Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mendadak Dangdut Kembali Lagi dengan Cerita Baru, Sang Biduan Berubah Aliran demi Hindari Penangkapan

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 2 Mei 2025 | 06:20 WIB

Anya Geraldine berperan sebagai Naya Wardhana sebagai pemeran utama di film Mendadak Dangdut.
Anya Geraldine berperan sebagai Naya Wardhana sebagai pemeran utama di film Mendadak Dangdut.

RADAR BOGOR - Mendadak Dangdut dirilis di bioskop sejak Rabu (30/4 lalu).

Sebagai karakter utama, ada Naya Wardhana (Anya Geraldine).

Dia punya hal yang diimpikan seorang penyanyi.

Sang biduan pop itu bertalenta, digemari banyak orang, dan punya selera musik yang bagus.

Sayang, ini bikin Naya arogan. Meski di panggung dan depan kamera dia terlihat baik hati, nyatanya Naya lebih suka menggerutu dan ingin agar semua orang mengikuti maunya.

Namun, masalah datang. Seusai manggung dan lantas tak sadarkan diri, sesosok mayat tergeletak di samping Naya.

Dia adalah Zul (Calvin Jeremy), kru Naya yang tewas bersimbah darah.

Karena Naya berada di samping jasad Zul, dia berpotensi dicurigai sebagai tersangka.

Tak mau kariernya berakhir di penjara atau ditangkap polisi, Naya kabur bersama adik sekaligus asistennya, Lola (Nura Datau).

Masalah bertambah pelik saat ayah Naya, Anwar (Joshua Pandelaki), kembali setelah meninggalkan keluarganya.

Anwar, yang mengidap Alzheimer, mengaku tahu siapa yang membunuh Zul.

Sayang, penyakitnya mencegah ingatan tersebut. Naya dan Lola lantas mengajak ayah mereka untuk tinggal di rumah yang sempat ditinggalinya di Singalaya, kampung pesisir di Tangerang, agar ingatannya pulih.

Singalaya jadi tempat persembunyian Naya dari incaran polisi.

Tetapi, seorang kibordis organ tunggal, Wawan (Keanu), mengenali Naya dari berita di televisi.

Naya dan Wawan bersepakat. Wawan akan menutupi identitas Naya asalkan dia mengubah aliran musiknya alias jadi biduan dangdut untuk orkes tunggalnya.

Tak disangka, dangdut-musik yang dibenci Naya- mengubahnya. Termasuk, hubungannya dengan sang ayah, yang sempat putus karena kekecewaan.

Mendadak Dangdut versi 2025 punya premis dan konsep cerita yang sama dengan film berjudul sama yang dirilis SinemArt pada 2006.

Yakni, biduan pop yang banting setir jadi biduan dangdut demi menghindari polisi atas kasus yang tidak dia lakukan.

Musik dangdut rupanya tak sekadar perlindungan diri dan pelarian, tapi juga hal yang mengubah hidup sang biduan.

Sebagai pembeda, Monty Tiwa selaku sutradara serta penulis naskah untuk Mendadak Dangdut versi 2006 dan 2025 menambahkan cerita hubungan ayah dan anak alias dua generasi berbeda.

“Selayaknya generasi analog ke digital, dangdut pun kini berubah.

Dari koplo, sekarang ada EDM-nya, terus dangdut juga sekarang makin marak di festival musik alias banyak didengar audiens yang lebih luas,” ujar Monty, menambah alasan mengapa Mendadak Dangdut tetap relevan.

Perkembangan dangdut itu tercermin dalam soundtrack Mendadak Dangdut.

Ada lagu dangdut koplo,klasik, hingga yang punya sentuhan house-music dengan irama catchy.

Beberapa lagu dangdut diaransemen ulang, termasuk Jablai.

Sebagaimana film pertamanya, dangdut di Mendadak Dangdut 2025 menjadi musik yang memperbaiki hubungan sang tokoh utama dengan anggota keluarganya.

Untuk perannya sebagai biduan, Anya mengaku menjalani latihan menyanyi dan berjoget.

Meski belum maksimal, performa Anya sebagai Naya sang biduan dangdut cukup menghibur.

“Awalnya aku ragu, bisa,nggak,ya? Tapi ternyata aku enjoy dan malah sering nyetel dangdut,” kata Anya dalam jumpa pers.

Keanu sendiri sukses memperkuat unsur komedi berkat dialognya sebagai Wawan.

Terlebih, ketika adegan Wawan berselisih dengan ayahnya, Romli (Opie Kumis).

Opie, dengan gaya lawaknya yang lugas namun kocak, ketika disandingkan dengan Wawan, sanggup membuat tertawa. Dialog mereka mengalir layaknya lawakan spontan.

Secara keseluruhan, Mendadak Dangdut versi 2025 lebih sarat dengan nuansa komedi alih-alih dramatis seperti Mendadak Dangdut versi 2006.

Mendadak Dangdut versi 2025 mirip seperti lagu dangdut itu sendiri.

Jalan ceritanya mudah tertebak dan umum layaknya lirik lagu yang klise dan sederhana, sesekali dengan kejenakaan atau haru-biru.

Namun, value yang universal, cerita simpel, dan komedi menjadikan film tersebut mudah dinikmati.

Entah dengan hiburannya atau dengan drama keluarganya.

“Seperti Naya yang tiba-tiba kena masalah dan merasa tidak berdaya, tiba-tiba ada dangdut datang ke dia. Musik itu nggak bisa dinikmati kalau lo gak susah dulu,” pungkas Monty. (shf/len)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #mendadak dangdut #Naya Wardhana #anya geraldine