Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Rantau Prapat Dampingi UMKM hingga Naik Kelas

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 16:34 WIB
Kepala Unit BRI Sigambal, Branch Office BRI Rantau Prapat, Hasibuan saat dampingin UMKM. Foto: BRI for Radar Bogor
Kepala Unit BRI Sigambal, Branch Office BRI Rantau Prapat, Hasibuan saat dampingin UMKM. Foto: BRI for Radar Bogor

RADAR BOGOR – Jalan berlumpur dan sulitnya mendapatkan sinyal komunikasi tak menjadi penghalang bagi Kepala Unit BRI Sigambal M A Hasibuan untuk menemui para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Rantau Prapat, Sumatera Utara.

Sejak pagi, Kepala Unit BRI Sigambal itu kerap menempuh perjalanan menuju lokasi UMKM nasabah. Sejumlah ruas jalan yang belum sepenuhnya beraspal menjadi tantangan tersendiri, terlebih saat hujan turun dan membuat permukaan jalan berubah menjadi licin dan berlumpur.

Sebagai Kepala Unit BRI Sigambal, Branch Office BRI Rantau Prapat, Hasibuan memilih untuk aktif turun langsung ke lapangan.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Masuk Babak Baru! Data Validasi hingga KKS Baru Ikut Diproses

Hampir dua tahun menjalankan tugas tersebut, ia rutin mengunjungi nasabah untuk melihat perkembangan usaha sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Bagi Hasibuan, menemui nasabah bukan hanya bagian dari pekerjaan. Setiap kunjungan menjadi kesempatan untuk memahami lebih dekat perjuangan masyarakat dalam menjalankan usaha dan menopang kebutuhan keluarga.

“Menjadi Kepala Unit BRI bukan sekadar profesi, melainkan sebuah kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan kehidupan masyarakat,” ujar Hasibuan.

Baca Juga: 4 SUV Sederhana Ini Terbukti Lebih Awet dari SUV Mahal, Suzuki Jimny Salah Satunya

Menurutnya, kebutuhan pelaku UMKM tidak selalu bisa diketahui hanya melalui dokumen maupun angka dalam pengajuan pembiayaan. Dengan melihat langsung aktivitas usaha dan berbincang bersama nasabah, kondisi bisnis dapat dipahami secara lebih menyeluruh.

Pendekatan tersebut juga membuat Hasibuan tidak hanya membahas kebutuhan modal. Ia turut memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan serta pemanfaatan berbagai layanan perbankan yang dapat mendukung kegiatan usaha.

Hasibuan menilai akses permodalan menjadi salah satu fondasi penting bagi UMKM untuk berkembang. Dengan pembiayaan yang tepat dan pengelolaan yang baik, pelaku usaha dapat menambah modal kerja, meningkatkan kapasitas produksi, hingga memperluas bisnis.

Baca Juga: Bukan BLT Kesra, Ini Bansos Langsung Tunai Cair September 2026

“Saya ingin menjadi jembatan perubahan bagi masyarakat. Saya ingin mereka melihat bahwa modal usaha yang mungkin terlihat kecil dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga. Ketika usaha mereka berkembang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.

Dampak pendampingan tersebut terlihat dari perkembangan sejumlah nasabah yang sebelumnya memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Seiring pertumbuhan usaha dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan, beberapa di antaranya mulai beralih ke kredit komersial.

Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga Belum Padam, Wakil Wali Kota Bogor: Bara Tersembunyi dan Angin Jadi Tantangan

Bagi Hasibuan, perubahan tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang awalnya dirintis dalam skala kecil memiliki peluang untuk berkembang apabila mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan yang sesuai.

“Ketika melihat nasabah yang awalnya usaha kecil kemudian berkembang dan mampu meningkatkan skala usahanya, tentu ada rasa bangga. Artinya, apa yang kita lakukan bersama memberikan hasil,” ujarnya.

Selain pembiayaan, Hasibuan juga mendorong masyarakat meningkatkan literasi keuangan. Sejumlah layanan BRI seperti BRImo, QRIS, dan BRILink Agen diperkenalkan sebagai pilihan untuk mempermudah transaksi sekaligus meningkatkan efisiensi kegiatan usaha.

Baca Juga: Dealer Yamaha Cibinong Tawarkan Motor Matic Custom, NMax hingga Aerox Bisa Diubah Sesuai Selera

Pemanfaatan layanan digital tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari sekaligus memperluas akses mereka terhadap layanan keuangan formal.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kehadiran insan BRI di tengah masyarakat, termasuk Kepala Unit, menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan.

Menurutnya, inklusi keuangan tidak berhenti pada pemberian akses terhadap produk perbankan. Pendampingan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Baca Juga: Jembatan Leuwiranji Bogor Berbahaya Saat Hujan, Ini Usulan Kades ke Polda Jabar

“Bagi BRI, inklusi keuangan bukan hanya tentang membuka akses terhadap produk dan layanan perbankan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Dhanny.

Ia menambahkan, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Karena itu, dukungan bagi pelaku usaha perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital.

“Kami ingin BRI hadir sebagai partner yang menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan usahanya. Ketika usaha nasabah tumbuh, naik kelas, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya, di situlah kami melihat makna dari kehadiran BRI di tengah masyarakat,” imbuh Dhanny.

Baca Juga: Jalur Lari dan Jalan di Lapangan Sempur Tak Kunjung Dipisah, Pemkot Bogor Masih Tunggu Kajian

Kisah Hasibuan menjadi gambaran bahwa pendampingan UMKM tidak selalu berlangsung di balik meja. Di tengah jalan berlumpur, keterbatasan sinyal, dan berbagai tantangan di lapangan, upaya mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat terus dilakukan agar pelaku usaha memiliki kesempatan untuk berkembang dan naik kelas.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Rantau Prapat umkm bri