RADAR BOGOR - Mengatasi rayap di bangunan kini tak harus membobok atau mengebor keramik. Perusahaan asal Bogor, Asa Jaya Mandiri (AJM), membawa teknologi sistem anti-rayap asal India, TermiPore, ke pasar Indonesia.
AJM resmi memegang hak distribusi eksklusif TermiPore di Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Joint Venture antara APCO Group dan Entech Global Solution asal Singapura dengan nilai investasi Rp10 miliar, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kerja sama itu juga melibatkan LEADS Environmental Health dari Filipina, kolaborasi tersebut menyasar pengembangan sistem pengendalian hama perkotaan sekaligus perlindungan bangunan di Indonesia.
Baca Juga: Update Indonesia vs Bangladesh Babak 1: Timnas Garuda Unggul 6-1
Penandatanganan kerja sama turut disaksikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang mengapresiasi langkah perusahaan asal Bogor tersebut yang mampu menjalin kerja sama hingga ke tingkat internasional.
“Keberhasilan entitas bisnis asal Bogor dalam menembus rantai pasok global dan memikat investor luar negeri membuktikan bahwa potensi pengusaha daerah tidak dapat dipandang sebelah mata,” ujar Dedie.
Pemkot Bogor, lanjut Dedie, berkomitmen mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis lokal agar mampu bersaing di kancah internasional.
“Pemerintah Kota Bogor berkomitmen penuh mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis lokal agar mampu bersaing di kancah internasional,” lanjutnya.
TermiPore merupakan sistem perlindungan anti-rayap yang dipasang sejak tahap pra-konstruksi. Pipa elastomer berstruktur sarang lebah dipasang di bawah lantai sebelum proses pengecoran bangunan.
Sistem tersebut memungkinkan cairan anti-rayap disalurkan secara merata ke struktur fondasi. Dengan begitu, perlindungan bangunan dapat dilakukan tanpa mengganggu bagian interior.
Tak hanya saat pemasangan awal, sistem ini juga dirancang untuk memudahkan perawatan ketika cairan anti-rayap perlu diisi ulang.
Pemilik rumah maupun gedung tidak perlu mengebor keramik atau lantai interior, pengisian ulang (retreatment) dapat dilakukan dari bagian luar bangunan.
Pemilik TermiPore, Pranav mengatakan Indonesia dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar. Namun, edukasi mengenai sistem perlindungan bangunan sejak tahap pra-konstruksi masih perlu ditingkatkan.
“Pasar Indonesia sangat besar namun masih berada dalam tahap edukasi terkait sistem proteksi pra-konstruksi yang benar. Bersama LEADS dan AJM, kami berkomitmen memberikan sistem perlindungan bangunan terbaik bagi para pelanggan di Indonesia,” jelas Pranav.
AJM optimistis kehadiran TermiPore dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi bangunan. Sistem tersebut menyasar properti residensial maupun komersial di Indonesia. (bay)
Editor : Eka Rahmawati