Rela Menembus Pegunungan, Perjuangan Mantri BRI Setia Dampingi Warga Garut Selatan

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 19:25 WIB
Mantri BRI di Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat mendampingi warga. (Dok. BRI)
Angga Sumitra seorang mantri BRI di Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat saat mendampingi warga. (Dok. BRI)

RADAR BOGOR - Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, merupakan wilayah selatan yang memiliki karakter geografis berupa kawasan pegunungan dengan akses antardesa yang cukup menantang. Meski demikian, aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak melalui berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan hingga usaha pengolahan skala rumahan.

Sebagian besar warga mengandalkan hasil budi daya sayuran, padi dan palawija sebagai sumber penghasilan. Kondisi tersebut membuat dukungan terhadap akses pembiayaan dan layanan keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang perkembangan usaha masyarakat di wilayah pelosok.

Kebutuhan tersebut turut dilayani Angga Sumitra, Mantri BRI Unit Banjarwangi, Branch Office Garut. Sejak 2020, Angga secara rutin mendatangi sejumlah wilayah pedesaan untuk memberikan pelayanan kepada ratusan debitur yang tersebar di Desa Talagasari, Padahurip, Wangunjaya, dan Tanjungjaya.

Baca Juga: BRI Raih Empat Pengakuan di Fortune Indonesia 100 2026, Laba Tembus Rp31,2 Triliun

Bagi Angga, medan pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan tugas. Kondisi jalan yang terjal dan licin membuatnya harus mempersiapkan perlengkapan secara khusus, termasuk menggunakan sepatu bot serta meningkatkan kewaspadaan ketika mengendarai sepeda motor.

Meski perjalanan menuju rumah-rumah nasabah tidak selalu mudah, Angga mengaku hal tersebut terbayar ketika mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Keramahan warga menjadi salah satu alasan baginya untuk terus memberikan pelayanan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.

Dalam menjalankan perannya sebagai Mantri BRI, Angga tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan. Ia juga berusaha memahami kondisi dan kebutuhan nasabah melalui pendekatan yang lebih personal.

"Kondisi perjalanan yang terjal membuat saya harus lebih siap, termasuk menggunakan sepatu bot dan berhati-hati saat mengendarai sepeda motor, semua itu terbayar ketika sampai di rumah nasabah dan disambut senyum serta keramahan masyarakat," ujar Angga.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi ketika memberikan edukasi kepada seorang petani di sebuah warung desa. Petani tersebut sebelumnya masih merasa ragu memanfaatkan layanan perbankan. 

Untuk mendapatkan modal, ia bahkan beberapa kali menggadaikan sawah yang menjadi sumber penghasilannya sehingga kondisi keuangannya semakin terbebani.

"Bagi saya ini menunjukkan bahwa BRI benar-benar hadir melayani nasabah dengan sepenuh hati, meski harus menempuh perjalanan yang tidak mudah,” ungkapnya.

Melalui pendampingan dan edukasi mengenai pembiayaan, Angga kemudian membantu petani tersebut mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pembiayaan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha dan membuat luas lahan garapan petani bertambah. Dengan demikian, ia tidak lagi harus menggadaikan sawah untuk memperoleh modal usaha.

Interaksi yang intens dengan masyarakat juga membuat Angga merasa memiliki kedekatan tersendiri dengan warga. Ia kerap mendapat sapaan ketika melintas menggunakan sepeda motor dan merasakan sambutan hangat layaknya anggota keluarga.

Hal yang paling memberikan kepuasan baginya adalah ketika dapat menyaksikan secara langsung perkembangan usaha para nasabah. Perubahan kondisi ekonomi yang terjadi setelah nasabah mendapatkan akses pembiayaan menjadi pengalaman yang dinilai berharga selama menjalankan tugas sebagai Mantri BRI.

Upaya Angga dalam memperkuat akses keuangan masyarakat tidak berhenti pada pembiayaan. Ia juga mendorong nasabah potensial untuk menjadi Agen BRILink sehingga masyarakat di wilayah sekitar dapat melakukan berbagai transaksi tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke unit kerja BRI.

Di sisi lain, edukasi mengenai transaksi perbankan digital melalui aplikasi BRImo turut dilakukan untuk memperkenalkan kemudahan layanan keuangan kepada masyarakat.

Tantangan geografis kembali menjadi bagian dari keseharian Angga dalam menjalankan tugas. Sejumlah wilayah yang didatanginya masih memiliki keterbatasan jaringan seluler. Untuk mencapai lokasi nasabah, ia mengandalkan sepeda motor trail dan mempertimbangkan jalur yang relatif aman.

Ketika memasuki musim penghujan, persiapan dilakukan lebih matang karena kondisi jalan dapat berubah menjadi licin dan sulit dilalui. Angga pun terbiasa berangkat lebih awal agar memiliki waktu yang cukup untuk melewati medan tersebut.

Pengalaman melihat perubahan kehidupan nasabah menjadi salah satu sumber kebanggaan bagi Angga. Ia menyaksikan sejumlah pelaku usaha mengalami perkembangan setelah memperoleh dukungan pembiayaan.

Salah satunya adalah pedagang bakso yang sebelumnya berjualan dengan cara dipikul, kemudian mampu menggunakan sepeda motor untuk menunjang aktivitas berdagang.

Perubahan serupa juga terlihat dari bertambahnya lahan usaha milik nasabah hingga kondisi tempat tinggal yang sebelumnya berupa rumah panggung kemudian berkembang menjadi rumah permanen. Bagi Angga, berbagai perubahan tersebut menjadi gambaran nyata dari perkembangan usaha yang didampingi selama ini.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa aktivitas para Mantri BRI yang menjangkau wilayah pelosok merupakan bagian dari upaya perseroan memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sambutan dan kepercayaan masyarakat terhadap Mantri BRI menjadi dorongan bagi perseroan untuk mempertahankan kehadiran layanan hingga ke wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Dhanny menjelaskan bahwa peran Mantri BRI tidak sebatas memberikan pembiayaan kepada masyarakat. Para Mantri juga menjalankan fungsi pendampingan agar pelaku usaha dapat mengembangkan kegiatan ekonominya dan turut menggerakkan perekonomian desa secara berkelanjutan.

Kehadiran Angga di tengah masyarakat Banjarwangi pun menggambarkan bagaimana layanan perbankan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan berkembangnya usaha-usaha kecil di wilayah pedesaan.

“Kepercayaan ini membuktikan bahwa peran Mantri BRI bukan sekadar menyalurkan pembiayaan, melainkan mendampingi dan menggerakkan roda perekonomian warga desa secara berkelanjutan,” pungkas Dhanny.

Editor : Eka Rahmawati
mantri bri garut