Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menggali Makna Persahabatan dan Impian Lewat Kisah Emosional Film Anak Medan Cocok Ko Rasa yang Mulai Tayang 24 April 2025

Omer Ritonga • Senin, 21 April 2025 | 15:33 WIB
Film Anak Medan Cocok Ko Rasa
Film Anak Medan Cocok Ko Rasa

RADAR BOGOR – Film terbaru PIM Pictures bergenre drama-komedi berjudul Anak Medan Cocok Ko Rasa, siap menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 April 2025 mendatang.

Diproduseri Agustinus Sitorus dan disutradarai Ivan Bandhito, Film Anak Medan Cocok Ko Rasa ini merupakan hasil kolaborasi antara PIM Pictures, Dayu Pictures, Dynamic Pictures, dan Layar Production.

Film Anak Medan Cocok Ko Rasa dibintangi Maell Lee, Ajil Ditto, Ady Sky, Mario Maulana Hazar, Amara Sophie Rhemaesthita, Maria Simorangkir, Lina Marpaung, Putra Siregar, dan Stevan Pasaribu.

Kisah mengikuti perjalanan empat sahabat yakninUcok, Joko, Rafly, dan Chisa – yang terpisah sejak kelulusan SMA akibat tragedi yang menimpa mereka.

Ucok merantau ke Jakarta untuk menjadi penyanyi, Joko mengejar karier sepak bola, dan Chisa meneruskan bisnis keluarga, sementara Rafly hilang tanpa kabar.

Empat tahun berlalu, mereka kembali dipertemukan di Medan dalam reuni yang menjadi awal dari tantangan baru, dimana persahabatan mereka diuji berbagai cobaan hidup.

Anak Medan Cocok Ko Rasa menyuguhkan kisah yang sangat relevan dengan kehidupan banyak orang, fokus pada persahabatan yang tetap kuat meskipun waktu dan kehidupan akan merubah segalanya.

Film ini juga sedikit menggambarkan bagaimana keinginan besar orang tua seringkali tanpa sadar mengubur impian anak-anak mereka, yang dihadapkan pada dilema antara harapan keluarga dan impian pribadi.

Meski kehidupan membawa mereka ke arah yang berbeda, film ini mengingatkan bahwa persahabatan sejati tak pernah luntur oleh jarak maupun waktu.

Dengan penuh tawa dan momen yang mengharukan, film ini mengajak penonton untuk merenung tentang absurditas hidup, kerinduan, memaafkan, dan bagaimana akhirnya belajar untuk berdamai dengan kekecewaan.

Melalui kisah ini, Anak Medan Cocok Ko Rasa memberikan gambaran tentang berbagai problematika kehidupan yang dihadapi banyak orang, terutama generasi muda yang terus berjuang mengejar mimpi meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan.

Menurut produser Agustinus Sitorus, film ini tidak sekadar menyajikan kisah persahabatan, tetapi juga memotret berbagai problematika hidup yang banyak dialami generasi muda saat ini.

“Melalui Anak Medan Cocok Ko Rasa, ingin menunjukkan masalah besar yang sering dihadapi anak muda, seperti impian yang terkubur, hubungan yang terpisah, hingga perasaan rindu dan kekecewaan, sebenarnya adalah bagian dari kehidupan yang universal.

"Kami memilih Medan sebagai latar karena kota ini memiliki karakter yang kuat, penuh dinamika sosial dan ekonomi yang menggambarkan perjuangan hidup anak muda, terutama bagi mereka yang merantau," ujar Agustinus.

Medan adalah kota yang kaya akan keragaman dan budaya, tempat yang menjadi cerminan kehidupan banyak anak muda Indonesia yang berusaha mengejar mimpi, tetap tidak melupakan akar mereka.

Film ini dikemas dengan sentuhan drama komedi yang segar, karena baginya, dalam menghadapi kerasnya hidup, ada kalanya harus menertawakan kenyataan.

"Lewat tawa dan kisah para tokoh, kami ingin mengajak penonton melihat bahwa hidup, seberat apa pun, tetap layak untuk dinikmati dan ditertawakan bersama," tutup Agustinus.

Proses produksi Anak Medan Cocok Ko Rasa penuh tantangan sekaligus momen berharga, mengingat banyak elemen yang diperhatikan untuk menghadirkan kesan yang autentik dan menyentuh.

Sutradara Ivan Bandhito, menyampaikan bahwa pengalaman syuting di Medan memberikan warna tersendiri bagi film ini. Syuting di Medan memberi nuansa yang sangat khas dan autentik untuk film ini.

"Kami ingin menghadirkan kota ini dengan cara yang jujur, bisa menunjukkan perjuangan dan karakter-karakter yang ada," ujar Ivan.

Pemain juga memberikan penampilan yang luar biasa, tidkl hanya sekadar bermain peran, juga benar-benar membawa pengalaman pribadi mereka ke karakter yang mereka mainkan.

"Dedikasi dan kerja keras mereka sangat terasa, dan itu membuat film ini jadi lebih kuat dan emosional,” ujar Ivan.

Maell Lee, yang memerankan Ucok, merasa sangat terhubung dengan karakter yang diperankannya. Sebagai sesama perantau dari Medan, ia mengaku banyak merasakan
kesamaan pengalaman dengan Ucok.

"Karakter Ucok memang punya kemiripan dengan saya, terutama soal impian dan perjuangan sebagai perantau. Seperti Ucok yang merantau ke Jakarta untuk mengejar mimpinya, saya juga merasakan bagaimana beratnya jauh dari keluarga demi tujuan hidup. Itu memberi saya banyak kesempatan untuk mengekspresikan perasaan Ucok yang penuh tantangan dan harapan,” ungkap Maell Lee.

Sementara itu, Ajil Ditto yang memerankan Rafly juga berbagi cerita kedekatannya dengan Medan.

“Syuting di Medan buat saya terasa seperti pulang kampung. Saya lahir dan besar di sini, jadi suasananya sangat dekat dengan saya. Bisa kembali dan bekerja di tempat yang saya kenal sangat menyenangkan,” jelas

Ajil. Ajil juga mengungkapkan chemistry di antara pemain terbentuk dengan sangat alami sejak awal proses syuting.

“Kami semua punya sifat dan karakter yang ternyata saling melengkapi, jadi enggak butuh waktu lama untuk merasa dekat satu sama lain. Suasana yang cair ini bikin setiap adegan terasa lebih hidup, dan kami bisa saling membangun emosi dengan natural,” ujar Ajil.(mer)

Editor : Alpin.
#Film Anak Medan Cocok Ko Rasa #Kisah Emosional #persahabatan