Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Good News! Film Pembajakan Pesawat yang Terinspirasi dari Insiden Nyata, Sajikan Ketegangan dan Kecerdikan

Yosep Awaludin • Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:40 WIB
Film Netflix Good News yang sajikan kecerdikan dan ketegangan.
Film Netflix Good News yang sajikan kecerdikan dan ketegangan.

RADAR BOGOR – Film Netflix Good News menuai banyak pujian sejak perilisan filmnya. Film ini berdasarkan kisah nyata pembajakan pesawat, yang menyoroti peristiwa yang disebut mirip dengan insiden yodo.

Dikutip dari Naver.Entertainment, Film Good News yang dirilis pada 17 Oktober 2025 ini, mengisahkan sekelompok orang di era 1970-an yang berusaha mendaratkan sebuah pesawat yang dibajak dengan berbagai cara.

Dalam Film Good News ini, Seol kyung-gu berperan sebagai pemecah masalah misterius, Ryu seung-bum memerankan Park sang-hyun, Direktur Badan Intelijen Pusat Korea.

Sementara Hong kyung berperan sebagai Seo go-myeong, seorang pengendali lalu lintas udara muda yang ambisius.

Film Good Newas ini menampilkan cerita tentang pesawat yang berangkat dari Jepang dan dibajak oleh sekelompok aktivis radikal.

Pesawat tersebut dikisahkan hendak menuju Pyongyang, namun berhasil dicegat dan diarahkan untuk mendarat di Bandara Gimpo di Korea Selatan dengan berpura-pura seolah mendarat di Pyongyang.

Walau terdengar tak masuk akal, cerita dan struktur film ini memiliki banyak kemiripan dengan kejadian nyata di masa lalu.

Beberapa karakter dalam film, seperti pengendali lalu lintas udara yang berkomunikasi langsung dengan direktur Badan Intelijen Korea, maupun politisi Jepang yang menawarkan diri untuk menjadi bagian dari pertukaran sandera, didasarkan pada tokoh-tokoh sungguhan.

Namun karakter “A-man” yang diperankan oleh Seol Kyung-gu digambarkan secara ambigu muncul dan menghilang di antara layar nyata dan fiktif menjadikannya figur yang sulit diidentifikasi dengan tokoh dunia nyata.

Salah satu momen paling menarik dalam film adalah adegan ketika kapten Jepang menggunakan kecerdikannya untuk menyelamatkan penumpang. Meskipun pesawat sebenarnya memiliki bahan bakar cukup.

“Kita tidak punya cukup bahan bakar untuk sampai ke Pyongyang,” katanya sebagai taktik untuk mendarat darurat.

Dalam kisah nyata, pesawat itu benar-benar mendarat di Bandara Itazuke, menurunkan 23 sandera termasuk lansia, orang sakit, dan anak-anak, sebelum kembali lepas landas.

Pendaratan palsu di Bandara Gimpo, yang digambarkan dalam film sebagai aksi penuh kecerdikan Korea Selatan, juga terjadi di dunia nyata.

Seorang pengatur lalu lintas udara asli berpura-pura menjadi petugas Pyongyang dan berhasil membujuk pesawat tersebut agar mendarat di Gimpo.

Bandara itu bahkan disamarkan total, mengganti bendera Korea Selatan dengan bendera Korea Utara, serta memasang plakat penyambutan seolah berada di Pyongyang.

Dalam film, adegan satir memperlihatkan para pembajak melihat tentara Amerika sedang makan hamburger dan logo maskapai AS melalui teropong, sebelum menyadari bahwa mereka sebenarnya telah ditipu.

Berdasarkan laporan program SBS “Kokkomu”, para pembajak sungguhan sempat meminta “foto pemimpin Korea Utara Kim Il-sung,” dan saat bertanya kepada tentara di samping pesawat, “Apakah ini Seoul?”, mereka dijawab “ya,” yang akhirnya membuat mereka sadar akan kenyataan.

Kisah sebenarnya juga mencatat bahwa ketika negosiasi dengan para pembajak menemui jalan buntu, Wakil Menteri Perhubungan Jepang turun tangan langsung dan menggantikan para penumpang.

Setelah itu, semua penumpang kecuali tiga orang dibebaskan dan diterbangkan ke Pyongyang. Sang wakil menteri kemudian kembali dengan selamat ke Jepang bersama kru pesawat.

Film “Good News” juga mengungkap bahwa senjata para teroris dalam cerita tidak bisa digunakan, dan mereka tidak berniat melukai siapa pun.

Fakta ini juga selaras dengan kejadian nyata, di mana senjata yang digunakan oleh para pembajak diketahui hanyalah mainan.

Meskipun film ini memiliki banyak kesamaan dengan peristiwa sebenarnya, dengan tambahan sentuhan komedi gelap dan karakter yang diperluas, kisah nyata dari Pengatur Lalu Lintas Udara Chae Hee-seok yang menjadi inspirasi karakter Seo Go-myeong ternyata jauh lebih memilukan.

Ia mengaku dibungkam setelah insiden tersebut. Dalam sebuah wawancara, Chae mengatakan, “Tiga hari setelah kejadian, saya diberitahu untuk tidak pernah menyebutkan insiden Yodo lagi.

Itulah sebabnya saya bahkan tidak bisa memberi tahu keluarga saya. Saya baru membicarakannya ketika saya berusia 63 tahun.” Ia diberhentikan dari militer setahun kemudian.

Dengan gaya satir dan ketegangan yang dibalut kemanusiaan, Good News bukan hanya menghidupkan kembali peristiwa tragis yang terlupakan.

Tetapi juga menjadi refleksi atas kecerdikan, keberanian, dan luka tersembunyi dari orang-orang yang terlibat di balik layar sejarah. (Yumna/SV IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#film #good news #pembajakan pesawat