Philippine Halal Industry Summit 2026 Bahas Penguatan Industri Halal Filipina dan Pasar Global

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB
Murniati Mukhlisin, Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia yang hadir mewakili Sakinah Finance dalam Philippine Halal Industry Summit 2026.
Murniati Mukhlisin, Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia yang hadir mewakili Sakinah Finance dalam Philippine Halal Industry Summit 2026.

RADAR BOGOR — Penguatan industri halal Filipina menjadi sorotan dalam Philippine Halal Industry Summit 2026 yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, delegasi internasional, hingga para spesialis di sektor halal.

Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas inovasi, investasi, pemberdayaan usaha, serta peluang memperluas daya saing industri halal Filipina di pasar global.

National Commission on Muslim Filipinos (NCMF) melalui Bureau of Muslim Economic Affairs (BMEA) secara resmi membuka hari pertama Philippine Halal Industry Summit 2026 yang berlangsung di New World Makati Hotel.

Mengangkat tema “Advancing the Philippine Halal Ecosystem: Integration, Innovation, and Global Competitiveness,” konferensi tingkat tinggi tersebut diarahkan untuk memperkuat kerja sama regional sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif di Filipina.

Dukungan pemerintah terhadap pengembangan sektor halal turut disampaikan Special Assistant to the President Antonio Ernesto F. Lagdameo, Jr.

Menurutnya, pengembangan industri halal memiliki nilai strategis karena dapat membuka berbagai peluang ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga: Siswa SMA Kosgoro Bogor Juara 1 Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026

“Inisiatif ini menyoroti peran vital industri Halal Filipina dalam menciptakan peluang ekonomi, memberdayakan UMKM dan masyarakat, menghasilkan lapangan kerja, menarik investasi, dan memperkuat kehadiran kita di pasar global,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris NCMF Sabuddin N. Abdurahim dalam pembukaan acara menegaskan bahwa pengembangan industri halal membutuhkan kemitraan serta langkah konkret dari berbagai pihak.

“Tujuan kami bukan sekadar membahas potensi industri halal, tetapi untuk memperkuat kemitraan dan tindakan yang diperlukan untuk mengubah potensi tersebut menjadi peluang nyata bagi bisnis, koperasi, produsen, dan masyarakat Filipina,” ujarnya.

Arah strategis tersebut sejalan dengan visi Direktur BMEA Saleha Pangarungan Sacar. Ia menekankan pentingnya memastikan masyarakat Muslim Filipina tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses pembangunan nasional.

“Bukan hanya sekadar penerima manfaat dari pembangunan, tetapi juga peserta aktif dan kontributor dalam pembangunan bangsa,” tuturnya.

Bahas Standar dan Tantangan Industri Halal Filipina

Pembahasan mengenai standar operasional dan kebijakan industri halal menjadi bagian penting dalam rangkaian sesi pada hari pertama Philippine Halal Industry Summit 2026.

Chairman/President Sertu International, Nor Azwa Omar Jamli, bersama Associate Advisor Kazai Innovative Ideas Solution Mohamad Nordin Zainuddin, mengangkat persoalan potensi kontaminasi pada berbagai produk yang digunakan sehari-hari.

Keduanya memperkenalkan Sertu sebagai protokol pembersihan atau penyucian yang dapat diterapkan dalam industri perhotelan.

Sementara itu, Komisaris NCMF Mehol K. Sadain memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi industri halal Filipina.

Salah satu pembahasan yang disoroti berkaitan dengan standar pemerintah yang diterapkan untuk mendukung perkembangan industri halal di negara tersebut.

Baca Juga: Maulid Nabi di Masjid Al-Ihsan Kota Bogor, Tradisi Bongsang Pererat Kebersamaan Warga

Dari sisi perdagangan, Asisten Direktur Department of Trade and Industry Maria Cecilia Angela D. Labadan menjelaskan strategi Filipina dalam memperluas perdagangan sekaligus meningkatkan pengakuan dan daya saing produk halal Filipina di tingkat internasional.

Pembahasan kemudian berlanjut pada sesi sore dengan fokus pada aspek keuangan, sains, serta perkembangan teknologi untuk mendukung ekosistem halal.

Chief Executive Officer Al-Amanah Islamic Investment Bank Amenah F. Pangandaman menyampaikan bahwa berbagai program telah disiapkan untuk membuka dan mengembangkan peluang dalam industri halal, termasuk bagi sektor usaha kecil dan menengah.

“Sebagai warga Filipina, kita tidak boleh tertinggal karena besarnya potensi Halal dalam kontribusi ekonomi,” katanya.

Teknologi hingga Peluang Investasi Ekonomi Halal Global

Pengembangan teknologi dan ekosistem halal juga menjadi topik yang dibahas dalam forum tersebut.

Undersecretary Department of Science and Technology Leah J. Buendia memaparkan pentingnya membangun ekosistem halal yang lebih maju melalui dukungan sains dan teknologi.

Sementara itu, Minister of Science and Technology Bangsamoro Baileng S. Mantawil memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK) sebagai bagian dari penguatan industri halal.

Sektor investasi turut mendapatkan ruang dalam rangkaian acara Philippine Halal Industry Summit 2026.

Murniati Mukhlisin, Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia yang hadir mewakili Sakinah Finance, membahas perkembangan pasar halal global sekaligus peluang investasi yang dapat dikembangkan.

Dalam paparannya mengenai perkembangan ekonomi halal dunia, Murniati Mukhlisin menyebut Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dunia berdasarkan total nilai transaksi.

Baca Juga: 4 Penyebab Bansos PKH dan BPNT Tidak Cair Karena Status Exclude, Ini Penjelasan Lengkapnya

Ia juga memberikan pandangan mengenai bagaimana arus modal seharusnya diarahkan untuk mendukung fondasi ekonomi Islam.

“Uang mengalir ke tulang punggung ekonomi Islam, bukan hanya di permukaannya,” katanya.

Rangkaian Philippine Halal Industry Summit 2026 tersebut menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan industri halal Filipina.

Mulai dari kebijakan, standardisasi, pemberdayaan UMKM dan UMK, teknologi, pembiayaan hingga investasi menjadi bagian dari pembahasan dalam upaya memperkuat ekosistem halal.

Melalui forum tersebut, pengembangan industri halal diharapkan tidak hanya menciptakan peluang ekonomi baru, tetapi juga meningkatkan keterlibatan masyarakat Muslim Filipina dalam pembangunan serta memperluas konektivitas industri halal Filipina dengan pasar global. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Industri halal Forum filipina