RADAR BOGOR – Kondisi jalan yang licin dan berlumpur saat musim hujan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Alifia Naura Nazifah, Mantri BRI Unit Sumber Hidup, BRI Branch Office Kayu Agung, Sumatera Selatan.
Tugas Mantri BRI itu dijalani Alifia untuk melayani ratusan debitur yang tersebar di Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu, dan Desa Sido Mulyo, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Wilayah Ogan Komering Ilir dikenal memiliki kawasan perkebunan dan perdesaan yang cukup luas.
Aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayahnya juga banyak bergantung pada sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet.
Selain petani perkebunan, terdapat pula masyarakat yang menjalankan usaha toko sembako serta bisnis manisan.
Untuk menjangkau para debitur tersebut, Alifia harus menempuh perjalanan antardesa menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: M-ONE Institute Desak Polda Metro Jaya Usut Dugaan Korupsi dalam Program PTSL
Terjang Jalan Antardesa untuk Layani Debitur
Dalam menjalankan tugasnya, Alifia tidak hanya bertemu debitur di rumah. Ia juga mendatangi langsung lokasi usaha maupun kebun untuk melihat perkembangan bisnis yang dijalankan masyarakat.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai kondisi usaha, mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi debitur, sekaligus melihat secara langsung aktivitas perkebunan kelapa sawit dan karet.
Alifia memilih profesi sebagai Mantri BRI karena ingin mengambil bagian secara langsung dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan, khususnya di Sumatera Selatan.
Menurutnya, luasnya jaringan BRI hingga wilayah pelosok memberikan kesempatan bagi seorang Mantri untuk menjadi penghubung masyarakat dengan akses layanan keuangan dan permodalan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.
Bangun Kepercayaan dengan Pendekatan Humanis
Berinteraksi dengan masyarakat perdesaan juga membuat Alifia menyadari pentingnya membangun hubungan berdasarkan kepercayaan.
Ia berupaya menggunakan pendekatan yang humanis dengan tetap menghormati kearifan lokal.
Sikap terbuka dan ramah menjadi bagian dari caranya membangun komunikasi dengan masyarakat.
Bagi Alifia, kehadiran Mantri BRI tidak sebatas sebagai perwakilan lembaga perbankan.
Ia berusaha menjadi rekan berdiskusi yang dapat memahami persoalan dan tantangan masyarakat dalam menjalankan kehidupan maupun usaha sehari-hari.
Kedekatan tersebut kemudian membantunya memahami kebutuhan pembiayaan masing-masing debitur.
Baca Juga: Batas Cair Bansos PKH BPNT September 2026, Cek KKS Sebelum Balik ke Kas Negara
Solusi pembiayaan dapat disesuaikan dengan kondisi usaha, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.
Pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari modal kerja, investasi, hingga peremajaan lahan perkebunan.
Koordinasi Sebelum Turun ke Lapangan
Kondisi medan yang tidak selalu mudah dilalui membuat Alifia perlu melakukan persiapan sebelum mengunjungi sejumlah lokasi debitur.
Ketika akses jalan sulit dilewati, terutama saat kondisi berlumpur, ia terlebih dahulu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat atau ketua kelompok tani setempat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan debitur sekaligus membantu menentukan waktu dan akses terbaik sebelum perjalanan ke lokasi dilakukan.
Bagi Alifia, pengalaman bertemu langsung dengan masyarakat di berbagai kondisi menjadi bagian penting dalam perjalanan pekerjaannya sebagai Mantri BRI.
Beragam cerita, tantangan, serta interaksi dengan masyarakat membuatnya mendapatkan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga memberikan pelajaran dalam kehidupan.
Setiap Debitur Memiliki Harapan Keluarga
Alifia menilai pengalaman terbesar yang diperolehnya selama menjalankan tugas adalah pentingnya memiliki empati, ketekunan, serta rasa syukur.
Berinteraksi dengan ratusan debitur membuatnya melihat bahwa setiap pengajuan dan persetujuan kredit tidak sekadar berbicara mengenai dokumen atau angka pembiayaan.
Di balik setiap berkas kredit, terdapat harapan sebuah keluarga untuk meningkatkan taraf hidup dan mencapai kondisi ekonomi yang lebih sejahtera.
Baca Juga: Sabun Kertas dari Minyak Jelantah, Inovasi Siswa SMK-SMAK Bogor
Karena itu, dapat ikut mendampingi masyarakat dalam menjalankan perjuangan ekonominya menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Alifia.
Mantri BRI Jadi Penghubung Akses Keuangan
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, pengalaman Alifia menggambarkan bagaimana Mantri BRI memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.
Menurut Dhanny, keberadaan Mantri seperti Alifia penting untuk membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat sekaligus memahami perkembangan usaha debitur secara langsung.
Kedekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan BRI dalam memperluas inklusi keuangan.
Dengan memahami kondisi masyarakat dan perkembangan usaha secara langsung, layanan serta pembiayaan dapat diberikan secara lebih relevan.
Dhanny menambahkan, kehadiran Mantri BRI di berbagai wilayah juga menjadi bagian dari upaya memastikan layanan perbankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah perdesaan dan pelosok. (***)
Editor : Yosep Awaludin