RADAR BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan namanya dalam jajaran perusahaan besar di Indonesia melalui Fortune Indonesia 100 2026.
Dalam ajang tersebut, BRI mempertahankan predikat Top Fortune 100 Indonesia untuk kelima kalinya secara berturut-turut sekaligus memperoleh tiga pengakuan lainnya.
Tiga predikat tersebut yakni Highest Net Profit, Biggest Company by Asset, dan Biggest Company by Market Cap.
Fortune Indonesia 100 sendiri merupakan pemeringkatan perusahaan terbesar di Indonesia yang antara lain menggunakan indikator pendapatan, laba bersih, aset, ekuitas, dan kapitalisasi pasar.
BRI Pertahankan Posisi di Fortune Indonesia 100
Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan BRI dalam mempertahankan skala bisnis dan kinerja di tengah perkembangan industri keuangan.
Dalam daftar Fortune Indonesia 100 2026, yang menggunakan data kinerja perusahaan pada tahun fiskal 2025, BRI juga tercatat naik ke posisi ketiga berdasarkan pendapatan, dari posisi keempat pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Matchation Bogor di Taman Heulang, Surganya Pecinta Matcha Mulai Rp18 Ribu
Atas berbagai capaian tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan apresiasi kepada nasabah serta seluruh pekerja BRI atau Insan BRILiaN yang dinilai turut berkontribusi dalam proses transformasi perseroan.
Hery mengatakan BRI terus memperkuat arah transformasi melalui BRIvolution Reignite.
Strategi tersebut mencakup penguatan struktur pendanaan, kapabilitas digital, kualitas aset, hingga pengembangan sumber pertumbuhan baru.
“Di tengah dinamika lanskap industri keuangan, BRI terus mempertajam arah transformasi melalui BRIvolution Reignite,” ujar Hery.
Menurutnya, transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat berbagai mesin pertumbuhan BRI sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
BRIvolution Reignite Punya Dua Pilar Utama
BRIvolution Reignite menjadi strategi BRI untuk memperkuat posisi perseroan agar semakin adaptif terhadap perubahan industri keuangan.
Strategi tersebut memiliki dua pilar utama yang didukung enam enabler sebagai penggerak transformasi.
Pilar pertama adalah Transform the Funding Franchise. Fokusnya memperkuat struktur pendanaan BRI agar lebih efisien dan stabil, antara lain melalui penguatan dana murah atau CASA serta peningkatan kemampuan transaction banking.
Sementara pilar kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, diarahkan untuk memperkuat bisnis inti melalui penyaluran kredit mikro sekaligus membangun mesin pertumbuhan baru dari sektor consumer banking.
Langkah tersebut ditujukan agar BRI dapat menjawab perubahan kebutuhan nasabah sekaligus menghadapi dinamika industri perbankan.
Baca Juga: Jangan Tertipu Informasi Palsu, Ini Cara Mengecek Informasi Resmi POLTEKPIN
“BRIvolution Reignite kami jalankan untuk memastikan BRI tidak hanya tumbuh semakin besar, tetapi juga semakin kuat dan produktif," kata Hery.
"Transformasi dilakukan secara menyeluruh pada mesin bisnis maupun organisasi agar setiap potensi yang dimiliki BRI dapat dikonversi menjadi pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” lanjut Hery.
Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun
Dari sisi kinerja, hingga akhir triwulan II 2026, BRI Group mencatat laba bersih sebesar Rp31,2 triliun.
Angka tersebut tumbuh 17,5 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara konsolidasian, total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun, meningkat 11,7 persen yoy.
Pertumbuhan tersebut terutama didukung peningkatan kredit dan pembiayaan yang mencapai Rp1.646 triliun, atau tumbuh 16,2 persen yoy.
Penguatan kinerja juga tercermin dari kemampuan perseroan menghasilkan imbal hasil. Return on Assets (ROA) BRI berada di kisaran 2,7 persen.
Sementara itu, Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen pada triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada triwulan II 2026.
Masuk Jajaran Perusahaan Besar Asia Tenggara
Pengakuan terhadap BRI tidak hanya datang dari Fortune Indonesia 100. Perseroan juga tercatat dalam Fortune Southeast Asia 500 2026, yang memeringkat perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan berdasarkan pendapatan.
Capaian tersebut melengkapi berbagai pengakuan terhadap skala bisnis BRI di tingkat nasional dan regional.
Baca Juga: Jangan Asal Daftar, 5 Tips Jitu Memilih Formasi CPNS Sesuai Ijazah dan Kualifikasi Anda
Dalam konteks kinerja nasional, Fortune Indonesia mencatat BRI membukukan laba bersih Rp56,65 triliun untuk tahun fiskal 2025 dan menempati posisi kedua dalam kategori perusahaan dengan laba bersih terbesar dalam daftar tersebut.
Bagi BRI, berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan transformasi perseroan untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat daya saing di tengah perubahan industri keuangan.
Melalui BRIvolution Reignite, perseroan terus mengarahkan transformasi pada penguatan bisnis inti, pengembangan sumber pertumbuhan baru, digitalisasi, serta peningkatan kualitas dan produktivitas bisnis. (***)
Editor : Yosep Awaludin