Berawal dari Hobi Merajut, EKKYTA Tumbuh Jadi UMKM Kreatif hingga Tembus Pasar Ekspor

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:48 WIB
EKKYTA menghasilkan beragam kerajinan, mulai dari basket rajut karakter hingga tas makrame
EKKYTA menghasilkan beragam kerajinan, mulai dari basket rajut karakter hingga tas makrame.

RADAR BOGOR – Benang dan keterampilan merajut yang awalnya hanya menjadi aktivitas pengisi waktu kini berkembang menjadi sumber penghasilan sekaligus peluang pemberdayaan bagi orang lain.

Hal tersebut dijalani Indah Prihatiningsih melalui EKKYTA, usaha kreatif asal Kota Semarang yang konsisten mengembangkan produk handmade sejak 2011.

Dari ketekunan mengolah benang, EKKYTA menghasilkan beragam kerajinan, mulai dari basket rajut karakter hingga tas makrame.

Produk-produk tersebut menarik perhatian konsumen karena menggabungkan keunikan desain, daya tahan, serta nilai estetika.

Tidak hanya terpaku pada satu teknik, EKKYTA terus melakukan eksplorasi dalam menghasilkan produk baru.

Salah satunya dengan memanfaatkan limbah kain perca menjadi berbagai karya yang tetap memiliki fungsi sekaligus karakter tersendiri.

Baca Juga: Knalpot Motor Sering Nembak Saat Lepas Gas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perkembangan bisnis tersebut membuat jangkauan pasar EKKYTA semakin luas. Produk-produknya kini tidak hanya dinikmati konsumen di Semarang, tetapi juga telah menjangkau pasar antarkota dan antarpulau, bahkan ekspor melalui pihak ketiga.

Hobi Merajut Jadi Awal Berdirinya EKKYTA

Owner EKKYTA Indah Prihatiningsih mengungkapkan, perjalanan usahanya bermula dari kegemaran merajut.

Ketertarikan tersebut kemudian berkembang setelah ia melihat potensi kerajinan rajut untuk dijadikan sebuah bisnis kreatif.

Semangat untuk terus belajar membuat Indah tidak berhenti pada produk yang sudah ada.

Ia terus mencoba berbagai teknik dan melakukan inovasi agar produk EKKYTA mempunyai ciri khas sekaligus nilai jual.

EKKYTA berawal dari hobi merajut yang kemudian berkembang menjadi sebuah usaha kreatif. 

"Berbekal semangat belajar, saya terus mengeksplorasi berbagai teknik dan inovasi rajut untuk menciptakan produk yang unik, estetik, serta memiliki nilai jual tinggi. EKKYTA mulai mengenal linkumkm by BRI melalui Rumah BUMN (RB) Semarang saat mengikuti berbagai program pelatihan,” ujarnya.

Tantangan Menghadirkan Produk yang Berbeda

Industri kerajinan rajut memiliki banyak pelaku usaha yang menggunakan teknik serupa.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi EKKYTA untuk terus menghadirkan produk yang memiliki pembeda.

Alih-alih menjadi hambatan, tuntutan untuk berinovasi justru membuka peluang baru bagi EKKYTA.

Baca Juga: 3 Agenda Penting DPR Hari Ini, RUU Pemilu Mulai Disiapkan

Konsistensi dalam mengembangkan produk membuat usaha tersebut mendapat kesempatan mengikuti berbagai kegiatan dan pameran berskala lebih luas.

Tantangan terbesar EKKYTA adalah menjaga inovasi agar produk selalu memiliki pembeda dibandingkan produk rajut lain dengan teknik serupa.

"Namun, konsistensi dalam berinovasi justru membuka banyak peluang untuk tampil di berbagai ajang bergengsi seperti UMKM EXPO(RT) BRILiaNpreneur 2023, BRI UMKM EXPO(RT) 2025, INACRAFT, serta berbagai pameran yang diselenggarakan oleh dinas di Kota Semarang,” ungkap Indah.

Tingkatkan Kapasitas Usaha Lewat linkUMKM by BRI

Dalam mengembangkan bisnis, kemampuan membuat produk saja tidak cukup. EKKYTA juga membutuhkan pengetahuan mengenai bagaimana mengelola usaha secara lebih profesional.

Kesempatan tersebut diperoleh melalui berbagai program pembelajaran di linkUMKM by BRI.

EKKYTA mengenal platform tersebut melalui Rumah BUMN Semarang ketika mengikuti sejumlah program pelatihan.

Pengetahuan yang diperoleh kemudian diterapkan dalam pengelolaan bisnis. Upaya tersebut turut membuahkan hasil dengan diraihnya Juara 2 BRI Inkubator Rumah BUMN Semarang Tahun 2023.

Untuk menunjang kebutuhan transaksi sehari-hari, EKKYTA juga memanfaatkan sejumlah layanan BRI, termasuk tabungan, BRImo, dan QRIS.

Keterampilan Merajut Dibagikan kepada Warga Binaan

Perjalanan EKKYTA tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis. Keterampilan merajut yang dimiliki Indah juga dimanfaatkan untuk berbagi pengetahuan kepada warga binaan Lapas Perempuan Semarang.

Setelah mendapatkan pelatihan dari EKKYTA, para warga binaan tersebut kemudian diberi kesempatan untuk terlibat dalam proses produksi.

Baca Juga: TPG Juli-Agustus Belum Cair hingga Oktober 2026? Cek SKTP dan Info GTK

Langkah ini menjadi salah satu bentuk bagaimana keterampilan yang dikembangkan melalui sebuah usaha dapat memberikan manfaat lebih luas sekaligus membuka kesempatan bagi orang lain untuk mengembangkan kemampuan.

BRI Dorong UMKM Terus Belajar dan Berinovasi

Senior Executive Vice President (SEVP) Micro Business Empowerment BRI M. Candra Utama mengatakan, perjalanan EKKYTA menjadi contoh bahwa pengembangan kapasitas memiliki peran penting dalam membantu UMKM bertumbuh.

Menurutnya, usaha dapat berkembang dari sesuatu yang sederhana ketika pelakunya memiliki kemauan untuk terus belajar, berinovasi, serta mampu menangkap peluang di lingkungan sekitar.

EKKYTA menunjukkan bahwa sebuah usaha dapat tumbuh dari sesuatu yang sederhana ketika pelakunya terus belajar, berinovasi, dan mampu melihat peluang di sekitarnya.

Yang juga penting, keterampilan yang berkembang dari usaha tersebut dapat dibagikan dan membuka kesempatan bagi orang lain untuk berkembang.

"linkumkm by BRI akan terus dikembangkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar, meningkatkan kapasitas, dan mengembangkan usahanya,” ungkapnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
EKKYTA merajut semarang