DPK BRI Tumbuh Capai Rp1.580 Triliun, CASA Mendominasi

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:52 WIB
Ilustrasi: Nasabah BRI saat menggunakan aplikasi BRImo. (Dok. BRI)
Ilustrasi: Nasabah BRI saat menggunakan aplikasi BRImo. (Dok. BRI)

RADAR BOGOR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat pertumbuhan positif dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga akhir Triwulan II 2026. Secara konsolidasian, total DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.580,7 triliun atau meningkat 6,7 persen secara tahunan dibandingkan Rp1.482,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) juga mengalami penguatan. Rasio CASA BRI meningkat dari 65,5 persen menjadi 67,6 persen yang menunjukkan semakin besarnya kontribusi dana berbiaya rendah dalam struktur pendanaan Perseroan.

Capaian tersebut disampaikan Direktur Network and Retail Funding BRI Aquarius Rudianto dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 yang berlangsung di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada 31 Agustus 2026.

Baca Juga: BRI Tegaskan Jaga Shareholder Return di Tengah Akselerasi Pertumbuhan Bisnis

Sejumlah jajaran manajemen BRI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Finance and Strategy BRI Achmad Royadi, serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Aquarius menjelaskan bahwa BRI terus mengembangkan dan memperluas berbagai layanan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan transaksi nasabah yang semakin beragam. Salah satu fokus transformasi yang dijalankan Perseroan adalah memperkuat funding franchise, terutama melalui peningkatan penghimpunan dana murah atau CASA.

“Salah satu fokus utama transformasi BRI memperkuat funding franchise, khususnya dana murah atau CASA, strategi kami dilakukan dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah,” ungkap Aquarius.

Menurutnya, strategi tersebut dilakukan dengan mendorong peningkatan aktivitas transaksi sekaligus memperkuat peran BRI dalam berbagai kegiatan keuangan sehari-hari nasabah. Semakin intensif transaksi dilakukan melalui ekosistem layanan BRI, semakin besar pula peluang Perseroan untuk memperkuat hubungan dengan nasabah dan meningkatkan penghimpunan dana murah.

Transformasi digital turut memberikan kontribusi terhadap penguatan aktivitas transaksi. Hingga akhir Triwulan II 2026, jumlah pengguna aktif aplikasi BRImo telah mencapai 22,3 juta orang.

Sepanjang periode tersebut, BRImo mencatat sekitar 3,3 miliar transaksi finansial dengan total volume transaksi mencapai Rp4.166 triliun. Tingginya aktivitas tersebut mulai memberikan kontribusi terhadap penguatan penghimpunan dana serta pendapatan BRI.

Melalui jaringan BRILink Agen, penghimpunan CASA tercatat meningkat sebesar 28,6% hingga mencapai Rp30,7 triliun. Sementara itu, pendapatan berbasis biaya atau fee income dari layanan tersebut tumbuh 16,3 persen menjadi sekitar Rp915,7 miliar.

BRI juga memperluas jangkauan layanannya kepada masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah peluncuran BRImo Taiwan pada 23 Agustus 2026.

Sebelum peluncuran resminya, layanan tersebut telah diperkenalkan melalui soft launching pada 22 Maret 2026. Sejak saat itu, BRImo Taiwan telah digunakan oleh lebih dari 1.460 pengguna.

Layanan BRImo Taiwan memungkinkan pengguna mengakses berbagai fasilitas mobile banking selama 24 jam setiap hari. Fitur yang tersedia meliputi pengiriman uang ke Indonesia, transfer dana secara lokal, pembayaran melalui QR dan kode billing MPN, pengecekan mutasi rekening, hingga layanan konversi mata uang dari dolar Amerika Serikat atau USD ke dolar Taiwan atau NTD.

Ke depan, BRI akan terus mengintegrasikan berbagai layanan dan ekosistem transaksi, termasuk BRImo, merchant, QRIS, BRILink Agen, layanan payroll, serta transaction banking. Integrasi tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat posisi BRI sebagai primary transaction bank bagi seluruh kelompok dan segmen nasabah.

Aquarius menekankan bahwa digitalisasi bagi BRI tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pengguna maupun besarnya volume transaksi. Transformasi digital diarahkan untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan nasabah melalui aktivitas transaksi yang berkelanjutan.

Menurutnya, aktivitas transaksi diharapkan dapat berkembang menjadi hubungan jangka panjang dengan nasabah, yang kemudian turut mendorong pertumbuhan dana murah atau CASA. Penguatan CASA tersebut pada akhirnya menjadi salah satu sumber pendukung pertumbuhan BRI yang berkelanjutan.

Semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang terhubung dan berlangsung dalam ekosistem BRI, semakin besar pula kemampuan Perseroan dalam membangun basis dana murah secara organik.

Strategi tersebut menjadi bagian dari transformasi funding franchise yang terus diperkuat BRI untuk mendukung pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.

“Target akhirnya mengubah transaksi menjadi relationship, relationship menjadi CASA, dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi BRI, ini yang kami maksud dengan transformasi funding franchise, semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang berada di dalam ekosistem BRI, semakin kuat kemampuan kami membangun dana murah secara organik,” pungkas Aquarius.

Editor : Eka Rahmawati
bri dpk CASA