Kisah Vio, AO PNM Mekaar yang Rela Jalan Kaki hingga Menyeberang Laut Dampingi Nasabah

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 10:41 WIB
Violend Trintje Ory, saat bertugas sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar di Pulau Banda Neira, Maluku Tengah.
Violend Trintje Ory, saat bertugas sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar di Pulau Banda Neira, Maluku Tengah.

RADAR BOGOR — Menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan tidak selalu mudah. Kondisi geografis membuat perjalanan menuju rumah-rumah warga membutuhkan waktu dan terkadang harus dilakukan dengan menyeberangi laut hingga berjalan kaki.

Situasi tersebut menjadi bagian dari keseharian Violend Trintje Ory. Perempuan berusia 23 tahun itu bertugas sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar di Pulau Banda Neira, Maluku Tengah.

Dari mes tempat tinggalnya, Vio membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai kelompok nasabah yang menjadi bagian dari pendampingannya.

Penempatan tersebut berawal ketika Vio mendapat tugas dari Ambon untuk membuka Unit Banda, unit baru sekaligus unit pertama milik PNM di Banda Neira.

Tantangan yang dihadapi Vio tidak sebatas persoalan jarak dan kondisi geografis. Ia juga harus mengenalkan keberadaan PNM kepada masyarakat yang sebagian belum mengetahui layanan tersebut.

Untuk itu, Vio memilih mendatangi warga secara langsung dari rumah ke rumah. Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan berbagai program, termasuk PNM Mekaar.

Baca Juga: Uji Coba Tampilan Baru Info GTK 2027: Cek Detail TPG hingga Penerbitan Nomor SP2D

Bangun Kepercayaan dari Rumah ke Rumah

Pada awal kehadiran PNM di Banda Neira, respons masyarakat belum sepenuhnya langsung menerima.

Sebagian calon nasabah masih mempertimbangkan dan merasa ragu terhadap program yang ditawarkan.

Vio mengatakan, dirinya tidak ingin memaksakan masyarakat untuk bergabung. Pendekatan dilakukan secara perlahan dengan memberikan ruang kepada warga untuk mengenal program tersebut terlebih dahulu.

"Awal kami masuk, mereka ragu. Kami tidak memaksakannya bagi mereka yang terasa ragu. Tapi kami rangkul yang percaya sama kami untuk prosesnya ke depan," ujarnya.

Menurut Vio, membangun kepercayaan masyarakat membutuhkan proses yang tidak sebentar. Komunikasi menjadi salah satu cara penting untuk memahami kondisi warga.

Karena itu, interaksinya tidak hanya dilakukan dengan calon nasabah. Vio juga berupaya memahami kondisi dan pandangan keluarga agar kehadiran PNM dapat diterima secara bertahap.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugasnya sebagai petugas lapangan PNM Mekaar.

Menyeberang Laut hingga Jalan Kaki

Selain membangun kepercayaan, kondisi geografis Banda Neira menjadi tantangan tersendiri bagi Vio dan rekan-rekannya.

Untuk menjangkau sejumlah wilayah, mereka harus menyeberangi laut sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi nasabah. Dalam kondisi tertentu, perjalanan bahkan harus diteruskan dengan berjalan kaki.

Keterbatasan akses kendaraan tidak menghentikan proses pendampingan. Ketika sepeda motor belum dapat digunakan untuk menjangkau wilayah di seberang, Vio bersama rekan-rekannya memilih berjalan kaki.

Baca Juga: Kapan Pendaftaran Bansos Digital? Cek 7 Bantuan Cair dan Cara Jadi Agen Perlinsos

Di tengah keterbatasan tersebut, informasi mengenai PNM secara perlahan mulai menyebar dari masyarakat yang telah bergabung sebagai nasabah kepada warga lainnya.

Bagi Vio, pekerjaannya sebagai Account Officer PNM Mekaar bukan sekadar mendatangi calon nasabah atau melakukan pendampingan rutin.

Ia juga dapat melihat secara langsung perubahan yang terjadi dalam kehidupan para ibu yang menjadi nasabahnya.

Melihat Nasabah Beralih dari ART Menjadi Pelaku Usaha

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Vio adalah ketika melihat perubahan kehidupan seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Setelah memperoleh modal usaha, nasabah tersebut memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya dan mulai berjualan berbagai kebutuhan sehari-hari dari rumah.

Sebelumnya, pekerjaan sebagai asisten rumah tangga membuat nasabah harus beraktivitas sejak pagi hingga sore. Kondisi tersebut membuat waktu yang dimiliki bersama keluarga menjadi terbatas.

Setelah menjalankan usaha dari rumah, ia memiliki kesempatan lebih besar untuk berada bersama keluarganya sekaligus tetap memperoleh penghasilan. "Saya merasa bersyukur, karena saya jadi penyalur berkat," ujar Vio.

Bagi Vio, kebahagiaan tersebut muncul ketika melihat para ibu yang didampinginya mulai memiliki usaha dan penghasilan sendiri sehingga dapat ikut membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Peran PNM dalam Memperluas Inklusi Keuangan

Kisah Vio di Banda Neira menunjukkan bahwa perluasan inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya produk dan layanan keuangan.

Kehadiran tenaga pemasar di lapangan juga memiliki peran dalam menjangkau masyarakat secara langsung, membangun komunikasi, serta menumbuhkan kepercayaan di tingkat komunitas.

Baca Juga: Pimpinan Ponpes Al-Falak Pagentongan Bogor Wafat, Dimakamkan di Samping Makam Mama Falak

Kehadiran PNM di Banda Neira menjadi bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas akses layanan keuangan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Holding UMi dibentuk pada 2021 dengan mengintegrasikan kekuatan BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM.

Ekosistem tersebut dibangun untuk menghubungkan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari akses pembiayaan, simpanan dan transaksi, hingga pemberdayaan serta pendampingan usaha.

Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi tercatat telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur untuk naik kelas.

74 Ribu Tenaga Pemasar Jadi Penghubung

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kekuatan Holding UMi bukan hanya terletak pada luasnya ekosistem yang telah dibangun.

Menurutnya, kemampuan seluruh entitas dalam holding untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses layanan keuangan.

Di balik besarnya ekosistem Holding Ultra Mikro, terdapat 74 ribu tenaga pemasar yang setiap hari hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

"Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan layanan keuangan dengan pelaku usaha hingga ke tingkat komunitas untuk membangun kepercayaan, mendampingi, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh,” ujar Dhanny.

Perjalanan Vio di Banda Neira menjadi salah satu gambaran bagaimana tenaga lapangan berperan dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke wilayah kepulauan.

Baca Juga: Jansen Manansang Raih Golden Medal Inovetion Award 2026, Diakui sebagai Tokoh Konservasi Indonesia

Mulai dari mendatangi rumah warga, menyeberangi laut, berjalan kaki, hingga mendampingi nasabah mengembangkan usaha, pekerjaan tersebut menjadi bagian dari proses memperluas akses keuangan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Bagi masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis, kehadiran langsung petugas lapangan menjadi penghubung antara layanan keuangan dan kebutuhan warga di tingkat komunitas. (***)

Editor : Yosep Awaludin
kepulauan PNM Mekaar maluku tengah