RADAR BOGOR - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu semakin adaptif menghadapi perkembangan perdagangan digital yang kian pesat. Selain memanfaatkan marketplace, kemampuan mengelola penjualan secara mandiri dinilai penting agar pelaku usaha memiliki kendali lebih besar dalam mengembangkan bisnis dan membangun hubungan dengan pelanggan.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Toco Academy Volume 4 yang diselenggarakan Toco bersama J&T Express di Kota Bogor, Rabu, 30 September 2026 malam.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelaku UMKM dengan materi yang mencakup pengelolaan toko, strategi pemasaran, pelayanan dan hubungan dengan pelanggan, hingga aspek logistik dalam perdagangan daring.
Pendiri Toco, Arnold Egg, mengatakan pelaku UMKM perlu dibekali pemahaman mengenai cara menjalankan penjualan secara mandiri sekaligus membangun hubungan langsung dengan konsumen.
Baca Juga: Lahan Hunian Mewah di Lapas Cibinong Ternyata Milik Pemkab Bogor, Ini Penjelasan Bupati
Menurutnya, edukasi kepada merchant diperlukan agar mereka tidak hanya memahami cara berjualan secara daring, tetapi juga mampu membangun basis pelanggan sendiri.
“Kita harus edukasi merchant bagaimana jualan online seharusnya dan bagaimana membangun hubungan dengan customer kita sendiri,” ujar Arnold.
Ia menjelaskan, kemampuan berjualan di dunia digital tidak berhenti pada aktivitas mengunggah produk ke marketplace. Pelaku usaha juga perlu menguasai sejumlah aspek dasar, mulai dari menentukan harga, menyiapkan foto produk yang menarik, memberikan pelayanan kepada calon pembeli, hingga memanfaatkan media sosial untuk mendukung kegiatan pemasaran.
Penguasaan berbagai kemampuan tersebut dinilai dapat membantu UMKM membangun kedekatan dengan pelanggan dan meningkatkan peluang terjadinya pembelian berulang. Dengan begitu, keberlangsungan usaha tidak hanya bertumpu pada transaksi sesaat, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Arnold juga menyoroti persoalan margin yang menjadi salah satu tantangan bagi UMKM ketika mengandalkan marketplace. Berbagai komponen biaya dalam proses penjualan dapat berpengaruh terhadap besarnya keuntungan yang diterima pelaku usaha.
Untuk membantu peserta memahami dan menerapkan materi secara bertahap, Toco Academy menerapkan pola pelatihan yang terdiri atas satu kali pertemuan tatap muka dan dilanjutkan dengan empat sesi secara daring. Pendampingan tersebut ditujukan agar peserta memiliki kesiapan dalam mengelola sekaligus mengembangkan toko secara mandiri.
Marketplace Expert Jonathan Kho mengatakan perkembangan perdagangan elektronik telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, seiring perubahan kebiasaan konsumen yang semakin terbiasa melakukan pembelian secara online. Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM perlu beradaptasi agar tetap dapat menjangkau konsumen di tengah perubahan perilaku belanja.
Namun, di tengah peluang tersebut, pelaku usaha juga dihadapkan pada tantangan berupa meningkatnya harga bahan baku dan biaya operasional. Kondisi itu turut memberikan tekanan terhadap margin yang diperoleh penjual UMKM.
“Tahun ini tahun yang berat, dari banyak faktor, kita melihat dari sisi UMKM sedang banyak rintangan, kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional membuat margin seller UMKM makin tipis,” kata Jonathan.
Jonathan menilai 2026 menjadi periode yang cukup berat bagi pelaku UMKM karena menghadapi berbagai hambatan usaha. Kenaikan harga bahan baku serta biaya operasional disebut semakin mempersempit margin yang dapat diperoleh seller UMKM.
Meski menghadapi tekanan biaya, ia melihat perdagangan daring masih membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar. Kebiasaan masyarakat yang semakin memilih berbelanja tanpa harus mendatangi toko secara langsung dinilai memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan kanal digital dalam menjangkau konsumen yang lebih luas.
Sementara itu, Marketing Manager J&T Express Bogor, Deli Agung, menyampaikan dukungan perusahaan terhadap pengembangan ekosistem perdagangan daring. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi dalam kegiatan edukasi yang ditujukan bagi para penjual.
Dalam Toco Academy Volume 4 di Bogor, peserta mendapatkan materi sekaligus berdiskusi mengenai pengelolaan toko, pemasaran, hubungan dengan pelanggan, serta logistik.
Setelah mengikuti sesi tatap muka, peserta juga memperoleh pendampingan secara daring agar materi yang diterima dapat diterapkan dalam pengelolaan toko masing-masing. (ded)
Editor : Eka Rahmawati