RADARUPDATE.ID — Bagaimana rasanya jadi penjual jamu kesuburan, tapi belum juga punya anak? Pertanyaan nyeleneh inilah yang jadi ide utama di balik film Cocote Tonggo, karya terbaru dari sutradara sekaligus aktor Bayu Skak.
Film Cocote Tonggo mengangkat kisah pasangan Luki dan Murni, suami istri yang berjualan jamu kesuburan.
Meski berprofesi seperti itu, keduanya justru belum dikaruniai anak, dan jadi bahan omongan warga sekitar.
Dari situlah cerita bergulir, menampilkan situasi lucu, rumit, dan kadang bikin mikir.
Demi menjaga citra sebagai pasangan ideal sekaligus mempertahankan usaha jamu warisan keluarga, Luki dan Murni melakukan berbagai cara.
Tapi usaha mereka malah memicu beragam konflik yang kocak dan menghibur, sekaligus menyentil realita sosial yang akrab di masyarakat kita.
Di balik cerita yang penuh humor, Cocote Tonggo ternyata menyimpan kritik sosial tentang tekanan dari lingkungan sekitar—terutama soal harapan masyarakat terhadap pasangan suami istri.
Film ini juga menggambarkan kehidupan di lingkungan padat khas perkotaan seperti Solo, yang suasananya terasa sangat dekat dengan keseharian banyak orang.
Bayu Skak menyampaikan bahwa film ini bukan sekadar hiburan semata. Menurutnya, Cocote Tonggo punya pesan soal bagaimana tekanan sosial bisa dihadapi, bahkan dengan cara yang mengundang tawa.
Film ini makin hidup dengan latar pengambilan gambar di kawasan Laweyan dan sekitaran Kota Solo.
Nuansa lokal makin kental berkat penggunaan Bahasa Jawa Mataraman dalam sebagian besar dialognya.
Selain Bayu Skak sendiri, deretan bintang ternama seperti Dennis Adhiswara, Ayushita, dan Asri Welas ikut meramaikan cerita.
Ada juga kehadiran nama-nama legendaris seperti Sundari Soekotjo dan Yati Pesek, serta aktor-aktor lokal Solo yang menambah warna khas.
Cocote Tonggo merupakan hasil kolaborasi SKAK Studios dengan Tobali Film. SKAK Studios dikenal lewat film dan serial berbahasa Jawa seperti Yowis Ben, Sekawan Limo, dan Lara Ati.
Sementara itu, Tobali Film, yang sebelumnya lebih dikenal lewat sinetron, kini kembali menjajal layar lebar setelah sepuluh tahun vakum. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Mei 2025.***
Editor : Eli Kustiyawati