Danone Indonesia dan Kampus Bisnis Umar Usman Hadirkan Damping Award 2024 bagi Pelaku UMKM Bogor

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:48 WIB
Danone Indonesia bersama Kampus Bisnis Umar Usman dalam podcast di Radar Bogor, Jumat, 25 September 2026. (Raissa/ Magang Radar)
Danone Indonesia bersama Kampus Bisnis Umar Usman dalam podcast di Radar Bogor, Jumat, 25 September 2026. (Raissa/ Magang Radar)

RADAR BOGOR — Danone Indonesia bersama Kampus Bisnis Umar Usman menghadirkan Damping Award 2024 bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bogor.

Ajang tersebut menjadi bagian dari program pendampingan Damping UMKM yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya. Pendaftaran dibuka tanpa dipungut biaya.

Program ini terbuka bagi pelaku UMKM di Bogor yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Public Affairs and Sustainability Danone Indonesia, Dian Savita, mengatakan, UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia. Menurutnya, pendampingan diperlukan agar pelaku usaha dapat mengembangkan bisnisnya.

“UMKM ini adalah penopang utama perekonomian Indonesia, terbukti menyumbang hingga 64% terhadap PDB nasional dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar di sektor non-formal,” ujar Dian dalam Podcast Bicara Bogor, Jumat, 25 September 2026.

Baca Juga: Parkir Malam Ditargetkan Masuk Kas Daerah, Jukir di Kota Bogor Dibekali QRIS

Dian mengatakan, kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan dapat memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha. Kolaborasi tersebut telah dilakukan melalui program Damping UMKM sejak 2020.

“Melalui kolaborasi sejak tahun 2020 ini, kami ingin menghadirkan program pendampingan Damping UMKM agar para pelaku usaha tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga bisa benar-benar naik kelas,” tegasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Damping UMKM sekaligus Direktur Kampus Bisnis Umar Usman, Rendika Rezky, mengatakan, persoalan UMKM tidak selalu berkaitan dengan modal atau teknologi.

Menurut dia, faktor personal seperti pola pikir, karakter, dan daya tahan pelaku usaha juga berpengaruh terhadap perkembangan bisnis.

“Tantangan terbesar UMKM sering kali bukan modal atau teknologi, melainkan dari faktor personal seperti mindset, karakter, dan resilience atau daya tahan dalam menghadapi dinamika pasar,” jelas Rendika.

Rendika mengatakan, Damping UMKM memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada peserta. Pendampingan tersebut diarahkan agar pelaku usaha memiliki pola pikir bisnis yang lebih profesional dan mampu mengembangkan usahanya dalam jangka panjang.

“Kami tidak mau cuma membuat pelatihan lalu peserta dilepas begitu saja, tetapi kami memberikan pendampingan yang berkelanjutan (sustainable mentoring & coaching),” tambahnya.

Untuk Damping Award 2024, pelaku UMKM Bogor yang telah aktif menjalankan usaha minimal enam bulan dapat mengikuti program tersebut. Peserta juga wajib memiliki NIB sebagai salah satu syarat administrasi.

Ajang tersebut terbuka bagi alumni maupun anggota aktif jaringan Damping UMKM. Peserta akan melalui proses kurasi dan penilaian dari dewan juri.

Penilaian mencakup sejumlah aspek, mulai dari pertumbuhan usaha, legalitas hingga dampak sosial bisnis. Peserta yang lolos ke babak final juga mendapatkan ruang promosi untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Pendaftaran Damping Award 2024 dijadwalkan ditutup pada 30 September 2024. Sementara acara puncak penganugerahan dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2024 di Botani Square Bogor.

Melalui Damping Award 2024, pelaku UMKM Bogor mendapat ruang untuk mengukur perkembangan usahanya sekaligus memperluas akses promosi. Program ini juga menjadi bagian dari pendampingan yang dilakukan Danone Indonesia dan Kampus Bisnis Umar Usman bagi pelaku usaha. (Raissa/Magang Radar Bogor)

Editor : Eka Rahmawati
Kampus Bisnis Umar Usman bogor umkm Danone