bank bjb Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPR Sejahtera FLPP Tembus 41.383 Debitur

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 13:38 WIB
Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Rumah Subsidi yang digelar bank bjb.
Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Rumah Subsidi yang digelar bank bj

RADAR BOGOR – Akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus pembiayaan usaha terus menjadi perhatian bank bjb.

Komitmen bank bjb itu diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong program perumahan dan pembiayaan produktif bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Upaya itu salah satunya dilakukan melalui Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Rumah Subsidi yang digelar di Aula Oman Syahroni, Perkantoran Pemda Kabupaten Subang, Jalan Dewi Sartika No. 2, Soklat, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi bank bjb untuk memperkenalkan berbagai fasilitas pembiayaan perumahan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai kredit produktif yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan mereka.

Melalui kegiatan ini, bank bjb juga menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat dan pelaku usaha yang terlibat dalam sektor produktif.

Sosialisasi turut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat pembiayaan produktif bersubsidi.

Baca Juga: HP Dirampas, Pelajar di Kota Bogor Terseret Motor Jambret

Salah satu program yang diperkenalkan yakni Kredit Program Perumahan (KPP), yang menjadi salah satu instrumen untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk usaha yang memanfaatkan hunian sebagai bagian dari kegiatan produktif.

Dihadiri Pemerintah dan Pelaku Industri Perumahan

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II Mulya Permana, serta Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (DPP REI) Joko Suranto.

Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi.

Keduanya turut memberikan perspektif serta dukungan terhadap penguatan program perumahan dan skema pembiayaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari jajaran bank bjb, kegiatan tersebut dihadiri Pemimpin Divisi Kredit UMKM Budiatmo Sudradjat, Pemimpin Divisi KPR M. Aditya Wiradharma, Pemimpin Divisi Dana Jasa & Konsumer Maman Rukmana, CEO Regional I bank bjb M. Fajar Firdaus, serta CEO Regional III bank bjb Asep Wahyu Irawan.

Portofolio KPR Sejahtera FLPP Capai 41.383 Debitur

Dukungan bank bjb terhadap sektor perumahan tercermin dari kinerja penyaluran KPR Sejahtera FLPP.

Berdasarkan data portofolio hingga 4 Oktober 2026, bank bjb mencatat sebanyak 41.383 debitur atau NoA dengan outstanding mencapai Rp4,935 triliun.

Sementara sepanjang Januari hingga Oktober 2026, realisasi pencairan FLPP bank bjb telah mencapai 2.492 debitur.

Total plafon pencairannya mencapai Rp404,98 miliar, sedangkan outstanding pencairan tercatat sebesar Rp399,40 miliar.

Baca Juga: Ramen Seirock-Ya di Bogor, Punya Toripaitan Khas Jepang dan Bersertifikat Halal

Tidak hanya melalui pembiayaan kepemilikan rumah, bank bjb juga menjadi mitra pemerintah dalam pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Khusus di Kabupaten Subang, program tersebut menyasar 1.327 penerima bantuan.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman.

Pelaksanaan program hingga tingkat desa menunjukkan adanya kolaborasi untuk memastikan bantuan dapat memberikan manfaat secara nyata dan tepat sasaran.

Program Bedah Rumah juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, toko bangunan dan tukang bangunan setempat dilibatkan sebagai pemasok material sekaligus tenaga kerja untuk proses renovasi rumah penerima bantuan.

bank bjb Dukung Penyaluran Program Bedah Rumah

Untuk memastikan penyaluran Program Bedah Rumah berjalan lancar, bank bjb menyediakan dukungan sistem dan layanan yang dirancang untuk mempermudah penerima bantuan dalam memperoleh layanan perbankan serta melakukan transaksi secara praktis dan nyaman.

Mekanisme tersebut mencakup sejumlah tahapan, mulai dari validasi data penerima bantuan, pembukaan rekening secara terpusat, pemantauan status transaksi, hingga monitoring penyaluran dana melalui sistem yang terintegrasi.

Hingga September 2026, bank bjb telah turut menyalurkan Program Bedah Rumah kepada lebih dari 25 ribu penerima bantuan.

Melalui sinergi antara pemerintah, perbankan, dan berbagai pihak terkait, Program Bedah Rumah 2026 diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga: Jangan Langsung Ganti Baterai! Ini Penyebab Mobil Listrik Tiba-Tiba tak Bisa Dicas

Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

Dukungan terhadap BSPS menunjukkan bahwa keterlibatan bank bjb dalam ekosistem perumahan tidak sebatas pembiayaan untuk memiliki rumah.

Bank bjb juga mengambil bagian dalam upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, manfaat program perumahan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas di berbagai wilayah Jawa Barat.

bank bjb Perkuat Penyaluran Kredit Program Perumahan

Di sisi lain, bank bjb terus memperkuat perannya sebagai salah satu bank penyalur Kredit Program Perumahan (KPP) sejak 2025.

KPP yang disalurkan bank bjb memiliki dua skema utama, yakni KPP Supply dan KPP Demand.

KPP Supply diperuntukkan bagi pelaku usaha yang berada dalam rantai penyediaan perumahan.

Segmen tersebut mencakup developer atau pengembang perumahan, pelaku jasa konstruksi, hingga toko material atau bangunan.

Skema tersebut memberikan dukungan pembiayaan kepada sektor usaha yang memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem perumahan.

Sementara itu, KPP Demand ditujukan kepada masyarakat pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli, membangun, maupun melakukan perbaikan rumah tinggal yang sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat usaha.

Baca Juga: Suzuki XL7 Facelift 2026 Meluncur, Harga Naik Tipis tapi Fiturnya Makin Lengkap

Skema tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dengan menjadikan tempat tinggal sebagai bagian dari aktivitas usaha.

Melalui berbagai pilihan pembiayaan tersebut, bank bjb berupaya menyediakan akses pembiayaan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Integrasi pembiayaan perumahan dan sektor produktif diharapkan mampu menciptakan manfaat yang lebih luas.

Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi keluarga.

Dengan dukungan jaringan kantor cabang yang luas, bank bjb akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui semangat “Memberikan Kemudahan, Memperluas Akses, Mendorong Pertumbuhan”, bank bjb berkomitmen melanjutkan kontribusinya terhadap pembangunan sektor perumahan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat di Jawa Barat.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah di Kabupaten Bogor, Dua Hal Ini Jadi Sorotan Menko PMK

Informasi lebih lanjut mengenai bank bjb dapat diperoleh melalui website resmi bank bjb, kanal media sosial resmi bank bjb, serta layanan bjb Call 14049.

bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (***)

Editor : Yosep Awaludin
bank bjb hunian perumahan