Sakinah Finance Ambil Bagian di Philippine Halal Industry Summit 2026, Ini yang Dibahas

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 08:33 WIB
Penandatanganan MoU Sakinah Finance bersama National Commission on Muslim Filipinos (NCMF).
Penandatanganan MoU Sakinah Finance bersama National Commission on Muslim Filipinos (NCMF).

RADAR BOGOR — Penguatan ekosistem industri halal Filipina kembali menjadi pembahasan utama dalam hari kedua Philippine Halal Industry Summit 2026.

Forum yang berlangsung di New World Makati Hotel tersebut memperluas pembahasan dari keuangan syariah, pertanian, dan pemberdayaan UMKM hingga pengembangan pariwisata halal.

Sakinah Finance turut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut. Lembaga ini diwakili Founder sekaligus Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia, Murniati Mukhlisin, yang menyampaikan materi strategis sekaligus terlibat dalam penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama National Commission on Muslim Filipinos (NCMF).

Pada sesi pagi, Murniati Mukhlisin menyampaikan presentasi bertajuk “Strengthening the Halal Ecosystem through Islamic Finance: Opportunities for Inclusive and Sustainable Growth in the Philippines” atau Memperkuat Ekosistem Halal melalui Keuangan Syariah: Peluang bagi Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan di Filipina.

Dalam paparannya, Murniati menyoroti besarnya potensi ekonomi sektor halal di Filipina.

Salah satu faktor pendukungnya adalah keberadaan masyarakat Muslim yang terkonsentrasi di Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM) serta sejumlah pusat perkotaan.

Baca Juga: Philippine Halal Industry Summit 2026 Bahas Penguatan Industri Halal Filipina dan Pasar Global

Mengacu pada Philippine Halal Industry Development Strategic Plan 2024–2028, pemerintah Filipina menargetkan investasi yang berkaitan dengan sektor halal mencapai sekitar ₱230 miliar.

Selain itu, strategi tersebut juga diarahkan untuk menciptakan 120.000 lapangan pekerjaan baru dalam periode lima tahun.

Filipina sendiri memiliki sumber daya yang cukup besar di sektor pertanian, kelautan, dan alam.

Namun, negara tersebut masih menghadapi kesenjangan dalam kapasitas produksi produk halal domestik sehingga sebagian kebutuhan pasar halal masih dipenuhi melalui impor.

Department of Trade and Industry (DTI) Filipina sebelumnya mencatat nilai impor produk halal sekitar USD 120 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri sekaligus memperkuat rantai nilai industri halal Filipina.

Murniati juga menekankan pentingnya keselarasan antara produk halal dengan sumber pembiayaan yang digunakan dalam proses produksinya.

“Integritas halal tidak akan lengkap jika makanan di atas piring itu halal, tetapi modal yang membiayainya dibangun di atas eksploitasi,” kata Murniati.

Investasi Pertanian dan Pemberdayaan UMKM

Pembahasan mengenai potensi sektor halal kemudian dilanjutkan oleh Undersecretary for Mindanao Affairs Finance, Management, and Administration Office Department of Agrarian Reform Amihilda J. Sangcopan dan Undersecretary for the Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao and Mindanao Concerns Department of Agriculture Zamzamin L. Ampatuan.

Keduanya mengulas peluang investasi sekaligus pengembangan sektor agrikultur halal di Filipina.

Baca Juga: Siswa SMA Kosgoro Bogor Juara 1 Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026

Sementara itu, President/Chief Executive Officer Halal International Chamber of Commerce and Industries of the Philippines, Inc. (HICCIP) Alexander M. Sultan turut memaparkan pentingnya peran lembaga sertifikasi halal dalam mendukung perkembangan industri tersebut.

Penguatan industri halal di tingkat akar rumput dan sektor UMKM juga menjadi bagian dari pembahasan. Chief Executive Officer Arkat Lawanen Amielyn “Asliyah” M. Limbona, perwakilan Prime Asia Pacific Mary Jane Alvero.

Serta Chancellor for Education Center of Culinary Arts Ma. Veritas F. Luna, RND, PhD, membahas potensi kuliner sekaligus penerapan kepatuhan syariah dalam pengembangan usaha.

Materi tersebut memberikan perhatian pada bagaimana keunggulan sektor kuliner dapat dikembangkan menjadi peluang kewirausahaan dengan tetap memperhatikan prinsip dan standar syariah.

Pariwisata Halal dan Standar Layanan Perhotelan

Memasuki sesi siang, pembahasan beralih pada sektor pariwisata halal. Associate Advisor International Engagement Kazai Ideas, Mr. Saifol Bahli, membahas aspek pelayanan dengan menjelaskan perbedaan konsep layanan perhotelan “Halal vs Muslim Friendly” atau Halal vs Ramah Muslim.

Pembahasan mengenai standar pelayanan perhotelan kemudian diperkuat oleh Director Halal Concept, Operations and Business Development Fairmont Makati Violet Maher.

Ia menekankan bahwa konsep pelayanan halal tidak hanya berkaitan dengan makanan yang disajikan kepada tamu, tetapi juga menyangkut kepercayaan yang dibangun sejak awal pelayanan.

“Halal lebih besar dari sekadar makanan. Semuanya tentang kepercayaan tamu sejak awal,” katanya.

Sektor pariwisata kuliner juga mendapat perhatian melalui paparan Chief Executive Officer Philippine Heritage Kitchen Chef Regina “Reggie” M. Aspiras.

Ia membahas peluang pengembangan wisata kuliner sebagai bagian dari ekosistem pariwisata halal.

Baca Juga: Maulid Nabi di Masjid Al-Ihsan Kota Bogor, Tradisi Bongsang Pererat Kebersamaan Warga

Sakinah Finance dan NCMF Tandatangani Nota Kesepahaman

Sebagai bagian dari puncak rangkaian kegiatan hari kedua, agenda dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman antara NCMF dan Sakinah Finance.

Penandatanganan tersebut dilakukan antara Sekretaris NCMF dengan pimpinan Sakinah Finance.

Pada kesempatan yang sama, NCMF juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan Managing Partner Kazai Innovative Ideas Solution.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem halal dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara berbagai pemangku kepentingan.

Rangkaian kegiatan hari kedua Philippine Halal Industry Summit 2026 kemudian ditutup dengan pemberian sertifikat akreditasi. Prosesi tersebut dipimpin Komisaris NCMF Dr. Abunnapis O. Abdulmajid, SCL.

Pemberian sertifikat tersebut semakin menegaskan komitmen Filipina dalam membangun ekosistem industri halal yang terintegrasi, inklusif, dan memiliki daya saing di tingkat global.

Melalui rangkaian pembahasan dan kerja sama yang dilakukan, Philippine Halal Industry Summit 2026 tidak hanya mengangkat potensi industri halal dari sisi produk, tetapi juga mencakup pembiayaan syariah, pertanian, UMKM, kuliner, sertifikasi, pariwisata, hingga penguatan standar layanan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Industri halal Sakinah Finance filipina