RADAR BOGOR - Film PANGKU, sebuah karya sinema luar biasa dari Indonesia, baru saja menciptakan sejarah.
Film PANGKU ini tampil bukan hanya sekadar peserta, melainkan sebagai raja yang merebut takhta di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, panggung termegah bagi sinema kontemporer Asia.
Dikutip dari Instagram @catatanfilm, Film PANGKU berhasil meraih 4 penghargaan bergengsi sekaligus.
Sudah jelas bahwa kualitas sinema Nusantara telah mencapai puncaknya, siap meledak di panggung global dan membungkam keraguan.
KB Vision Audience Award adalah salah satu piala yang dibawa pulang, menjadi bukti nyata bahwa produksi ini berhasil menarik perhatian ribuan penonton internasional, membuat mereka terpikat oleh keindahan cerita yang disajikan.
Selain itu, ada penghargaan FIPRESCI, yang diberikan oleh Federasi Kritikus Film Internasional. Penghargaan ini adalah pengakuan tertinggi atas keunggulan kreatif dan keberanian. Para kritikus terpesona dengan sinematik PANGKU yang luar biasa dan menyentuh.
Tidak hanya itu, film pertama yang disutradarai oleh aktor terkenal Reza Rahadian ini menerima penghargaan Central Asia Cinema, menunjukkan bahwa tema universal yang diangkat dapat melampaui perbedaan geografis dan budaya.
Kisah pergulatan emosional Sartika, sang perempuan muda, dengan segala kesulitan hidupnya, sampai ke hati orang Asia Tengah.
Sebagai penutup pesta kemenangan yang luar biasa, Film PANGKU menerima penghargaan Face of the Future.
Menandakan bahwa film ini akan menjadi gambaran paling indah dari masa depan sinema Asia yang cerah, menandai era baru yang dipimpin oleh artis-artis hebat dari Indonesia.
Reza Rahadian, yang selama ini terkenal sebagai aktor kaliber emas, kini membuktikan dirinya sebagai sutradara yang cerdas. Debutnya ini tidak hanya berhasil, tetapi juga langsung menjadi hit dan mencetak sejarah.
Film PANGKU menawarkan cerita yang menyentuh hati. Mengisahkan tentang Sartika, seorang wanita muda yang berjuang untuk menyelamatkan nyawanya dan bayinya yang baru dilahirkan.
Penonton dibawa ke dalam konflik internal, pengorbanan tak ternilai, dan perjuangan di tengah realitas sosial melalui ceritanya.
Penampilan Sartika yang diperankan oleh aktris muda Claresta Taufan adalah badai emosi. Seluruh cerita terikat oleh aktingnya yang terlihat alami dan memilukan.
Ia tidak hanya sekadar berakting, melainkan menjelma, menghidupkan setiap keputusasaan dan harapan.
Kehadiran Christine Hakim, sang legenda perfilman Indonesia, di antara pemain menjadi daya tarik tambahan.
Peran Bu Maya, pemilik kedai kopi dengan misteri dan niat tersembunyi, memberikan dimensi kegelapan yang kaya pada cerita, membuktikan bahwa kolaborasi antar generasi aktor adalah kunci.
Kemenangan ini mengejutkan dunia. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia mungkin hanya dipandang sebelah mata dalam daftar festival film internasional, tetapi sekarang ia telah muncul dengan suara yang kuat.
Sebuah film drama yang berani menyentuh luka sosial, yang dibuat dengan tulus, terbukti mampu menaklukkan panggung kritis.
Film PANGKU akan segera tayang di bioskop Tanah Air pada 6 November 2025. Jangan lewatkan karya agung yang telah disahkan oleh dunia.
Saksikan revolusi film ini dan rasakan getarannya, karena ini membuktikan bahwa Sineas Indonesia adalah juara dunia! (Mutia/BSI)
Editor : Yosep Awaludin