Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Film Kolaborasi Malaysia dan Indonesia, The Fox King yang Dibintangi Dian Sastrowardoyo Jadi Pembuka Jakarta Film Week 2025

Yosep Awaludin • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 17:20 WIB
Film The Fox King yang dibintangi Dian Sastrowardoyo 
Film The Fox King yang dibintangi Dian Sastrowardoyo 

RADAR BOGOR - Jakarta Film Week kembali hadir. Untuk edisi 2025, festival ini menghadirkan karya kolaboratif Asia Tenggara sebagai film pembuka, yaitu The Fox King yang disutradarai oleh Woo Ming Jin.

Dikutip dari Instagram @ussfeeds, Film The Fox King ini akan resmi membuka festival pada Rabu, 22 Oktober 2025, menandai dimulainya rangkaian pemutaran dan program perfilman hingga 26 Oktober 2025 di berbagai lokasi di Jakarta.

Pemutaran perdana The Fox King dijadwalkan berlangsung di CGV Grand Indonesia, kehadiran film ini sebagai pembuka menandakan komitmen Jakarta Film Week untuk terus menampilkan karya dengan perspektif nilai artistik yang tinggi.

Serta memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu pusat kegiatan perfilman di Asia Tenggara.

Film The Fox King merupakan drama coming of age hasil kolaborasi Malaysia Indonesia. Kisahnya berpusat pada dua saudara kembar berusia lima belas tahun bernama Ali dan Amir, yang tinggal di sebuah kota kecil di pesisir.

Setelah ayah mereka menikah lagi dengan seorang perempuan muda, keduanya dikirim untuk bekerja di pabrik ikan garam milik kenalan lama keluarga mereka. Dari sinilah perjalanan emosional dan konflik batin mereka dimulai.

Sutradara Woo Ming JIn dikenal sebagai salah satu pembuat film paling berpengaruh di Malaysia.

Ia merupakan bagian dari gelombang baru sineas Asia Tenggara yang sering mengangkat tema sosial dan eksistensial melalui gaya realisme puitis.

Durasi film ini adalah 94 menit, dengan pengguna campuran Bahasa Melayu, Indonesia dan Inggris.

Campuran Bahasa tersebut mencerminkan realitis sosial dan budaya di kawasan pesisir yang menjadi latar cerita.

Sekaligus memperlihatkan kedekatan budaya antara dua negara tetangga yang terlibat dalam produksi film ini.

Pendekatan multibahasa juga memperkaya nuansa emosional dalam dialog-dialog yang disajikan.

Pemilihan The Fox King sebagai film pembuka bukanlah keputusan yang kebetulan. Film ini dianggap mewakili semangat kolaborasi regional yang semakin berkembang di Asia Tenggara.

Jakarta Film Week melalui keputusan ini ingin menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah pemutaran film, tetapi juga menjadi jembatan antara para kreator dari berbagai negara di kawasan.

Hal ini sejalan dengan visi festival untuk memperkuat jejaring dan pertukaran ide lintas batas.

Selain menonjolkan kekuatan kolaboratif, The Fox King juga menghadirkan tema yang relevan secara universal.

Pergulatan remaja dalam menghadapi perubahan sosial, tekanan ekonomi, serta relasi keluarga yang rumit menjadi isu yang mudah dipahami oleh penonton dari berbagai latar belakang.

Selain pemutaran film, Jakarta Film Week 2025 juga akan menghadirkan berbagai program pendukung, seperti lokakarya, sesi diskusi, dan kompetisi film pendek.

Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi sineas muda dan profesional agar bisa saling bertukar gagasan, memperluas jaringan, dan mengembangkan karier di industri kreatif.

Festival ini juga akan dihadiri oleh sejumlah tamu internasional, kritikus film, serta jurnalis dari berbagai negara.

Jakarta Film Week terus tumbuh menjadi perayaan tahunan yang mempertemukan film-film independen, arthouse, hingga produksi studio besar.

Edisi 2025 diprediksi akan menjadi salah satu yang paling berwarna, berkat keberagaman program dan tema yang diangkat.

Dengan kolaborasi lintas negara dan tema yang menyentuh sisi kemanusiaan, film ini diharapkan membuka festival dengan nada yang reflektif dan optimistis menyambut masa depan perfilman yang semakin inklusif dan beragam. (Alya/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#The Fox King #asia tenggara #jakarta film week