RADAR BOGOR - Film horor terbaru dari film legendaris Evil Dead, berjudul Evil Dead Burn, resmi menyelesaikan tahap produksinya dan akan tayang di layar lebar pada 24 Juli 2026.
Kabar ini menjadi sorotan publik bagi para penggemar film horor setelah kesuksesan Evil Dead Rise 2023.
Film ini akan menjadi bagian terbaru dari semesta Evil Dead yang kini dikembangkan lebih luas.
Dikutip dari Instagram @cinemark, Evil Dead Burn digarap oleh sutradara asal Prancis, Sébastien Vaniček, yang sebelumnya dikenal lewat film horor Infested (2023).
Ia menggantikan Lee Cronin, sutradara Evil Dead Rise, dan membawa gaya penyutradaraan yang disebut lebih mentah dan emosional yang mendalam.
Proses produksi film ini telah selesai setelah beberapa bulan pengambilan gambar di Eropa. produksi berlangsung dengan intensitas tinggi dan melibatkan efek praktikal dalam skala besar ciri khas utama dari waralaba Evil Dead sejak film orisinalnya garapan Sam Raimi pada tahun 1981.
Sam Raimi sendiri masih terlibat dalam proyek ini sebagai produser melalui perusahaan Ghost House Pictures, bersama Robert Tapert.
Raimi menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa dirinya ingin mempertahankan roh brutal dan menegangkan dari seri Evil Dead, sembari memberi ruang bagi Vaniček untuk bereksperimen dengan pendekatan baru terhadap horor modern.
Selain Raimi dan Tapert, film ini juga didukung oleh studio besar seperti New Line Cinema dan Sony Pictures, yang akan menangani distribusi internasional.
Kerja sama dua studio besar ini diyakini akan memperluas jangkauan rilis film ke berbagai negara, termasuk Indonesia yang dikenal memiliki basis penggemar horor yang kuat.
Meski belum banyak detail cerita yang diungkap, beberapa sumber menyebutkan bahwa Evil Dead Burn akan menjadi film spin off yang berdiri sendiri.
Artinya, cerita film ini tidak langsung terhubung dengan film sebelumnya, namun masih berada dalam dunia yang sama dunia penuh darah, teror, dan kutukan dari kitab Necronomicon yang legendaris.
Sutradara Sébastien Vaniček menyebutkan bahwa film ini akan menjadi pengalaman visceral dan menyakitkan secara sensorik, ia mengatakan ingin ingin membuat para penonton merasa tidak nyaman.
Seperti berada di tengah-tengah mimpi buruk yang tidak berakhir. Saya ingin penonton keluar dari bioskop dengan napas terengah-engah, ujarnya.
Tone film dikabarkan akan lebih suram dan realistis, dengan penggunaan efek praktikal yang dominan dibanding CGI.
Vaniček menyebut bahwa darah, luka, dan kekacauan yang terlihat di layar nantinya sebagian besar dilakukan dengan efek asli di lokasi syuting, bukan digital.
Pendekatan ini dinilai selaras dengan semangat film Evil Dead klasik yang mengandalkan efek tangan manusia untuk menciptakan rasa ngeri yang autentik.
Antusiasme penggemar terhadap proyek ini cukup tinggi sejak diumumkan pada pertengahan 2024.
Banyak yang penasaran dengan arah baru yang akan diambil Evil Dead setelah kesuksesan besar Rise.
Evil Dead sendiri telah menjadi ikon budaya pop dalam genre horor sejak debutnya pada 1981. Dengan ciri khas kekerasan ekstrem, humor gelap, dan makhluk iblis.
Seri ini berhasil mempertahankan penggemar setianya selama bertahun-tahun. Kini, dengan Evil Dead Burn, semesta tersebut tampaknya akan kembali dibangkitkan dalam bentuk yang lebih brutal dan modern. (Alya/BSI)
Editor : Yosep Awaludin