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang.
Kehadiran bank bjb di Pangandaran diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem ekonomi lokal.
Semakin dekatnya akses terhadap layanan perbankan dapat membantu masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan keuangan sekaligus mendukung pengembangan usaha secara lebih terencana.
Semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi yang disampaikan Gubernur Jawa Barat. Bagi bank bjb, kehadiran perbankan tidak hanya sebatas menyediakan fasilitas transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan aktivitas usaha masyarakat.
Pembukaan Kantor Cabang Pangandaran merupakan bagian dari strategi bank bjb untuk memberikan akses yang lebih mudah terhadap berbagai produk dan jasa perbankan.
Langkah ini juga relevan dengan perkembangan sektor pariwisata Pangandaran yang memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat.
Pertumbuhan aktivitas wisata mampu mendorong perkembangan usaha pendukung, seperti perdagangan, kuliner, penginapan, transportasi, layanan wisata, hingga industri kreatif. Berbagai sektor tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Perkembangan ekonomi yang terjadi juga membuka kesempatan yang semakin besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM untuk meningkatkan kemampuan usaha serta memperluas jangkauan pasar.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, pelaku usaha membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan kebutuhan bisnis dengan akses pembiayaan dan berbagai layanan keuangan.
Melihat potensi tersebut, bank bjb turut membuka peluang untuk memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Pangandaran.
Bagi bank bjb, pengembangan jaringan layanan tidak semata-mata ditujukan untuk menambah jumlah titik pelayanan. Ekspansi tersebut juga menjadi strategi untuk memperkuat kehadiran perseroan di kawasan-kawasan yang memiliki potensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
bank bjb optimistis Kantor Cabang Pangandaran dapat berkontribusi dalam memperkuat ekosistem ekonomi setempat.
Kantor tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan akses terhadap layanan perbankan dan pembiayaan, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan.
Peresmian Kantor Cabang Pangandaran juga menjadi momentum bagi bank bjb untuk semakin mempertegas posisinya sebagai mitra dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui perluasan jaringan, pengembangan inovasi produk dan layanan, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, bank bjb berkomitmen untuk terus memanfaatkan potensi pertumbuhan Pangandaran dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Informasi mengenai layanan dan perkembangan bank bjb dapat diperoleh melalui situs resmi bank bjb www.bankbjb.co.id, berbagai kanal media sosial resmi perseroan, serta layanan bjb Call 14049.
Bank bjb merupakan lembaga perbankan yang berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta tercatat sebagai peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Editor : Eka Rahmawati